Bukan Sekadar AI, Lintasarta Berdayakan UMKM & Revitalisasi Surau Pasca Bencana

13.03.2026
Bukan Sekadar AI, Lintasarta Berdayakan UMKM & Revitalisasi Surau Pasca Bencana
Bukan Sekadar AI, Lintasarta Berdayakan UMKM & Revitalisasi Surau Pasca Bencana

Di tengah akselerasi teknologi kecerdasan buatan, Lintasarta membuktikan bahwa kemajuan digital harus berjalan beriringan dengan kemanusiaan.

Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, Lintasarta sukses menggelar rangkaian program sosial bertajuk “Learning to Care & Action to Share” sepanjang Ramadan 1447 H.

Inisiatif ini berhasil menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat di lima kota besar, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, hingga Aceh.

Program ini bukan sekadar bantuan musiman, melainkan komitmen Lintasarta dalam membangun ekosistem digital yang humanis.

Director & Chief Financial Officer Lintasarta, Hariyadi Ramelan, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum untuk memperkuat empati perusahaan.

“Kami percaya transformasi digital nasional harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga pelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Revitalisasi Surau: Memulihkan Pusat Kehidupan Masyarakat

Salah satu pilar utama aksi ini adalah program “Surau Kita Berdaya”, hasil kolaborasi apik dengan IOH. Lintasarta fokus memulihkan fasilitas ibadah yang terdampak bencana, seperti penyaluran bantuan di Mushola Al-Ikhsan, Aceh Tamiang.

Tak hanya di Aceh, langkah revitalisasi juga menyentuh Masjid Abu Bakar As-Sidiq di Maros, Mushola Mansaul Ridho 2 di Tuban, hingga Mushola Al Ikhlas di Purwodadi. Tujuannya jelas: mengembalikan fungsi rumah ibadah sebagai pusat interaksi sosial dan spiritual warga.

Warung Berkah: Jurus Jitu Gerakkan Ekonomi Lokal

Tak hanya soal infrastruktur ibadah, Lintasarta juga terjun langsung menggerakkan roda ekonomi bawah melalui Warung Berkah Ramadan. Program ini menggandeng pelaku UMKM dan warung makan lokal untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi kaum dhuafa dan anak yatim.

  • Surabaya: 350 penerima manfaat.
  • Makassar: 300 penerima manfaat.
  • Yogyakarta: 250 penerima manfaat.

Strategi ini terbukti efektif memberikan efek domino bagi pendapatan pedagang kecil sekaligus meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

Investasi Masa Depan Melalui Edukasi Lingkungan

Menariknya, Lintasarta juga menyisipkan nilai ekologis melalui program Recycle & Reuse. Di Jakarta, sebanyak 45 anak yatim diajak untuk belajar mengolah sampah dan berkreasi dengan barang bekas.

Inisiatif ini menjadi langkah preventif untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, agar generasi mendatang tidak hanya melek teknologi, tapi juga peduli pada bumi.

Apresiasi untuk Para “Laskar” Lintasarta

Sebagai penutup rangkaian Safari Ramadan, Lintasarta memberikan apresiasi khusus bagi para Laskar, sebutan akrab karyawan Lintasarta, yang tetap bersiaga menjaga keandalan layanan digital perusahaan selama libur Idul Fitri.

Hal ini memastikan bahwa transformasi digital berbasis AI yang diusung Lintasarta tetap berjalan mulus bagi seluruh pelanggan tanpa gangguan.

Dengan total bantuan bagi 11 masjid/surau serta dukungan bagi ribuan jiwa, Lintasarta menegaskan posisinya bukan sekadar penyedia solusi ICT, melainkan mitra strategis pembangunan bangsa yang mengedepankan keseimbangan antara teknologi mutakhir dan kontribusi sosial yang tulus.

Scr/Mashable




Don't Miss