Gelombang kepergian melanda Manchester City. Setelah Pep Guardiola resmi mengakhiri perjalanan indahnya selama 10 tahun di Etihad Stadium, klub berjuluk The Citizens tersebut kini harus berpisah dengan lima sosok penting di jajaran staf kepelatihan.
Mundurnya Pep Guardiola tampaknya memicu pemberbersihan besar-besaran di balik layar Manchester City. Tidak lama setelah juru taktik asal Spanyol itu mengucapkan selamat tinggal, manajemen Etihad mengonfirmasi bahwa lima anggota tim pelatih senior juga ikut angkat kaki.
Lima nama yang dipastikan menyusul Pep adalah Kolo Toure, Pep Lijnders, Lorenzo Buenaventura, Manuel Estiarte, dan Xabier Mancisidor.
Nama Kolo Toure menjadi yang paling mencuri perhatian. Mantan bek tengah legendaris yang pernah menjuarai Premier League bersama Arsenal dan Man City ini baru saja dipromosikan Pep ke tim utama pada musim panas lalu.
Sementara itu, Pep Lijnders, yang dikenal sebagai mantan asisten setia Jurgen Klopp di Liverpool, juga memutuskan hengkang setelah hanya satu musim mengabdi di Etihad.
Tiga nama lainnya merupakan orang-orang kepercayaan lama Pep. Pelatih kiper Xabier Mancisidor, spesifikator fisik (fitness coach) Lorenzo Buenaventura, serta Manuel Estiarte—orang yang bertanggung jawab atas dukungan pemain sekaligus sahabat paling karib Guardiola—semuanya kompak menyatakan pamit.
Dalam rilis resminya, Manchester City menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kelima anggota staf tersebut atas kontribusi besar mereka dalam mengawal era keemasan klub.
Menurut laporan media-media Inggris, Enzo Maresca telah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun untuk menggantikan posisi Guardiola. Pelatih asal Italia yang pernah menjadi asisten Pep sebelum menukangi Chelsea ini kabarnya akan memboyong gerbong staf kepelatihannya sendiri ke Etihad.
Guardiola menutup satu dekade kepemimpinannya di City dengan gelontoran 20 trofi bergengsi. Kepergian sang manajer menyisakan momen emosional yang mendalam.
Ribuan penggemar memadati jalanan kota dalam parade akhir musim untuk memberikan penghormatan terakhir kepada manajer tersukses dalam sejarah klub tersebut.
Kepergian massal para loyalis Pep Guardiola ini menjadi bukti nyata bahwa sebuah era kejayaan telah benar-benar berakhir di Manchester City.
Manchester City Terancam Kena Badai Eksodus: Pep Guardiola Cabut, Rodri Siap Membelot ke Real Madrid
Manchester City kini berada dalam situasi genting dan terancam menghadapi gelombang eksodus pemain bintang. Gelandang andalan mereka, Rodri, dilaporkan sangat ingin meninggalkan Etihad Stadium demi kembali ke Spanyol untuk memperkuat Real Madrid.
Langkah ini menyusul kabar bahwa Pep Guardiola segera mengakhiri era emasnya bersama The Citizens.
Menurut laporan media Spanyol, rencana kepergian Guardiola menjadi titik balik besar bagi masa depan Rodri. Setelah hampir satu dekade mendominasi sepak bola Inggris, juru taktik asal Catalonia itu dipastikan akan berpisah dengan City di akhir musim. Keputusan ini otomatis memicu perombakan massal dalam rencana skuad Manchester City.
Raksasa Liga Inggris ini benar-benar terancam kehilangan pilar-pilar pentingnya sekaligus. Bernardo Silva sudah dipastikan bakal angkat kaki dari Etihad di akhir musim.
Jika Manchester City juga harus kehilangan Guardiola dan Rodri secara bersamaan, bukan tidak mungkin klub asuhan Sheikh Mansour ini akan terjerumus ke dalam krisis besar.
Bagi Rodri, Guardiola bukan sekadar pelatih, melainkan sosok yang berhasil menyulapnya menjadi gelandang bertahan terbaik di dunia saat ini. Oleh karena itu, begitu sang mentor memutuskan pergi, ikatan terkuat yang menahan Rodri di Manchester pun perlahan mulai goyah.
Di sisi lain, Real Madrid sudah sejak lama membidik bintang berusia 29 tuổi tersebut sebagai target utama. Sejak Toni Kroos pensiun, Los Blancos kehilangan sosok jenderal lapangan tengah yang mampu mengatur tempo permainan dan menjaga keseimbangan taktik.
Rodri dinilai sebagai kepingan puzzle yang sempurna untuk membangun kembali kedigdayaan lini tengah Madrid, yang dulunya pernah sangat dominan bersama trio Kroos, Luka Modric, dan Casemiro.
Rumor transfer ini kian memanas seiring dengan kabar bahwa Real Madrid akan segera memulai era baru di bawah komando Jose Mourinho. Pelatih berjuluk The Special One tersebut dikabarkan sudah mencapai kesepakatan verbal untuk kembali ke Santiago Bernabeu, dan ia telah menempatkan nama Rodri di daftar prioritas nomor satu pada bursa transfer mendatang.
Memiliki postur tubuh yang ideal, kemampuan distribusi bola yang ciamik, serta visi taktis yang luar biasa, Rodri merupakan tipe gelandang modern yang sangat langka. Jika Real Madrid berhasil merayunya, Santiago Bernabeu dipastikan akan menyambut sosok pemimpin baru di lini tengah mereka.
Scr/Mashable

















