Apple disebut tengah menyiapkan jajaran iPhone generasi berikutnya dengan perubahan strategi peluncuran. Selain iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, perusahaan asal Cupertino tersebut dikabarkan akan memperkenalkan ponsel lipat yang kemungkinan membawa nama iPhone Ultra.
Jika bocoran mengenai harga tersebut benar, konsumen harus menyiapkan dana lebih besar untuk mendapatkan perangkat terbaru Apple. Bahkan, harga iPhone Ultra diperkirakan dapat menembus puluhan juta rupiah, jauh di atas banderol iPhone kelas Pro.
Prediksi harga tersebut berasal dari firma riset pasar TrendForce. Dalam proyeksinya, iPhone 18 Pro diperkirakan memiliki harga awal 1.249 hingga 1.299 dollar AS atau sekitar Rp22 juta sampai Rp22,9 juta.
Angka itu menunjukkan potensi kenaikan sekitar 150 hingga 200 dollar AS dibandingkan iPhone 17 Pro yang diperkenalkan dengan harga mulai 1.099 dollar AS.
Kenaikan serupa diperkirakan terjadi pada iPhone 18 Pro Max. Model tersebut disebut-sebut akan dibanderol mulai 1.349 hingga 1.399 dollar AS, setara sekitar Rp23,7 juta sampai Rp24,6 juta.
Sementara itu, perangkat yang paling menarik perhatian adalah iPhone Ultra. Ponsel lipat pertama Apple tersebut diprediksi memiliki harga awal sekitar 2.099 hingga 2.299 dollar AS atau setara Rp37 juta sampai Rp40 juta.
Untuk varian dengan kapasitas penyimpanan tertinggi, harganya bahkan berpotensi mencapai 3.000 dollar AS atau sekitar Rp52 juta.
Biaya Memori Jadi Pemicu
TrendForce menilai meningkatnya harga komponen memori menjadi salah satu faktor utama yang dapat mendorong harga iPhone generasi baru.
Untuk model Pro dengan kapasitas 256 GB, biaya memori pada kuartal III 2026 diperkirakan meningkat hampir 400 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Untuk model Pro dengan kapasitas 256 GB, biaya memori pada kuartal III-2026 diperkirakan naik hampir 400 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata TrendForce dalam laporannya.
Kondisi tersebut turut berdampak pada biaya produksi. Analisis TrendForce lainnya memperkirakan total biaya komponen atau bill of materials (BOM) iPhone Pro 256 GB meningkat sekitar 38 persen secara tahunan.
Meski demikian, Apple disebut tidak akan serta-merta membebankan seluruh peningkatan biaya tersebut kepada konsumen. Perusahaan diperkirakan akan menyerap sebagian kenaikan biaya dengan mengurangi margin keuntungan agar lonjakan harga perangkat tetap terkendali.
Kenaikan harga komponen memori sendiri tidak terlepas dari tingginya permintaan industri teknologi. Pembangunan pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dalam skala besar meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai jenis komponen memori.
iPhone 18 Reguler Menyusul
TrendForce juga memberikan proyeksi mengenai model iPhone 18 reguler. Berbeda dari pola peluncuran Apple selama ini, perangkat tersebut diperkirakan baru diperkenalkan pada 2027, setelah model Pro lebih dulu hadir.
Harga iPhone 18 reguler juga disebut berpotensi naik sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Meski demikian, seluruh angka tersebut masih sebatas prediksi. Apple belum mengonfirmasi harga resmi maupun detail lengkap mengenai iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra.
Untuk pasar Indonesia, harga resmi perangkat nantinya juga dapat berbeda dari konversi langsung dollar AS karena adanya pajak, biaya distribusi, serta kebijakan harga Apple di masing-masing negara.
Kepastian mengenai harga dan spesifikasi jajaran iPhone terbaru akan diketahui setelah Apple mengumumkannya secara resmi.
Scr/Mashable









![Cara Matiin SafeSearch Google di HP dan Laptop. [Pexels/Brett Jordan]](https://hellokepsir.com/storage/2026/08/image-1024x576.png)









