Lampaui Usain Bolt, Robot Humanoid Asal Tiongkok Tembus Kecepatan 45 Km/Jam

20.08.2026
Lampaui Usain Bolt, Robot Humanoid Asal Tiongkok Tembus Kecepatan 45 Km/Jam
Lampaui Usain Bolt, Robot Humanoid Asal Tiongkok Tembus Kecepatan 45 Km/Jam

Produsen teknologi asal Tiongkok, Unitree, kembali menghentak panggung teknologi global usai memamerkan prototipe robot humanoid terbarunya yang diberi nama Superman. Robot ini diklaim mampu berlari hingga kecepatan 45,6 km/jam (12,66 m/detik)—melampaui catatan kecepatan puncak manusia tercepat di dunia, Usain Bolt (12,4 m/detik).

Tak hanya kemampuan berlari cepat, Unitree juga mengklaim robot Superman sanggup melompat secara vertikal setinggi 2 meter dari posisi berdiri diam. Menariknya, pencapaian ekstrem ini dikembangkan hanya dalam kurun waktu tiga bulan.

Kendati demikian, laporan dari Business Insider menyebutkan bahwa klaim kecepatan tersebut belum diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.

Perbandingan dengan rekor dunia Usain Bolt juga perlu dipahami secara proporsional:

Usain Bolt: Mencetak rekor dunia lari 100 meter dengan catatan waktu 9,58 detik di Berlin pada 2009. Angka 12,4 m/detik merupakan kecepatan puncak (top speed) dalam interval jarak tertentu di tengah perlombaan.

Robot Superman: Angka 12,66 m/detik juga merupakan klaim kecepatan puncak maksimum buatan pabrikan. Belum ada pembuktian apakah robot ini mampu mempertahankan kecepatan konstan tersebut sepanjang lintasan 100 meter penuh.

Andai kata robot Superman sanggup menjaga konsistensi kecepatan 12,66 m/detik dari titik awal hingga akhir, maka ia secara teoritis mampu menuntaskan jarak 100 meter hanya dalam waktu 7,9 detik.

Dari segi visual, desain Superman sangat berfokus pada dinamika gerak ketimbang estetika. Memiliki kaki yang panjang dan struktur rangka minimalis, robot ini memang dirancang khusus untuk mengejar kecepatan serta kelincahan fisik, ketimbang menyelesaikan pekerjaan rumit sehari-hari.

Saham Melesat 460% di Pasar Modal

Unitree memang dikenal rutin memamerkan aksi robotik ekstrem mulai dari menari, salto, hingga peragaan seni bela diri. Salah satu produk populernya, robot G1, saat ini dipasarkan mulai dari harga US$13.500 (sekitar Rp239 juta) dengan bobot 35 kg dan tinggi 1,32 meter.

Namun, kemampuan atraktif di atas panggung belum tentu menjamin kesiapan robot humanoid untuk penggunaan massal di dunia nyata.

“Sebagian besar pendapatan Unitree masih bersumber dari kebutuhan riset dan peragaan. Penerapan secara luas di industri nyata masih menjadi tanda tanya besar,” ujar Wang Zhuo, pengamat dari Shanghai Zhuozhu Investment Management.

Meski demikian, pengumuman prototipe ini menjadi angin segar bagi aksi korporasi Unitree. Saham perusahaan resmi melantai (IPO) di bursa STAR Market Thượng Hải pada 19 Agustus.

Ditetapkan pada harga penawaran awal 150,8 Yuan, saham Unitree meroket hingga 460% dan ditutup di level 845 Yuan per lembar pada hari perdana perdagangan. Hasil manis tersebut melontarkan nilai kapitalisasi pasar (market cap) perusahaan hingga menembus angka fantastis sekitar US$50 miliar (sekitar Rp886 triliun).

Scr/Mashable




Don't Miss