Krisis semikonduktor global kembali memukul industri teknologi. Kali ini, Sony resmi mengumumkan penghentian sementara penjualan sejumlah kartu memori CFexpress dan SD akibat keterbatasan pasokan chip.
Kebijakan ini tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi juga berdampak secara global, termasuk pasar Amerika Serikat yang kini menunjukkan status stok kosong untuk produk-produk tersebut.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan pada rantai pasok teknologi masih jauh dari kata pulih, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan chip untuk berbagai sektor.
Dampak Langsung bagi Fotografer dan Videografer
Penghentian penjualan ini tentu membawa dampak signifikan, khususnya bagi fotografer profesional dan videografer yang mengandalkan kartu memori berperforma tinggi untuk pekerjaan mereka.
Produk seperti CFexpress dan SD card dari Sony dikenal memiliki kecepatan tinggi dan stabilitas yang dibutuhkan untuk kebutuhan shooting, mulai dari acara pernikahan hingga produksi video profesional.
Dengan stok yang terbatas, para kreator konten berpotensi menghadapi kesulitan dalam mendapatkan media penyimpanan yang kompatibel, terutama untuk kamera kelas profesional yang membutuhkan standar tertentu.
Daftar Produk Sony yang Terdampak
Sony mengonfirmasi bahwa sejumlah lini kartu memori yang terkena dampak penghentian sementara ini meliputi:
CFexpress Type A:
- CEA-G1920T
- CEA-G960T
- CEA-G480T
- CEA-G240T
CFexpress Type B:
SDXC/SDHC:
- SF-G256T
- SF-G128T
- SF-G64T
- SF-M512T
- SF-M256T
- SF-M128T
- SF-E256
- SF-E128A
- SF-E64A
Produk-produk ini selama ini menjadi pilihan utama bagi pengguna kamera profesional karena kecepatan baca/tulis yang tinggi dan keandalan dalam berbagai kondisi.
Penyebab Utama: Lonjakan Permintaan Chip untuk AI
Krisis ini dipicu oleh meningkatnya permintaan semikonduktor secara global, terutama dari sektor Artificial Intelligence (AI). Pembangunan data center AI dalam skala besar membutuhkan pasokan besar untuk CPU, GPU, dan memori, sehingga produsen chip memprioritaskan kebutuhan tersebut.
Selain itu, kondisi geopolitik global juga ikut memperburuk situasi. Konflik yang terjadi di Timur Tengah berdampak pada pasokan energi seperti minyak dan gas, yang berperan penting dalam proses produksi semikonduktor.
Kenaikan biaya energi dan logistik membuat produsen chip harus menyesuaikan strategi produksi mereka.
Akibatnya, banyak perusahaan teknologi, termasuk Sony, harus melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara produksi atau distribusi produk tertentu.
Efek Domino ke Industri Teknologi
Krisis semikonduktor ini sebenarnya sudah terasa sejak beberapa tahun terakhir dan kini kembali memberikan dampak nyata. Harga berbagai perangkat seperti komputer, smartphone, hingga konsol game juga sempat mengalami kenaikan akibat keterbatasan pasokan komponen.
Dengan adanya penghentian penjualan kartu memori ini, bukan tidak mungkin harga produk serupa dari brand lain juga akan ikut terdorong naik karena tingginya permintaan di tengah pasokan terbatas.
Sekadar saran bagi para pengguna kamera, terutama profesional, kondisi ini menjadi momen penting untuk lebih bijak dalam mengelola perangkat penyimpanan. Jika masih memiliki stok kartu memori yang cukup, sebaiknya dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, bagi yang sedang berencana membeli, ada baiknya mempertimbangkan alternatif dari brand lain atau membeli sebelum stok semakin langka di pasaran.
Scr/Mashable


















