BlackBerry Bangkit Lewat Otomotif dan Keamanan Siber

19.08.2026
BlackBerry Bangkit Lewat Otomotif dan Keamanan Siber
BlackBerry Bangkit Lewat Otomotif dan Keamanan Siber

Hampir satu dekade setelah resmi meninggalkan bisnis telepon seluler, BlackBerry kini mencatatkan babak baru dalam sejarahnya. Bukan lewat ponsel dengan keyboard fisik yang legendaris, melainkan melalui penguasaan di sektor perangkat lunak (software) otomotif dan teknologi keamanan tingkat tinggi.

Perusahaan asal Kanada ini telah berhasil melakukan transformasi bisnis yang dramatis. BlackBerry yang dahulu sempat berada di ambang kebangkrutan akibat gempuran smartphone layar sentuh, kini bertransformasi menjadi penyedia platform teknologi vital bagi industri global.

Kebangkitan BlackBerry ditandai dengan pencapaian arus kas (cash flow) positif pada kuartal pertama tahun 2026 ini. Rekor finansial ini menjadi indikator stabilitas keuangan perusahaan—sesuatu yang belum pernah mereka raih di awal tahun fiskal sejak 2017 lalu.

Di pasar saham, nilai saham BlackBerry melesat hingga 150% dalam setahun terakhir, merangkak naik hingga menembus kapitalisasi pasar sekitar US$5,2 miliar (sekitar Rp92,7 triliun). Bahkan saat pengumuman laporan keuangan pada Juni lalu, saham perusahaan sempat melompat drastis hingga 20% dalam sehari.

“Kami telah melewati masa transisi dan kini resmi memasuki fase pertumbuhan,” ujar Chief Executive Officer (CEO) BlackBerry, John Giamatteo, dari kantor pusatnya di Waterloo, Kanada.

Dua pilar utama yang menjadi mesin penggerak kebangkitan ini adalah sistem operasi QNX dan platform keamanan Secusmart. Langkah strategis mengakuisisi QNX senilai US$200 juta pada 2010 serta mencaplok penyedia teknologi enkripsi asal Jerman, Secusmart, empat tahun setelahnya kini membuahkan hasil manis.

Saat ini, lini bisnis QNX menyumbang sekitar 50% dari total pendapatan perusahaan. Sistem operasi ini tak hanya tertanam di mayoritas mobil modern dunia, tetapi juga digunakan pada perangkat medis, robot komersial, hingga industri penerbangan dan pertahanan. BlackBerry juga memperluas kemitraan dengan Nvidia untuk menyuplai software QNX pada sistem robotik otonom dan otomatisasi industri.

Sementara itu, layanan pesan tersandi Secusmart yang berstandar militer NATO kini digunakan oleh 20 pemerintah negara serta bank-bank papan atas dunia. Transformasi BlackBerry ini dinilai mirip dengan jejak Nokia yang bangkit kembali lewat bisnis infrastruktur pusat data dan komputasi awan.

Masa Kejayaan yang Sirna akibat Salah Prediksi

Bagi generasi 2000-an, BlackBerry adalah simbol status sosial. Di puncak kejayaannya, ponsel berkeyboard QWERTY ini sangat digandrungi, bahkan mantan Presiden AS Barack Obama hingga bintang Hollywood seperti Brad Pitt dan Angelina Jolie enggan berpaling darinya. Kala itu, BlackBerry menguasai 20% pangsa pasar ponsel dunia dengan nilai perusahaan mencapai US$83 miliar.

Namun, kejayaan tersebut runtuh seketika saat Apple meluncurkan iPhone pertama yang mengusung layar sentuh dan ekosistem aplikasi.

Dalam buku “Losing the Signal: The Untold Story Behind the Extraordinary Rise and Spectacular Fall of BlackBerry”, diungkapkan bagaimana jajaran eksekutif BlackBerry saat itu salah meremehkan ancaman. Co-Founder sekaligus CEO BlackBerry kala itu, Mike Lazaridis, menilai iPhone bukanlah ancaman nyata.

“Jaringan seluler akan kolaps jika semua orang mengunduh data seperti yang dilakukan pengguna iPhone,” ujar Lazaridis saat itu, sebuah prediksi keliru yang harus dibayar mahal dengan hancurnya bisnis perangkat keras mereka.

Kendati demikian, Scott Morrison, pendiri sekaligus Chief Investment Officer Wealhouse Capital di Toronto, menilai keputusan BlackBerry beralih fokus ke software belasan tahun lalu adalah langkah tepat yang menyelamatkan mereka dari kepunahan.

“Saya tidak melihat kembalinya BlackBerry sebagai sebuah kebetulan. Anda membuat keberuntungan Anda sendiri,” kata Morrison.

Bagi BlackBerry, kebangkitan ini bukanlah tentang menghadirkan kembali ponsel jadul yang membesarkan nama mereka, melainkan kisah sukses sebuah perusahaan yang berani melepas identitas lama demi menjadi fondasi utama teknologi masa depan.

Scr/Mashable




Don't Miss