Berpeluang Gabung Timnas Indonesia Jika Dinaturalisasi, Mampukah Ciro Alves ‘Mematahkan Kutukan’ Pendahulunya?

07.11.2025
Berpeluang Gabung Timnas Indonesia Jika Dinaturalisasi, Mampukah Ciro Alves 'Mematahkan Kutukan' Pendahulunya?
Berpeluang Gabung Timnas Indonesia Jika Dinaturalisasi, Mampukah Ciro Alves 'Mematahkan Kutukan' Pendahulunya?

Penyerang asal Brasil, Ciro Alves, dari Klub Malut United menghadapi peluang besar untuk dinaturalisasi, membuka kemungkinan untuk berkontribusi pada serangan Timnas Indonesia di masa mendatang.

Kebijakan naturalisasi pemain asing untuk memperkuat tim nasional bukan lagi hal baru di sepak bola Indonesia. Gelombang ini terus menarik perhatian ketika striker Brasil, Ciro Alves, dari klub Malut United muncul sebagai kandidat cemerlang, yang menjanjikan akan melanjutkan tradisi menggunakan striker kelahiran luar negeri, membuka banyak ekspektasi bagi lini serang tim nasional.

Peluang Ciro Alves untuk bermain di tim nasional Indonesia sepenuhnya terbuka. Berdasarkan peraturan FIFA dan hukum Indonesia, pemain Brasil ini telah memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk mengajukan naturalisasi.

Berdasarkan Pasal 7 peraturan FIFA tentang status bermain untuk tim nasional, seorang pemain harus tinggal di negara tersebut minimal 5 tahun jika ia mulai menetap setelah usia 18 tahun. Adapun Ciro Alves, ia memulai kariernya di Indonesia pada tahun 2019 saat bermain untuk klub Persikabo 1973.

Sejak saat itu, Alves telah meraih kesuksesan yang mengesankan , termasuk dua gelar juara nasional berturut-turut pada musim 2023/2024 dan 2024/2025 bersama Persib Bandung. Pengalaman dan bakatnya tak terbantahkan, terutama karena ia merupakan pemain kunci timnas Brasil U-20 yang menjadi runner-up Piala Dunia U-20 2009.

Saat ini, meskipun berusia 36 tahun, Ciro Alves tetap mempertahankan ketajamannya yang impresif, mencetak 4 gol dalam 10 pertandingan untuk Malut United di Liga Super BRI musim 2025/2026.

Jika proses naturalisasi berhasil, Ciro Alves akan mengikuti jejak para striker asing ternama yang pernah berkiprah di tim nasional Indonesia, salah satu contoh paling umum adalah Ilija Spasojevic. Sejak resmi menjadi warga negara Indonesia, striker asal Montenegro ini diharapkan menjadi mesin pencetak gol andalan tim. Rekornya di turnamen domestik sangat meyakinkan, bahkan ia kerap masuk dalam perebutan Sepatu Emas.

Puncak karier Spasojevic terjadi pada musim 2021/2022, ketika ia memenangkan Sepatu Emas dan membawa Bali United meraih gelar juara. Sebelumnya, ia juga meraih gelar juara bersama Bhayangkara FC (2017) dan Bali United (2019). Namun, meskipun bersinar di level klub, karier Spasojevic di tim nasional terbilang kurang cemerlang . Ia kurang mendapat apresiasi dan hanya tampil 10 kali, tetapi berhasil menyumbang 5 gol.

Sebelum Spasojevic, sepak bola Indonesia telah melahirkan pionir seperti Cristian Gonzales atau Alberto Goncalves. Mereka semua adalah penyerang Amerika Selatan dengan kemampuan mencetak gol yang luar biasa. Meskipun tidak terlalu sukses di level tim nasional, mereka meninggalkan jejak dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi pemain naturalisasi selanjutnya.

Oleh karena itu, kisah Ciro Alves menarik perhatian khusus. Para penggemar menantikan apakah ia dapat mematahkan “kutukan” para pendahulunya, membawa performa gemilang di klub untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada tim nasional.

Tantangan ke depan memang besar, tetapi dengan pengalaman dan kelasnya yang telah teruji, Ciro Alves jelas dapat menjadi bagian penting, membantu lini serang Timnas Indonesia melesat tinggi di ajang internasional mendatang.

Scr/Mashable




Don't Miss