Persaingan platform media sosial berbasis teks memasuki babak baru. Threads, layanan milik Meta, untuk pertama kalinya tercatat memiliki jumlah pengguna harian global di perangkat mobile yang lebih besar dibandingkan X (sebelumnya Twitter).
Data ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam lanskap media sosial global, terutama di luar Amerika Serikat.
Berdasarkan estimasi terbaru dari perusahaan analitik Similarweb yang dikutip Forbes, Threads mencatat rata-rata sekitar 143 juta pengguna aktif harian global di perangkat mobile pada awal Januari 2026.
Angka tersebut melampaui X yang berada di kisaran 126 juta pengguna harian mobile di periode yang sama.
Capaian ini menandai tonggak penting bagi Threads, yang relatif masih berusia muda dibandingkan X, namun menunjukkan pertumbuhan agresif berkat integrasinya dengan ekosistem Meta, termasuk Instagram.
Pertumbuhan Threads Melaju Kencang, X Alami Penurunan
Data Similarweb juga menyoroti kontras tajam dalam tren pertumbuhan kedua platform. Secara tahunan (year-on-year), Threads tumbuh 37,8 persen dalam jumlah pengguna aktif harian mobile. Sebaliknya, X justru mengalami penurunan 11,9 persen pada periode yang sama.
Lonjakan ini mengindikasikan bahwa Threads tidak hanya menarik pengguna baru, tetapi juga mampu mempertahankan keterlibatan pengguna di tengah persaingan ketat media sosial global.
Strategi Meta yang menempatkan Threads sebagai perpanjangan dari Instagram, dengan sistem login terintegrasi dan rekomendasi lintas platform, dinilai berperan besar dalam akselerasi pertumbuhan tersebut.
Sementara itu, X masih menghadapi tantangan serius sejak berada di bawah kepemilikan Elon Musk, mulai dari perubahan kebijakan moderasi, dinamika iklan, hingga kontroversi produk berbasis AI.
X Masih Unggul di Amerika Serikat
Meski kalah secara global di ranah mobile, X masih mempertahankan keunggulan tipis di Amerika Serikat. Similarweb memperkirakan bahwa pada awal Januari, X memiliki sekitar 21,2 juta pengguna aktif harian mobile di AS, sedikit di atas Threads yang berada di angka 19,5 juta pengguna.
Namun, tren pertumbuhannya kembali menunjukkan cerita berbeda. Penggunaan Threads di AS melonjak hampir 42 persen dalam setahun, jauh melampaui pertumbuhan X yang hanya sekitar 18 persen.
Dengan laju pertumbuhan seperti ini, banyak analis memperkirakan Threads berpotensi menyalip X di pasar AS dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Desktop Masih Jadi Benteng Terakhir X
Jika bicara lintas perangkat, X masih memiliki keunggulan besar di platform desktop. Secara global, X tercatat menarik sekitar 150 juta kunjungan atau pengguna harian di desktop, menjadikannya jauh lebih dominan dibanding Threads yang kehadiran web-nya masih relatif kecil, dengan sekitar 9 juta pengguna harian.
Kesenjangan ini menunjukkan bahwa X masih kuat di segmen pengguna profesional, media, dan komunitas yang mengandalkan desktop untuk konsumsi berita real-time dan diskusi panjang. Sementara itu, Threads saat ini lebih berfokus pada pengalaman mobile-first yang santai dan terintegrasi dengan gaya visual Instagram.
Bluesky Ikut Disorot, Tapi Justru Menurun
Forbes juga mengungkap data Similarweb terkait Bluesky, platform media sosial berbasis teks lain yang didirikan oleh pendiri Twitter, Jack Dorsey. Setelah membuka pendaftaran secara luas pada 2024, Bluesky kini tercatat memiliki sekitar 3,6 juta pengguna aktif harian mobile.
Namun, angka tersebut justru mencerminkan penurunan tajam sebesar 44,4 persen secara tahunan. Dorsey sendiri telah meninggalkan dewan Bluesky pada pertengahan 2024 dan kemudian mengkritik platform tersebut, dengan menyatakan bahwa Bluesky “mengulangi kesalahan yang sama seperti yang pernah kami lakukan di Twitter.”
Penurunan ini memperlihatkan betapa sulitnya mempertahankan momentum di pasar media sosial, meskipun didukung nama besar dan ide desentralisasi yang sempat menarik perhatian publik.
Kontroversi Grok Bayangi X
Di saat Threads terus tumbuh, X kembali terseret kontroversi terkait Grok, chatbot AI besutan xAI. Grok dilaporkan sempat digunakan untuk memanipulasi foto perempuan menjadi gambar tidak senonoh tanpa persetujuan, termasuk dalam beberapa kasus yang melibatkan gambar anak di bawah umur.
Tekanan publik yang masif memaksa X mengambil langkah pembatasan, termasuk menonaktifkan fitur pembuatan gambar bagi pengguna non-berlangganan dan memperketat aturan jenis konten visual yang dapat dihasilkan. Tindakan ini dilakukan setelah Grok disebut telah menghasilkan puluhan ribu gambar bermasalah dan setelah Jaksa Agung California meluncurkan penyelidikan resmi.
Kontroversi ini semakin memperumit upaya X untuk mempertahankan kepercayaan pengguna dan pengiklan, di tengah kompetisi ketat dengan Threads dan platform lain.
Jika tren pertumbuhan saat ini berlanjut, Threads berpotensi menjadi platform dominan di segmen mobile, sementara X harus berjuang mempertahankan relevansinya, terutama di tengah sorotan negatif dan perubahan strategi yang terus berlangsung.
Scr/Mashable
















