Studi Oxford Ungkap Penyebab 90% Manusia Dominan Tangan Kanan

21.05.2026
Studi Oxford Ungkap Penyebab 90% Manusia Dominan Tangan Kanan
Studi Oxford Ungkap Penyebab 90% Manusia Dominan Tangan Kanan

Selama puluhan tahun, ilmuwan dibuat penasaran oleh satu fakta unik tentang manusia: sekitar 90 persen populasi dunia lebih dominan menggunakan tangan kanan.

Fenomena ini ternyata tidak ditemukan sekuat itu pada primata lain seperti simpanse, gorila, maupun monyet.

Kini, studi terbaru dari University of Oxford berhasil mengungkap kemungkinan penyebab utama mengapa manusia modern mayoritas bertangan kanan.

Penelitian tersebut menyebut kebiasaan berjalan tegak dengan dua kaki dan perkembangan ukuran otak menjadi faktor utama di balik dominasi tangan kanan pada manusia.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal PLOS Biology dan melibatkan lebih dari 2.000 primata dari 41 spesies berbeda.

Berjalan Tegak Jadi Faktor Penting

Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Thomas A. Püschel dari Oxford bersama Rachel M. Hurwitz dan Professor Chris Venditti dari University of Reading.

Mereka menggunakan metode Bayesian phylogenetic modelling untuk membandingkan hubungan evolusi antar spesies primata dan menguji berbagai teori lama terkait dominasi tangan.

journalpbio3003771g004 kd32

Dari hasil penelitian yang lansir dari journals.plos.org, manusia awalnya terlihat sebagai “anomali” karena tingkat dominasi tangan kanannya jauh lebih tinggi dibanding primata lain.

Namun setelah peneliti memasukkan dua variabel utama yakni ukuran otak dan intermembral index (rasio panjang lengan terhadap kaki), hasilnya berubah drastis, manusia tidak lagi dianggap anomali evolusi.

Intermembral index sendiri menjadi indikator penting untuk melihat apakah spesies lebih terbiasa berjalan dengan dua kaki atau masih banyak memanjat pohon menggunakan lengan.

Manusia memiliki rasio sekitar 72, yang menunjukkan kaki jauh lebih panjang dibanding lengan sebagai tanda evolusi bipedalisme atau berjalan tegak.

Sebaliknya, primata besar seperti gorila dan orangutan memiliki lengan lebih panjang untuk aktivitas memanjat.

Evolusi Tangan Dominan Terjadi Bertahap

Penelitian ini menyebut evolusi dominasi tangan berlangsung dalam dua tahap selama jutaan tahun.

Tahap pertama terjadi ketika nenek moyang manusia mulai berjalan tegak dengan dua kaki. Kondisi ini membuat tangan tidak lagi digunakan untuk menopang tubuh saat bergerak sehingga lebih bebas digunakan untuk aktivitas manipulatif seperti menggunakan alat.

Pada tahap ini, manusia purba mulai memiliki preferensi tangan yang lebih kuat dibanding primata lain.

Tahap kedua terjadi saat ukuran otak berkembang semakin besar pada genus Homo.

Perkembangan otak tersebut membuat preferensi tangan kanan semakin dominan di tingkat populasi hingga akhirnya menjadi pola umum manusia modern saat ini.

Menariknya, penelitian ini membedakan antara kekuatan preferensi tangan individu dan arah dominasi populasi secara keseluruhan.

Artinya, manusia purba kemungkinan sudah memiliki kecenderungan menggunakan satu tangan tertentu sejak lama, namun dominasi tangan kanan secara massal baru menguat setelah perkembangan otak meningkat signifikan.

Spesies “Hobbit” Indonesia Diprediksi Tidak Terlalu Dominan Tangan Kanan

Salah satu bagian paling menarik dari studi ini adalah prediksi terhadap spesies manusia purba yang sudah punah, termasuk Homo floresiensis atau yang sering dijuluki manusia “hobbit” dari Flores, Indonesia.

Berdasarkan model penelitian, Homo floresiensis diperkirakan memiliki dominasi tangan kanan yang jauh lebih lemah dibanding manusia modern.

Hal tersebut karena spesies ini masih memiliki adaptasi untuk memanjat pohon dan belum memiliki ukuran otak sebesar manusia modern.

Sementara itu, spesies seperti Homo erectus dan Neanderthal diprediksi sudah memiliki kecenderungan tangan kanan yang lebih kuat.

Masih Ada Misteri tentang Tangan Kiri

Meski penelitian ini berhasil menjelaskan mengapa mayoritas manusia bertangan kanan, ilmuwan masih belum menemukan jawaban pasti mengapa sekitar 10 persen populasi tetap dominan tangan kiri.

Fenomena tersebut menunjukkan kemungkinan adanya tekanan evolusi tertentu yang membuat keberadaan orang kidal tetap bertahan sepanjang sejarah manusia.

Selain itu, peneliti juga belum mengetahui secara pasti mekanisme biologis yang membuat evolusi lebih condong menghasilkan dominasi tangan kanan dibanding tangan kiri.

Penting untuk Teknologi Masa Depan

Temuan ini tidak hanya penting bagi dunia antropologi dan evolusi manusia, tetapi juga berdampak pada pengembangan teknologi modern seperti brain-computer interface (BCI) dan prostetik pintar.

Pemahaman tentang lateralitas otak dan dominasi tangan membantu peneliti merancang sistem sensor gerak yang lebih akurat untuk pengguna bertangan kanan maupun kiri.

Dengan kata lain, kebiasaan sederhana manusia menggunakan tangan kanan ternyata menyimpan cerita evolusi panjang yang berkaitan erat dengan cara manusia berjalan dan perkembangan otak selama jutaan tahun.

Scr/Mashable




Don't Miss