Dunia musik Indonesia baru saja kedatangan suara yang sebenarnya sudah tidak asing bagi penikmat skena Reggae tanah air. REGINARAKI (Regina Rakidewi), penyanyi wanita yang selama ini dikenal sebagai “Sayap Kanan” alias vokal latar andalan unit Ska/Reggae raksasa Monkey Boots, akhirnya memutuskan untuk melangkah ke depan panggung.
Ia secara resmi meluncurkan single perdananya bertajuk “GEMILANG”. Lagu ini sudah tersedia di seluruh gerai digital sejak 7 November 2025 lalu.
Berbeda dengan Monkey Boots yang enerjik, di proyek solonya ini Regina menawarkan nuansa Lovers Rock yang lembut namun tetap groovy. Sebuah sub-genre Reggae yang fokus pada melodi romantis dan ritme santai. Lagu ini diciptakan oleh rekannya sendiri, Tuanjenggo alias Edwin Maulana (Monkey Boots), sebagai representasi rasa rindu yang terasa begitu “gemilang” di hati.
Kekuatan utama “GEMILANG” terletak pada struktur verse-chorus yang sederhana namun memikat. Vokal Regina mengalir mulus di atas harmoni yang dibuka oleh sentuhan organ ethereal, seketika membangun atmosfer yang dreamy. Di sisi produksi, sentuhan Tuanjenggo terasa matang dan terukur; ia memberikan ruang napas lewat jeda yang cerdas, sambil menyelipkan frasa synthesizer dan clavinet di momen yang tepat, berpadu manis dengan bubbling rhythm khas Reggae yang terus bergerak dinamis di dasarnya.
Melalui karakter vokalnya yang khas, Regina berhasil menciptakan suasana intim, membawa pendengar merasakan getaran cinta jarak jauh (LDR) dan harapan untuk bertemu kembali. Ini adalah anthem manis bagi mereka yang sedang menanti.
Namun, di balik lagu yang syahdu ini, siapa sebenarnya sosok Regina? Kami menyodorkan serangkaian pertanyaan cepat ala kuesioner untuk sedikit membedah isi kepalanya—mulai dari asal usul nama, insiden memalukan di Bekasi, dan kenapa Lovers Rock itu sebenernya “enggak menye-menye”.
Q: Nama lo unik. Regina Rakidewi. Asli kelahiran mana sih? Ada cerita khusus enggak di balik nama ‘Rakidewi’?
Asli lahir di Pringsewu, Lampung.
Ada dong! Kebetulan Bokap sengaja ngasih nama singkat dari Rajutan Kisah Dedy-Murwi untuk nama belakang anak pertamanya haha. Meskipun agak maksa tapi enggak apa-apa. Jadilah Rakidewi.
Q: Banyak yang tau lo adalah backing vocal andalan Monkey Boots. Apa momen yang bikin lo mikir: “Oke, gue harus rilis project solo sekarang”?
Hmm, mungkin karna sering naik panggung kali ya, adrenalinnya jadi kepengen: “Kenapa enggak gue coba nyanyi sendiri lagi?” Daripada enggak sama sekali.
Q: Kenapa Lovers Rock? Apa yang bikin sub-genre ini nempel banget di hati lo?
Karena Lovers Rock itu jujur sih buat gue. Isinya justru lebih enggak menye-menye. Kangen bilang kangen, jangan pergi bilang jangan pergi, cinta bilang cinta. Enggak pake basa-basi. Tapi tetep dikemas dengan momen unik soul Jamaica biar lebih santai nikmatin setiap lirik dan musiknya.

Q: “GEMILANG” ditulis sama Edwin (Tuanjenggo). Pas pertama kali denger demonya, apa satu kata yang muncul di kepala lo?
“INI GUE BANGET NIH!” Lirik jadul super simpel, kalo gue kemas jadul sekalian asik kali yaaa.
Q: Lagu ini kan temanya rindu. Jujur-jujuran, lo tipe orang yang kalau lagi kangen berat itu jadi uring-uringan, nangis di pojokan, atau produktif?
Uring-uringan! Jelek banget ya? Gue enggak bisa nahan kangen lama-lama. Bisa meledak soalnya.
Q: Ada ritual khusus enggak sebelum take vocal buat lagu yang mood-nya semanis ini?
Proses diem 15-30 menit dulu, sambil inget momen pas gue lagi kangen-kangennya. Itu ada banget sih, langsung nempel feel-nya haha.
Q: Sebutin 3 lagu Lovers Rock (selain lagu lo sendiri) yang wajib masuk playlist kalau lagi kasmaran!
Gue punya beberapa tapi gue kasih yang ini aja ya:
- Phyllis Dillon – Don’t Stay Away
- Teresa Noda – Tropical Love
- Janet Kay – Loving You
Q: Kalau “GEMILANG” itu makanan, rasanya bakal kayak apa?
Creamy rada asem dikit sih sebenernya. Tapi kalo dikunyah lama-lama sampe setengah porsi, enaknya bakal kuat. Dan bakal lo sikat sampe abis porsinya.

Q: Hal paling absurd atau konyol yang pernah kejadian pas lo lagi di panggung?
Hahaha ini anjir sih. Pernah pas angin gede di Bekasi, gue lagi main sama Monkey Boots, pake kerah slayer gitu. Pas kebetulan gue singkap pas nge-dance, tiba-tiba (kainnya) ke depan muka semua dari belakang. Malunya setengah mampus karna lupa pake peniti. Cuma gue cuek aja lanjut nyanyi sambil joget.
Q: Terakhir. Kenapa orang-orang WAJIB dengerin “GEMILANG” sekarang juga? Jual lagu lo dalam satu kalimat.
Waktu pulang adalah ruang jati dirimu bebas keluar masuk dengan sendirinya, termasuk mendengarkan musik. “Gemilang” bisa hadir untuk melengkapi waktu pulangmu. Tak hanya rindu, “Gemilang” bisa menjadi tubuhmu yang lain untuk bergoyang, sejenak menghabiskan waktu sibuk beberapa menit lalu. (diminta satu kalimaat-malah satu paragraf)
“Selamat datang sayang / kau gemilang bagai bintang / peluk mesra ku kan datang / asmara kau jelang”
VERDICT: “GEMILANG” udah tersedia di semua platform streaming. Kalau lo butuh teman pulang kerja atau sekadar pengen goyang tipis-tipis di kamar sambil mikirin dia yang jauh di sana, play this track immediately.









![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)



![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)





