Arsenal membantah laporan yang menyebut klub berada dalam ancaman melanggar regulasi finansial UEFA setelah menghabiskan lebih dari £600 juta dalam tiga bursa transfer musim panas terakhir.
Laporan The Athletic mengungkap adanya tekanan bagi Arsenal untuk meningkatkan pemasukan melalui penjualan pemain setelah sejumlah rencana pelepasan pemain tidak menghasilkan biaya transfer sebesar yang sebelumnya diperkirakan.
Dalam laporan tersebut, sejumlah sumber menyebut Arsenal berpotensi mendekati batas squad cost ratio UEFA apabila tidak mampu melakukan penjualan pemain dalam jumlah signifikan. Aturan tersebut membatasi besaran pengeluaran klub untuk skuad, termasuk biaya transfer dan gaji pemain, dibandingkan dengan pendapatan yang diperhitungkan dalam regulasi UEFA.
Namun, Arsenal membantah bahwa kondisi keuangan klub membuat mereka berada dalam risiko melanggar aturan tersebut.
Klub menegaskan bahwa keputusan yang diambil selama bursa transfer didasarkan pada pertimbangan olahraga dan teknis. Arsenal juga menyatakan tidak berada dalam situasi yang memaksa mereka menjual pemain demi menghindari sanksi UEFA.
Pengeluaran besar Arsenal menjadi sorotan setelah klub menghabiskan lebih dari £600 juta untuk mendatangkan pemain dalam tiga musim panas terakhir. Jika penjualan Gabriel Martinelli yang sedang diproses diperhitungkan, pengeluaran bersih klub dalam periode tersebut masih berada di sekitar £400 juta.
Di sisi lain, pemasukan Arsenal juga mengalami pertumbuhan. Akan tetapi, biaya operasional klub meningkat seiring dengan bertambahnya pengeluaran untuk transfer dan gaji pemain.
Situasi tersebut membuat aktivitas penjualan menjadi salah satu aspek penting dalam strategi Arsenal pada bursa transfer musim panas 2026.
Transfer Fofana Ikut Disorot
Isu finansial tersebut turut dikaitkan dengan kegagalan Arsenal merekrut Malick Fofana dari Lyon.
Arsenal sempat melakukan pembicaraan mengenai transfer pemain tersebut sebelum akhirnya tidak melanjutkan proses untuk kesepakatan permanen.
Muncul dugaan bahwa Arsenal tidak dapat memenuhi struktur transfer yang diinginkan Lyon karena keterbatasan yang berkaitan dengan aturan pengeluaran UEFA.
Meski demikian, Arsenal kembali membantah anggapan tersebut. Klub menyebut keputusan untuk tidak melanjutkan transfer Fofana diambil karena alasan teknis, bukan akibat persoalan finansial atau ketakutan terhadap regulasi UEFA.
Fofana kemudian memilih bergabung dengan Sunderland, sementara Arsenal mengakhiri bursa transfer Inggris tanpa menambah pemain menyerang utama yang sebelumnya diincar.
Myles Lewis-Skelly Sempat Dikaitkan dengan Klub Rival
Nama Myles Lewis-Skelly juga muncul dalam laporan mengenai strategi penjualan Arsenal.
Pemain berusia 19 tahun itu disebut sempat ditawarkan kepada Manchester United dan Chelsea melalui seorang perantara ketika Arsenal sedang mencari peluang untuk mendapatkan pemasukan tambahan dari penjualan pemain.
Arsenal menegaskan bahwa mereka tidak pernah secara langsung menawarkan Lewis-Skelly kepada kedua klub tersebut.
Sumber dari Manchester United dan Chelsea memang menyebut adanya pendekatan terkait sang pemain. Namun, Lewis-Skelly sendiri disebut masih berkomitmen untuk bertahan di Arsenal.
Pada akhirnya, pemain jebolan akademi tersebut tetap menjadi bagian dari skuad utama Mikel Arteta.
Martinelli Jadi Transfer Keluar Terbesar
Sementara itu, Gabriel Martinelli berada di ambang kepindahan ke Al Hilal di Saudi Pro League. Penyerang asal Brasil tersebut diperkirakan akan bergabung dengan nilai transfer €70 juta. Jika terealisasi, transaksi itu akan menjadi penjualan pemain termahal dalam sejarah Arsenal.
Sebelumnya, Martinelli menolak tawaran €45 juta dari Galatasaray sebelum peluang pindah ke Arab Saudi muncul.
Keputusan Arsenal untuk tidak memasukkan Martinelli ke dalam skuad Community Shield ketika masa depannya masih belum jelas juga disebut sempat menimbulkan ketidakpuasan di kalangan beberapa pemain senior.
Arteta kemudian melakukan pembicaraan dengan Martinelli untuk menyelesaikan situasi tersebut.
Transfer ke Al Hilal menjadi penting bagi Arsenal karena dapat meningkatkan pemasukan dari aktivitas penjualan pemain setelah klub mengeluarkan dana besar untuk memperkuat skuad.
Arsenal Tetap Aktif Memperkuat Skuad
Terlepas dari isu finansial tersebut, aktivitas transfer Arsenal tetap menghasilkan sejumlah tambahan penting.
Bruno Guimarães didatangkan untuk memperkuat lini tengah, sedangkan Ezri Konsa memberikan opsi tambahan di pertahanan setelah William Saliba mengalami cedera. Christos Tzolis juga menambah pilihan Arteta di sektor serangan.
Namun, Arsenal gagal mendapatkan tambahan penyerang utama yang menjadi salah satu target mereka menjelang penutupan bursa transfer.
Kondisi tersebut membuat strategi transfer Arsenal pada musim panas ini menjadi lebih kompleks. Klub harus menyeimbangkan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas tim dengan upaya mendapatkan pemasukan dari penjualan pemain.
Arsenal menegaskan bahwa mereka tetap mematuhi regulasi UEFA. Meski demikian, besarnya pengeluaran dalam beberapa musim terakhir membuat kemampuan klub menghasilkan pendapatan melalui transfer keluar diperkirakan akan semakin penting.
Dengan bursa transfer berikutnya sudah mulai menjadi perhatian, Arsenal kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan daya saing skuad tanpa mengabaikan tuntutan finansial yang berlaku di kompetisi Eropa.
Scr/Mashable















