Apple tampaknya sedang bersiap untuk mengguncang pasar laptop dunia dengan menghadirkan varian MacBook terbaru yang lebih inklusif bagi kantong pelajar maupun profesional muda.
Rumor paling panas yang berhembus dari laporan Mark Gurman di Bloomberg yang dikutip Engadget, Rabu (18/2/2026), menyebutkan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino ini berencana merilis MacBook versi hemat pada sebuah acara khusus di bulan Maret mendatang.
Fokus utamanya bukan sekadar pada harga yang lebih kompetitif, melainkan pada keberanian Apple menghadirkan palet warna yang lebih ekspresif dan segar, melampaui batas warna monokrom yang selama ini menjadi identitas kaku lini laptop premium mereka.
Pilihan palet warna ini diprediksi akan menjadi daya tarik utama sekaligus dilema manis bagi calon pembeli. Apple dilaporkan tengah bereksperimen dengan nuansa kuning muda, hijau muda, biru, hingga merah muda yang mencolok untuk memberikan kesan playful namun tetap elegan.
Tentu saja, opsi klasik seperti perak dan abu-abu gelap tetap dipertahankan bagi mereka yang menyukai gaya minimalis. Langkah ini seolah mempertegas arah desain Apple yang mulai berani “bermain warna”, serupa dengan transformasi iMac tahun 2024 yang hadir dengan tujuh pilihan warna ceria serta pergeseran tren space gray ke sky blue pada lini MacBook Air terakhir.
Di balik tampilan luar yang memikat, strategi harga menjadi poin krusial yang paling dinanti oleh para fanboy Apple di seluruh dunia. MacBook teranyar ini diprediksi akan dibanderol pada rentang harga agresif antara $699 hingga $799, atau jika dikonversi secara kasar berada di angka 10 hingga 12 jutaan rupiah.
Angka ini terbilang sangat kompetitif untuk standar laptop Apple, mengingat biasanya perangkat MacBook baru jarang menyentuh level harga tersebut. Penurunan harga ini merupakan upaya strategis Apple untuk memperluas pangsa pasar di sektor edukasi dan perusahaan yang selama ini didominasi oleh perangkat berbasis Windows atau ChromeOS.
Demi menekan harga tanpa mengorbankan performa secara ekstrem, Apple kabarnya melakukan langkah berani dengan menyematkan chipset yang awalnya dirancang untuk ekosistem iPhone. Penggunaan chip A18 Pro yang dibuktikan kegarangannya pada iPhone 16 Pro Max, diprediksi akan menjadi otak utama MacBook murah ini.
Meskipun ada ekspektasi mengenai adanya penyesuaian pada jumlah port, kapasitas memori, atau teknologi layar, transisi ke arsitektur chip mobile ini menjanjikan efisiensi daya yang luar biasa namun tetap tangguh untuk produktivitas harian yang intens.
Satu hal yang menarik adalah komitmen Apple untuk tidak memberikan kesan “murahan” pada produk ekonomis mereka. Berbeda dengan produsen lain yang mungkin beralih ke material plastik demi memangkas biaya produksi, Apple dilaporkan tetap setia menggunakan material aluminium.
Mark Gurman menyebutkan bahwa perusahaan sedang menguji proses manufaktur baru yang lebih efisien untuk menciptakan bodi metal tersebut. Dengan demikian, pengguna tetap akan mendapatkan build quality premium yang kokoh dan dingin khas MacBook, meski membelinya dengan harga yang jauh lebih miring.
Integrasi antara estetika warna yang kekinian, performa chip papan atas, dan bodi aluminium ini menjadikan Maret sebagai bulan yang paling dinantikan bagi para pencari laptop baru.
Scr/Mashable




















