Canva resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia dalam upaya mempercepat pengembangan talenta digital nasional.
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital.
Kemitraan antara platform desain visual global dan pemerintah Indonesia ini menandai komitmen bersama dalam menghadirkan akses keterampilan digital yang inklusif, mudah dipelajari, dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Fokus utamanya adalah memberdayakan generasi muda, pelaku UMKM, pendidik, hingga pekerja kreatif di seluruh penjuru Indonesia.
Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menyampaikan dalam kata sambutannya, “Di tahun 2025 ada 1 miliar desain yang lahir baru dari Canva. Kegiatan hari ini adalah bentuk kerjasama Komdigi dengan Canva untuk menguatkan literasi digital kepada banyak masyarakat dan untuk meningkatkan kreativitas digital. Saya mengucapkan terima kasih karena Canva juga membantu Komdigi untuk mencapai prinsip kedua yaitu pertumbuhan dari kerangka strategis Komdigi, ‘Terhubung, Tumbuh, Terjaga’,” ujarnya.
Kolaborasi Canva dan Komdigi Dorong Literasi Digital Nasional
Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, kebutuhan akan keterampilan komunikasi visual semakin tinggi.
Canva, sebagai platform desain berbasis cloud yang telah digunakan jutaan pengguna di Indonesia, melihat potensi besar dalam mendukung agenda nasional pengembangan talenta digital.
Melalui kolaborasi ini, Canva dan Komdigi menghadirkan berbagai program pelatihan, edukasi, serta akses teknologi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan praktis masyarakat.
Mulai dari desain presentasi profesional, konten media sosial, hingga materi pemasaran digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.
“Di Canva, kami percaya bahwa kreativitas adalah sarana yang luar biasa dalam membuka peluang,” ujar Stefani Herlie, Country Manager Canva Indonesia.
“Kerjasama ini mempertemukan alat komunikasi visual Canva yang mudah digunakan dan didukung teknologi AI dengan visi nasional Komdigi dalam membantu lebih banyak masyarakat Indonesia mengembangkan keterampilan digital yang praktis, mengekspresikan ide secara jelas, serta tampil percaya diri di tengah ekonomi digital yang terus berkembang”, imbuhnya.
Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan angkatan kerja digital yang kompetitif secara global, tanpa meninggalkan prinsip pemerataan akses di daerah.
Fokus pada Kreativitas, Keterampilan Praktis, dan Akses Inklusif
Salah satu keunggulan utama kerja sama ini adalah pendekatan yang menitikberatkan pada praktik langsung dan kreativitas.
Tidak hanya teori, peserta program didorong untuk langsung menghasilkan karya visual yang dapat digunakan secara nyata, baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, maupun personal branding.
Canva menyediakan alat desain yang ramah pemula namun tetap powerful bagi profesional. Sementara itu, Komdigi berperan dalam memperluas jangkauan program agar dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk di wilayah non-perkotaan.
Dengan kombinasi tersebut, kolaborasi ini diharapkan mampu menutup kesenjangan keterampilan digital dan membuka peluang ekonomi baru berbasis kreativitas.
Dampak Positif bagi UMKM dan Generasi Muda
Bagi pelaku UMKM, penguasaan desain visual menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing produk di pasar digital. Melalui kemitraan ini, pelaku usaha kecil dapat belajar membuat materi promosi yang menarik tanpa harus bergantung pada jasa desain mahal.
Sementara itu, bagi generasi muda dan pencari kerja, keterampilan desain dan komunikasi visual kini menjadi nilai tambah penting di berbagai industri, mulai dari pemasaran digital, media, teknologi, hingga pendidikan.
Kolaborasi Canva dan Komdigi juga mendorong lahirnya talenta kreatif lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kerja sama ini bukan sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang berkelanjutan.
Dengan dukungan teknologi, kebijakan pemerintah, dan partisipasi masyarakat, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat talenta digital di kawasan Asia Tenggara.
Scr/Mashable

















