Kabar buruk bagi Anda yang sedang menanti generasi iPhone terbaru. Lini iPhone 18 Pro serta iPhone dengan layar lipat (foldable) pertama besutan Apple diprediksi bakal dijual dengan harga yang jauh lebih menguras kantong dari rumor yang beredar sebelumnya.
Kabar ini pertama kali ditiupkan oleh pembocor gadget (leaker) kenamaan di media sosial Weibo, Fixed Focus Digital. Ia mengungkapkan bahwa Apple dipastikan akan mendongkrak harga jual lini iPhone 18 Pro.
Tak hanya itu, nasib yang sama juga menimpa iPhone layar lipat yang harganya diperkirakan 10 hingga 20 persen lebih mahal dari ekspektasi awal.
“Harga iPhone saat ini memang belum naik. Namun, lini iPhone 18 Pro yang dijadwalkan meluncur September mendatang dipastikan bakal lebih mahal. Terutama untuk model iPhone lipat pertama Apple, harganya akan 10-20% lebih tinggi dari perkiraan awal,” ujar leaker tersebut.
Tembus Rp35,8 juta, Bakal Jadi iPhone Termahal dalam Sejarah
Prediksi kenaikan harga ini sebenarnya memperkuat analisis terdengar sebelumnya. Pada April lalu, jurnalis teknologi Bloomberg, Mark Gurman, sudah membocorkan bahwa harga iPhone lipat Apple bisa melampaui angka US$ 2.000 (sekitar Rp35,8 juta).
Jika rumor ini benar, perangkat ini otomatis sah menjadi smartphone termahal yang pernah dijual Apple, mengalahkan rekor iPhone 17 Pro Max varian 2 TB yang dibanderol US$ 1.999 (sekitar Rp35,6 juta).
Sependapat dengan Gurman, analis Apple terkemuka, Ming-Chi Kuo, pada Mei lalu juga memprediksi harga iPhone lipat tidak akan kurang dari US$ 2.000, bahkan ada kemungkinan menyentuh US$ 2.500 (sekitar Rp44,6 juta).
Melihat bocoran terbaru tentang kenaikan 10%, harga dasar iPhone lipat ini diperkirakan akan dimulai dari US$ 2.200 (sekitar Rp39,2 juta). Menurut laporan MacRumors, varian dengan kapasitas penyimpanan (storage) yang lebih tinggi bahkan sangat mungkin menembus angka keramat US$ 3.000 atau setara Rp53,5 juta.
Rilis Bareng tapi Dijual Belakangan?
Urusan jadwal rilis, media teknologi Macworld yang mengutip sumber internal menyebutkan bahwa iPhone lipat kemungkinan besar akan diperkenalkan di panggung yang sama dengan iPhone 18 Pro. Kendati demikian, HP lipat ini baru akan sampai ke tangan konsumen sedikit lebih lambat.
Pasalnya, volume produksi massal untuk iPhone 18 Pro saat ini jauh lebih tinggi ketimbang versi lipat.
Strategi ini mengingatkan kita pada tahun 2017 silam. Kala itu, Apple merilis iPhone 8 dan iPhone X secara bersamaan di bulan September, namun konsumen baru bisa membeli iPhone X pada bulan November.
Beruntung, rumor terbaru menyebutkan jarak tunggu untuk iPhone lipat kali ini tidak akan selama 9 tahun lalu.
iPhone 18 Pro Ikut Naik Demi Amankan Keuntungan
Bagi Anda yang mengincar model konvensional seperti iPhone 18 Pro, bersiaplah mengeluarkan dana ekstra. Pada 26 Juni, leaker kawakan Digital Chat Station menegaskan bahwa skenario “iPhone 18 Pro tidak naik harga” adalah hal yang sangat mustahil terjadi.
Di pasar China, iPhone 17 Pro saat ini dijual mulai dari 8.999 yuan (sekitar US$ 1.325 atau Rp23,6 juta). Demi menjaga margin keuntungan perusahaan, Apple diprediksi akan mengerek harga iPhone 18 Pro menjadi 9.999 yuan (sekitar US$ 1.472 atau Rp26,2 juta).
MacRumors mencatat, Apple biasanya menyetarakan persentase kenaikan harga awal di China dan Amerika Serikat. Jika mengambil acuan kenaikan harga 11% di China, maka iPhone 18 Pro di pasar AS kemungkinan besar akan dibanderol US$ 1.220 (sekitar Rp21,7 juta), naik dari harga iPhone 17 Pro yang sebesar US$ 1.099 (Rp19,6 juta).
Di sisi lain, pembocor Instant Digital justru menyodorkan angka yang lebih fantastis. Ia memprediksi harga awal untuk iPhone 18 Pro Max (varian 256 GB) akan berkisar antara 10.999 hingga 11.499 yuan (sekitar US$ 1.620 – US$ 1.693 atau Rp28,9 juta – Rp30,2 juta). Angka yang terbilang sangat mahal untuk sebuah ponsel berlayar datar standar.
Scr/Mashable




















