Bek yang tengah dipinjamkan ke Barcelona, Joao Cancelo kemungkinan akan meninggalkan Al Hilal lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kontrak antara kedua pihak masih tersisa satu tahun. Namun, AS melaporkan bahwa pemain internasional Portugal itu ingin mengakhiri kontrak lebih awal untuk membuka jalan bagi kepindahannya secara resmi ke Barcelona pada musim panas 2026.
Cancelo memprioritaskan masa depan jangka panjang di Barcelona, mengingat penampilannya yang mengesankan sejauh ini. Kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat dan gaya bermainnya, yang selaras dengan filosofi pelatih Hansi Flick, memberi Cancelo kepercayaan diri dalam keputusannya.
Namun, kesepakatan itu bergantung pada negosiasi antara Cancelo dan Al Hilal. Klub Arab Saudi itu dilaporkan menuntut sekitar 15 juta euro sebagai kompensasi atas sisa kontraknya. Ini dianggap sebagai kendala terbesar.
Barcelona memantau situasi Cancelo dengan cermat karena mereka ingin memperkuat lini pertahanan menjelang musim baru. Fleksibilitasnya di kedua sisi sayap dan dukungan serangan yang efektif menjadikannya pilihan yang tepat.
Dalam konteks ini, peran Jorge Mendes dianggap sangat penting. Perwakilan ini harus menemukan solusi untuk membantu kedua belah pihak mencapai kesepakatan yang paling sesuai.
Saat ini, Cancelo bukanlah prioritas utama Barcelona. Manajemen klub hanya akan mempercepat proses tersebut setelah staf pelatih mengambil keputusan yang jelas.
Dua Sisi dari Joao Cancelo
Dengan permainan agresifnya dan umpan penentu yang berujung pada gol Robert Lewandowski, Joao Cancelo memainkan peran sebagai “playmaker” dari lini pertahanan Barcelona.
Dalam pertandingan melawan Atletico Madrid pada 5 April, Cancelo bukan hanya seorang bek sayap. Ia berperan sebagai gelandang pengatur permainan, berkontribusi dalam membentuk cara Barcelona membangun serangan dari separuh lapangan mereka sendiri.
Menurut data dari Opta dan WhoScored, Cancelo menyentuh bola sebanyak 85 kali, termasuk yang tertinggi di tim. Akurasi umpannya hampir 88%, menunjukkan konsistensi dalam distribusi bola. Namun nilai terbesarnya terletak pada bagaimana ia mendistribusikan bola. Kedua umpan kunci tersebut menciptakan peluang mencetak gol dari situasi di mana ia menusuk ke dalam, memainkan peran sebagai pemain nomor 8 di sisi kiri.
Alih-alih tetap berada di sisi lapangan, pemain Portugal itu sering bergerak ke tengah lapangan. Di sana, ia terhubung dengan lini tengah dan mengeksekusi permainan kreatif. Tiga dribel sukses membantu Cancelo lolos dari tekanan dan meregangkan struktur pertahanan Atletico.
Kemampuan umpan silangnya juga tetap terjaga dengan 5 umpan silang, 2 di antaranya menemukan rekan setimnya. Namun, Cancelo bukanlah tipe pemain yang bermain aman. Ia mengambil risiko demi menciptakan peluang.
Hal ini terlihat jelas dari 14 kali kehilangan bola – angka yang tinggi untuk seorang bek. Sebagian besar terjadi karena memegang bola di ruang sempit atau situasi di mana Barcelona membutuhkan waktu ekstra untuk menguasai bola. Ketika kehilangan penguasaan bola, Barcelona langsung menghadapi risiko serangan balik, terutama di sayap kiri – area yang sering kali dibiarkan tanpa penjagaan oleh Cancelo.
Dari segi pertahanan, ia berhasil melakukan 2 tekel tetapi juga dilewati lawan sebanyak 3 kali. Angka-angka ini mencerminkan konsekuensi dari peran yang diemban Cancelo.
Pertandingan melawan Atletico Madrid dengan jelas menunjukkan jati diri Cancelo yang sebenarnya. Ia adalah seorang “playmaker” yang berasal dari lini pertahanan, membawa kreativitas langka bagi Barcelona, tetapi juga membawa risiko taktis. Saat mengendalikan permainan, Cancelo menjadi kunci untuk membuka gaya permainan tim. Sebaliknya, hanya satu momen kehilangan penguasaan bola sudah cukup untuk merugikan tim.
Scr/Mashable















