Keputusan VAR dalam laga sengit Portugal vs Kolombia di ajang Piala Dunia 2026 menyisakan perdebatan besar di dunia sepak bola.
Gol dramatis Kolombia pada menit-menit akhir pertandingan yang dicetak Carlos Sánchez dianulir karena offside, sebuah keputusan yang langsung menuai kritik dari banyak pihak, termasuk dua legenda sepak bola dunia, Zinedine Zidane dan Wayne Rooney.
Momen kontroversial itu terjadi ketika Sánchez sukses menjebol gawang Portugal pada penghujung pertandingan. Para pemain Kolombia sempat merayakan gol tersebut dengan penuh emosional karena diyakini menjadi penentu kemenangan. Suporter di stadion pun ikut bergemuruh menyambut momen dramatis tersebut.
Namun, euforia itu tidak bertahan lama. Wasit menghentikan pertandingan setelah menerima sinyal dari VAR untuk melakukan peninjauan. Setelah proses review selesai, gol tersebut dinyatakan tidak sah karena Sánchez dianggap berada dalam posisi offside.
Keputusan ini langsung memancing gelombang reaksi. Banyak pihak menilai tayangan ulang yang tersedia justru tidak memperlihatkan adanya offside secara jelas.
Zinedine Zidane menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik keputusan tersebut. Mantan pelatih Real Madrid itu mengaku kesulitan memahami alasan VAR membatalkan gol Kolombia.
Menurut Zidane, Kolombia pasti sangat terpukul dengan keputusan tersebut. Ia menilai gol Sánchez seharusnya sah berdasarkan tayangan ulang yang ia saksikan berulang kali.
“Kolombia pasti sangat hancur. Saya benar-benar mengira itu gol yang sah,” ujar Zidane dikutip dari akun X @UTD_Seth001.
Ia menambahkan bahwa teknologi seharusnya membantu menghilangkan keraguan dalam sepak bola, bukan malah menciptakan kontroversi baru. Menurutnya, bila sebuah gol sepenting itu harus dianulir, maka bukti yang digunakan harus benar-benar jelas.
“Anda berpikir sudah memenangkan pertandingan, seluruh stadion merayakannya, lalu sebuah garis muncul di layar dan gol itu hilang. Momen seperti ini bisa membekas sepanjang karier pemain,” lanjutnya.
Zidane juga menegaskan bahwa keputusan sebesar itu bisa mengubah nasib sebuah tim di Piala Dunia.
“Sepak bola membutuhkan kejelasan dalam momen seperti ini, karena keputusan sebesar itu bisa mengubah keseluruhan turnamen,” katanya.
Komentar senada datang dari Wayne Rooney yang berbicara dalam analisis pascalaga di BBC. Mantan striker Manchester United itu secara terus terang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan VAR.
Saat memberikan komentar setelah pertandingan, Rooney menilai keputusan offside tersebut sulit diterima, bahkan setelah melihat tayangan ulang resmi dari FIFA.
“Saya rasa itu bukan offside, bahkan setelah melihat gambar yang diberikan oleh FIFA. Itu jelas bukan offside, saya tidak peduli apa kata mereka,” ujar Rooney.
Pernyataan mantan kapten timnas Inggris itu menunjukkan betapa kontroversialnya keputusan tersebut. Menurut Rooney, dari sudut pandang visual biasa saja, Carlos Sánchez masih terlihat berada dalam posisi legal saat menerima umpan.
Reaksi keras juga datang dari media sosial. Banyak penggemar sepak bola merasa Kolombia dirugikan oleh keputusan teknologi yang seharusnya menghadirkan keadilan.
Seorang penggemar menulis bahwa gol Sánchez dianulir hanya karena selisih ujung kaki, sesuatu yang dinilai terlalu kejam untuk pertandingan sebesar Piala Dunia.
Komentar lain menyebut bahwa pengamatan visual biasa justru menunjukkan Sánchez berada dalam posisi onside. Beberapa suporter bahkan menyoroti bahu bek Portugal yang dinilai masih membuat penyerang Kolombia berada dalam posisi sah.
Tak sedikit pula komentar bernada frustrasi yang mempertanyakan akurasi animasi VAR. Kontroversi ini semakin memperpanjang perdebatan soal penggunaan teknologi dalam sepak bola modern.
Meski gagal mengamankan kemenangan akibat gol yang dianulir, Kolombia tetap menutup fase grup dengan hasil positif. Mereka berhasil finis sebagai juara grup setelah tampil konsisten sepanjang fase grup dan kini akan menghadapi Ghana pada babak berikutnya.
Scr/Mashable
















