Persija Jakarta mulai memperlihatkan arah pembangunan tim untuk menghadapi Super League 2026/2027. Perekrutan pemain berkarakter kuat, disiplin, dan berpengalaman menunjukkan Shin Tae-yong ingin membentuk tim yang mampu bermain agresif dengan intensitas tinggi.
Shin memimpin latihan perdana di Persija Training Ground, Sawangan, Depok, pada Selasa, 14 Juli 2026. Program awal difokuskan pada peningkatan kondisi fisik dan adaptasi sebelum para pemain menerima latihan taktik yang lebih kompleks.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai kesiapan fisik sebagai fondasi permainan yang ingin dibangunnya. Mobilitas, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap sistem diperlukan agar Persija mampu menjaga intensitas dari awal hingga akhir pertandingan.
Hingga 15 Juli 2026, Persija telah mengumumkan tujuh rekrutan, yakni Victor Dethan, Aqil Savik, Pratama Arhan, Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Kyohei Yoshino. Empat nama terakhir menambah pengalaman dari kompetisi Eropa dan Asia.
Komposisi tersebut belum menunjukkan formasi resmi karena Shin masih berada pada tahap awal pramusim. Namun, profil pemain yang didatangkan memberi petunjuk bahwa skema tiga bek bisa menjadi salah satu pilihan utama Macan Kemayoran.
Formasi Tiga Bek Menjadi Opsi Terkuat
Formasi 3-4-2-1 paling memungkinkan Persija memaksimalkan kedalaman pemain belakang sekaligus menghidupkan kedua sisi lapangan. Skema ini juga sesuai dengan kebiasaan Shin menggunakan struktur fleksibel yang bisa berubah ketika menyerang dan bertahan.
Persija mempunyai Radovan Pankov, Denis Kolinger, Rizky Ridho, dan Jordi Amat sebagai pilihan bek tengah. Shin dapat memilih tiga pemain berdasarkan kondisi, karakter lawan, serta kebutuhan tim dalam membangun serangan dari belakang.
Pankov membawa pengalaman bersama Red Star Belgrade, Legia Warszawa, Vojvodina, dan sejumlah klub Eropa lainnya. Bek Serbia itu juga menjadi bagian dari skuad negaranya yang menjuarai Piala Dunia U-20 FIFA 2015.
Kolinger menawarkan kekuatan berbeda melalui postur 199 sentimeter dan kemampuannya dalam duel udara. Mantan kapten Lokomotiva Zagreb tersebut juga pernah bermain di Denmark, Rumania, serta kompetisi antarklub UEFA.
Dalam proyeksi tiga bek, Kolinger paling logis ditempatkan di tengah sebagai penjaga area kotak penalti. Pankov dapat bergerak di sisi kanan, sedangkan kecepatan dan kemampuan membaca permainan Rizky Ridho berguna untuk menutup sisi kiri.
Namun, kombinasi itu tidak otomatis menjadi pilihan tetap karena Jordi Amat masih tercatat sebagai bagian dari skuad. Pengalamannya membuat Persija mempunyai opsi rotasi sekaligus pemimpin tambahan ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan besar.
Arhan dan Memija Bisa Berperan sebagai Wing-back
Kedatangan Pratama Arhan dan Kerim Memija memperbesar peluang penggunaan dua wing-back. Keduanya memiliki kemampuan bertahan, energi untuk menyisir sisi lapangan, serta keberanian membantu serangan dari area lebar.
Arhan sudah memahami standar latihan dan tuntutan Shin setelah bekerja sama di Timnas Indonesia. Proses adaptasinya juga terbantu karena ia kembali bertemu Witan Sulaeman, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan.
Pada sisi kiri, Arhan tetap harus bersaing dengan Dony yang tampil konsisten sepanjang musim sebelumnya. Shin mempunyai pilihan berbeda antara lemparan jauh dan pengalaman Arhan atau kecepatan serta agresivitas Dony.
Memija lebih berpeluang menempati sisi kanan setelah dikontrak selama dua musim. Bek Bosnia dan Herzegovina itu memiliki pengalaman bermain di Denmark, Kroasia, serta kompetisi Eropa bersama Zrinjski Mostar.
Dalam fase menyerang, kedua wing-back dapat bergerak tinggi untuk memberikan lebar permainan. Ketika bola hilang, mereka harus segera turun sehingga struktur Persija berubah dari tiga menjadi lima pemain di lini pertahanan.
Pola tersebut menuntut kondisi fisik sangat baik karena Arhan dan Memija harus terus bergerak sepanjang pertandingan. Fokus Shin pada pembangunan kebugaran sejak latihan pertama menjadi relevan dengan kebutuhan taktik semacam itu.
Yoshino Diproyeksikan Menjaga Keseimbangan
Kyohei Yoshino berpotensi menjadi penyeimbang utama di lini tengah, bukan pengganti langsung Ryo Matsumura. Keduanya mempunyai karakter berbeda karena Yoshino lebih dikenal sebagai gelandang pekerja keras, disiplin, dan kuat menjaga struktur permainan.
Pemain berusia 31 tahun itu direkrut dari Cerezo Osaka dengan kontrak dua musim. Sebelumnya, Yoshino pernah memperkuat Tokyo Verdy, Sanfrecce Hiroshima, Vegalta Sendai, Yokohama FC, dan Daegu FC di Korea Selatan.
Dalam skema 3-4-2-1, Yoshino dapat ditempatkan sebagai salah satu dari dua gelandang tengah. Perannya mencakup memutus serangan, membantu aliran bola, dan menutup ruang ketika kedua wing-back maju.
Rayhan Hannan menjadi salah satu calon pasangan karena menawarkan mobilitas dan keberanian membawa bola ke depan. Pilihan lain sangat bergantung pada evaluasi Shin selama pramusim dan kemungkinan tambahan pemain sebelum bursa transfer ditutup.
Kepergian Ryo Matsumura memang mengurangi salah satu sumber kreativitas Persija, tetapi Yoshino tidak memiliki profil identik. Karena itu, tanggung jawab menciptakan peluang kemungkinan lebih banyak dibagi kepada Witan, Rayhan, dan Victor Dethan.
Victor Dethan Menambah Kecepatan Serangan
Victor Dethan memberi pilihan baru untuk sektor sayap dan area di belakang penyerang. Pemain yang direkrut pada 27 Juni 2026 itu mencatat dua gol dan dua assist dalam 24 pertandingan Super League musim sebelumnya.
Dalam formasi 3-4-2-1, Dethan berpeluang ditempatkan sebagai penyerang dalam di belakang ujung tombak. Kecepatan dan pergerakannya dapat digunakan untuk menyerang ruang kosong ketika Persija merebut bola.
Witan Sulaeman menjadi kandidat lain untuk mengisi area tersebut karena telah memahami metode Shin. Mobilitasnya membantu menghubungkan lini tengah dengan serangan, terutama ketika Persija melakukan tekanan sejak wilayah permainan lawan.
Mauro Zijlstra masih tercatat sebagai salah satu penyerang dalam skuad utama. Apabila dimainkan sebagai ujung tombak, ia membutuhkan dukungan cepat dari Witan, Dethan, serta wing-back agar tidak terisolasi di antara bek lawan.
Proyeksi Susunan Pemain Persija
Berdasarkan komposisi sementara, salah satu kemungkinan susunan 3-4-2-1 adalah Aqil Savik; Radovan Pankov, Denis Kolinger, Rizky Ridho; Kerim Memija, Kyohei Yoshino, Rayhan Hannan, Pratama Arhan; Victor Dethan, Witan Sulaeman; Mauro Zijlstra.
Susunan tersebut sepenuhnya masih berupa proyeksi analisis, bukan pilihan resmi Shin Tae-yong. Komposisi dapat berubah berdasarkan kebugaran, performa selama pramusim, pemain tambahan, dan strategi yang dipilih untuk menghadapi lawan tertentu.
Aqil juga belum otomatis menjadi kiper utama meski masuk dalam susunan tersebut. Persija merekrutnya untuk meningkatkan persaingan di bawah mistar setelah ia mencatat 88 penyelamatan dan sembilan clean sheet bersama Bhayangkara pada musim 2025/2026.
Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, dan pemain lain tetap memiliki peluang besar masuk sebelas pertama. Kedalaman skuad memungkinkan Shin melakukan rotasi atau mengubah struktur menjadi empat bek tanpa merombak seluruh susunan pemain.
Kekuatan dan Pekerjaan Rumah Persija
Kekuatan utama Persija berada pada banyaknya pilihan pemain belakang, pengalaman internasional, dan energi di kedua sisi. Kehadiran sejumlah pemain yang pernah bekerja dengan Shin juga dapat mempercepat penerapan kedisiplinan serta metode latihan.
Namun, banyaknya bek berpengalaman belum otomatis menghasilkan pertahanan yang solid. Pankov, Kolinger, dan Memija perlu memahami karakter kompetisi Indonesia sekaligus membangun komunikasi dengan pemain lama.
Persija juga masih membutuhkan solusi kreatif ketika menghadapi lawan yang bertahan rendah. Yoshino memberi keseimbangan, tetapi proses menciptakan peluang akan sangat bergantung pada kombinasi Witan, Rayhan, Dethan, dan kedua wing-back.
Pekerjaan rumah lainnya adalah menjaga intensitas tanpa menguras tenaga pemain terlalu cepat. Program fisik bertahap menjadi penting agar gaya bermain agresif dapat dipertahankan sepanjang musim, bukan hanya pada pertandingan awal.
Formasi tiga bek memang terlihat paling sesuai dengan komposisi sementara Persija, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada evaluasi Shin. Jika adaptasi berjalan baik, Arhan dan Memija dapat menjadi senjata utama dari sisi lapangan, dengan pertahanan berpengalaman sebagai fondasinya.
Scr/Mashable















