Mitos atau Nyata? “Speed Curse” Bikin Fans Piala Dunia 2026 Takut Lihat IShowSpeed Pakai Jersei Tim Favorit

15.07.2026
Mitos atau Nyata? "Speed Curse" Bikin Fans Piala Dunia 2026 Takut Lihat IShowSpeed Pakai Jersei Tim Favorit
Mitos atau Nyata? "Speed Curse" Bikin Fans Piala Dunia 2026 Takut Lihat IShowSpeed Pakai Jersei Tim Favorit

Kalau ada satu sosok non-pemain yang sukses mencuri perhatian sepanjang Piala Dunia 2026, jawabannya jelas: IShowSpeed. YouTuber dan streamer asal Amerika Serikat itu memang sudah lama dikenal sebagai penggemar berat sepak bola, khususnya Cristiano Ronaldo.

Tapi di turnamen Piala Dunia kali ini, ada satu hal lain yang bikin namanya viral di kalangan fans bola: kutukan jersei alias “Speed Curse”.

Entah kebetulan atau semesta sedang bercanda, tim yang didukung langsung oleh Speed di stadion sambil mengenakan jersei mereka justru sering berakhir kalah atau tersingkir. Dari situ lahirlah meme yang menyebar cepat di X, TikTok, sampai Instagram. Dan semakin lama turnamen berjalan, semakin banyak juga “korbannya”.

Daftar Korban “Speed Curse”: Dari Senegal Sampai Prancis

Awalnya mungkin cuma dianggap kebetulan biasa. Tapi setelah polanya terus berulang, netizen mulai menganggap Speed punya aura misterius setiap kali datang ke stadion memakai jersei tim tertentu.

Beberapa tim yang masuk daftar korban antara lain:

  • 🇸🇳 Senegal, yang kalah saat menghadapi Prancis.
  • 🇦🇹 Austria, yang tumbang di tangan Argentina.
  • 🇨🇻 Tanjung Verde, yang juga gagal melewati hadangan Argentina.
  • 🇨🇮 Pantai Gading, yang harus menyerah dari Norwegia.
  • 🇧🇷 Brasil, yang ikut menjadi korban keganasan Erling Haaland bersama Norwegia.
  • 🇵🇹 Portugal, tim favorit Speed sekaligus negara idolanya Cristiano Ronaldo, yang disingkirkan Spanyol di babak 16 besar.
  • 🇫🇷 Prancis, korban terbaru yang membuat meme ini hidup lagi setelah sempat dianggap berakhir.

Puncak drama terjadi saat Portugal tersingkir dari Spanyol. Speed yang datang langsung ke stadion memakai jersei Portugal terlihat benar-benar terpukul melihat tim idolanya pulang lebih cepat.

Bagi netizen, itu bukan sekadar kekalahan Portugal. Itu adalah validasi terbaru bahwa “Speed Curse” benar-benar nyata.

Argentina Sempat Mematahkan Kutukan Ini

Menariknya, meme ini sebenarnya sempat dianggap tamat. Menjelang laga perempat final antara Argentina melawan Swiss, Speed mencoba melakukan sesuatu yang bisa dibilang sebagai reverse jinx.

Logikanya sederhana. Kalau tim yang didukung Speed selalu kalah, kenapa tidak memanfaatkan “kutukan” tersebut agar Argentina tumbang?

Dengan penuh percaya diri, Speed datang memakai jersei Argentina custom bertuliskan SPEED 7 di bagian belakang. Tujuannya jelas: berharap Argentina terkena efek kutukan dan tersingkir.

Plot twist-nya? Argentina malah tampil ganas. Tim asuhan Lionel Messi sukses menang meyakinkan 3-1 atas Swiss dan melaju ke semifinal tanpa banyak drama.

Eksperimen reverse jinx pun gagal total. Setelah pertandingan selesai, Speed bahkan sempat bercanda dalam videonya bahwa kutukan tersebut sudah resmi berakhir dan berhasil dipatahkan oleh Argentina.

Untuk beberapa hari, netizen benar-benar percaya bahwa era Speed Curse telah usai. Ternyata mereka salah.

Prancis Jadi Korban Baru, Meme Pun Hidup Lagi

Semifinal antara Prancis melawan Spanyol menjadi momen kebangkitan legenda tersebut.

Speed hadir langsung ke stadion dengan mengenakan jersei Prancis lengkap dengan nama Kylian Mbappé di punggungnya. Selama pertandingan ia terang-terangan mendukung Les Bleus untuk melaju ke final sekaligus membalas kekalahan Portugal dari Spanyol.

Sayangnya, skenario balas dendam itu tidak pernah terjadi. Prancis justru kalah 1-2 dari Spanyol dan harus mengubur mimpi mereka menjuarai Piala Dunia 2026.

Internet langsung meledak. Timeline media sosial dipenuhi meme dan candaan mengenai kebangkitan kutukan tersebut.

“Kutukan Speed tidak hilang, dia cuma sedang mengisi daya saat laga Argentina kemarin.”

Komentar seperti itu langsung viral dan menyebar ke mana-mana. Bahkan banyak fans bercanda meminta Speed untuk tidak memakai jersei tim favorit mereka menjelang final nanti.

Jadi, Speed Curse Itu Nyata? Jawaban singkatnya: tidak.

Secara rasional, semua ini hanyalah rangkaian kebetulan yang kebetulan terlihat sangat meyakinkan.

Sebagian besar tim yang kalah memang menghadapi lawan yang sedang luar biasa kuat. Austria dan Tanjung Verde harus berhadapan dengan Argentina yang dipimpin Lionel Messi, sementara Brasil dan Pantai Gading bertemu Norwegia yang sedang menggila bersama Erling Haaland.

Bahkan ada fakta yang sering diabaikan netizen karena merusak narasi meme tersebut. Portugal pernah menang telak 5-0 atas Uzbekistan saat Speed memakai jersei mereka. Brasil juga sempat menang melawan Jepang ketika Speed hadir langsung mendukung Selecao.

Fenomena ini dalam dunia internet biasa disebut cherry-picking, yaitu hanya memilih data yang mendukung cerita tertentu dan mengabaikan fakta lain yang tidak cocok dengan narasi tersebut.

Meski begitu, harus diakui bahwa statistik kebetulan ini memang terlalu lucu untuk diabaikan.

Karena pada akhirnya, sepak bola bukan cuma soal taktik, statistik, atau strategi. Kadang-kadang, sepak bola juga soal meme absurd yang membuat satu orang streamer bisa dituduh menjadi pembawa sial satu turnamen penuh.

Dan sampai Piala Dunia 2026 benar-benar berakhir, satu pertanyaan masih terus menghantui para fans: Tim mana yang berani menerima dukungan langsung dari IShowSpeed berikutnya?

Scr/Mashable





Don't Miss