Apple Dikabarkan Garap AI Pin, Dinilai Tak Sejalan dengan Masalah Utama Siri

26.01.2026
Apple Dikabarkan Garap AI Pin, Dinilai Tak Sejalan dengan Masalah Utama Siri
Apple Dikabarkan Garap AI Pin, Dinilai Tak Sejalan dengan Masalah Utama Siri

Apple kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebut perusahaan asal Cupertino itu tengah mengembangkan wearable AI berbentuk pin.

Perangkat kecil ini disebut akan dilengkapi kamera, mikrofon, speaker, serta sistem pengisian daya nirkabel. Meski masih berada pada tahap awal dan belum tentu dirilis, rumor tersebut memicu perdebatan luas terutama soal arah strategi Apple di era kecerdasan buatan.

Bagi sebagian pengamat teknologi, langkah Apple ini terasa janggal. Di saat banyak pengguna masih menanti peningkatan signifikan pada Siri, Apple justru dikabarkan mengeksplorasi kategori perangkat baru yang sebelumnya gagal di pasar.

AI pin Humane, misalnya, menjadi contoh nyata bagaimana wearable berbasis AI belum tentu menjawab kebutuhan pengguna sehari-hari.

AI Pin Apple: Ambisi Baru atau Respons Panik?

Dilansir dari Engadget (23/01/26), AI pin Apple dirancang sebagai perangkat kecil mirip AirTag, namun dengan kemampuan visual dan audio yang jauh lebih kompleks.

Dua kamera disebut akan menangkap lingkungan sekitar, sementara mikrofon dan speaker memungkinkan interaksi berbasis suara, kemungkinan besar terhubung langsung dengan versi baru Siri yang dikabarkan akan mengadopsi gaya chatbot seperti ChatGPT.

Namun pertanyaannya, apakah Apple benar-benar membutuhkan AI pin? Ekosistem Apple saat ini sudah dipenuhi perangkat yang mampu menjalankan fungsi serupa—mulai dari iPhone, Apple Watch, hingga AirPods.

Bahkan, Apple Watch versi seluler sudah cukup mandiri untuk menjalankan perintah suara, menerima panggilan, dan mengirim pesan tanpa iPhone.

Alih-alih menghadirkan pengalaman baru yang revolusioner, AI pin justru berpotensi menjadi duplikasi fungsi yang kurang relevan bagi sebagian besar pengguna.

Tantangan Privasi dan Penerimaan Publik

Isu lain yang tak kalah penting adalah privasi. AI pin dengan kamera yang selalu aktif berpotensi memicu kekhawatiran publik, mirip dengan respons negatif terhadap kacamata pintar Meta Ray-Ban.

Beberapa tempat bahkan telah melarang penggunaan perangkat wearable berkamera karena dianggap sebagai alat pengawasan terselubung.

Apple memang dikenal vokal soal privasi pengguna, tetapi memperkenalkan perangkat yang secara visual tidak selalu jelas kapan merekam bisa menjadi tantangan besar dari sisi komunikasi dan kepercayaan publik. Bahkan jika Apple menambahkan indikator perekaman, potensi penyalahgunaan tetap ada.

Siri dan Apple Intelligence Masih Jadi PR Besar

Di tengah rumor AI pin, Apple sebenarnya masih memiliki pekerjaan rumah yang lebih mendesak: meningkatkan kualitas Siri. Pembaruan besar Siri berbasis AI sempat tertunda, sementara peluncuran awal Apple Intelligence dinilai belum konsisten dan masih rawan kesalahan.

Ironisnya, Apple juga dikabarkan akan mengandalkan Google Gemini dan kemitraan dengan OpenAI untuk menopang kemampuan AI-nya, alih-alih sepenuhnya mengandalkan model internal.

Hal ini menimbulkan kesan bahwa Apple masih mengejar ketertinggalan dalam persaingan AI, berbeda dengan pendekatannya yang biasanya matang dan penuh perhitungan.

AI Hardware: Tren atau Gelembung?

Dalam beberapa tahun terakhir, industri teknologi tampak terobsesi pada perangkat AI standalone. Mulai dari AI pin, kacamata pintar, hingga wearable eksperimental lainnya. Namun sejauh ini, belum ada produk yang benar-benar berhasil mengubah kebiasaan pengguna secara massal.

Jika AI pin Apple benar-benar meluncur pada 2027 seperti yang dirumorkan, langkah tersebut bisa menjadi pertaruhan besar. Apalagi Apple dikenal berhati-hati masuk ke kategori baru bahkan perusahaan ini belum merilis ponsel lipat atau smart ring, meski tren tersebut sudah lama berkembang.

Scr/Mashable




Don't Miss