Sejarah Tercipta! Union Berlin Tunjuk Marie-Louise Eta Jadi Pelatih Kepala Wanita Pertama di Bundesliga

14.04.2026
Sejarah Tercipta! Union Berlin Tunjuk Marie-Louise Eta Jadi Pelatih Kepala Wanita Pertama di Bundesliga
Sejarah Tercipta! Union Berlin Tunjuk Marie-Louise Eta Jadi Pelatih Kepala Wanita Pertama di Bundesliga

Sejarah besar baru saja terukir di jagat sepak bola Jerman dan Eropa. Klub Bundesliga, Union Berlin, resmi mengumumkan penunjukan Marie-Louise Eta sebagai pelatih kepala interim untuk sisa musim ini.

Keputusan ini menjadikan Eta sebagai sosok wanita pertama yang menjabat sebagai pelatih kepala tim pria di lima liga top Eropa, sebuah pencapaian yang mendobrak tradisi panjang sepak bola dunia.

Langkah berani ini diambil manajemen Union Berlin menyusul pemecatan Steffen Baumgart pada, Minggu 12 April 2026. Kekalahan memalukan 1-3 dari tim juru kunci, Heidenheim, menjadi puncak kesabaran klub terhadap Baumgart. Bersama asistennya, Danilo de Souza dan Kevin McKenna, Baumgart resmi didepak dari kursi kepelatihan Die Eisernen.

Marie-Louise Eta sebenarnya sudah diproyeksikan untuk menukangi tim wanita Union Berlin pada musim panas 2026 mendatang. Namun, krisis hasil yang dialami tim pria membuat manajemen mempercepat promosinya ke kursi panas tim utama pria. Ia kini mengemban misi berat: mengamankan posisi Union Berlin di kasta tertinggi Jerman dalam lima pertandingan tersisa.

Direktur Olahraga Union Berlin, Horst Heldt, menyatakan keyakinannya terhadap kapasitas Eta.

“Saya sangat senang Marie-Louise Eta bersedia mengambil peran ini secara interim sebelum ia memimpin tim utama wanita seperti yang direncanakan musim panas nanti,” ujar Heldt dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari Sky Sports.

Bagi publik Bundesliga, nama Eta sebenarnya bukan sosok asing. Pada tahun 2023, ia sudah mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi asisten pelatih di kasta tertinggi Liga Jerman.

Kini, tanggung jawab yang ia pikul jauh lebih besar. Union Berlin saat ini duduk di peringkat ke-11 klasemen, namun posisi mereka belum sepenuhnya aman karena hanya terpaut tujuh poin dari St. Pauli yang berada di zona degradasi.

Menanggapi tugas berat ini, Eta menunjukkan optimisme tinggi. Ia percaya bahwa kekuatan utama Union Berlin adalah soliditas tim di masa-masa sulit.

“Melihat selisih poin di papan bawah, posisi kami di Bundesliga memang belum aman. Saya senang klub memercayakan tugas menantang ini kepada saya,” kata Eta.

Ia menambahkan bahwa kunci keberhasilan tim ke depan adalah kerja sama kolektif. “Salah satu kekuatan Union adalah kemampuan untuk bersatu dalam situasi seperti ini. Saya yakin kami akan mengamankan poin-poin krusial yang dibutuhkan,” tegasnya.

Ujian pertama bagi Eta akan segera tiba. Dengan lima laga sisa, mata dunia kini tertuju pada Berlin untuk melihat bagaimana tangan dingin seorang pelatih wanita meramu taktik di kompetisi sekeras Bundesliga.

Jika berhasil membawa Union Berlin bertahan di Bundesliga, Marie-Louise Eta tidak hanya menyelamatkan klub, tetapi juga membuka pintu lebih lebar bagi pelatih perempuan lainnya di ekosistem sepak bola pria profesional.

Scr/Mashable





Don't Miss