Update Keamanan Windows 11 Picu Bug Fatal, Shutdown Gagal di Sejumlah Perangkat

21.01.2026
Update Keamanan Windows 11 Picu Bug Fatal, Shutdown Gagal di Sejumlah Perangkat
Update Keamanan Windows 11 Picu Bug Fatal, Shutdown Gagal di Sejumlah Perangkat

Microsoft kembali harus bergerak cepat setelah pembaruan keamanan Windows edisi Januari 2026 memicu masalah serius pada sejumlah perangkat.

Update yang sejatinya dirilis untuk meningkatkan perlindungan sistem justru menyebabkan sebagian pengguna Windows 11 tidak bisa mematikan atau menghibernasi perangkat mereka, dan hanya bisa melakukan restart.

Menanggapi situasi tersebut, Microsoft merilis pembaruan darurat yang bertujuan memperbaiki dua bug krusial sekaligus, yakni masalah gagal shutdown di Windows 11 serta gangguan login jarak jauh yang berdampak pada pengguna Windows 10 dan Windows 11.

Langkah ini menunjukkan bahwa Microsoft mengakui tingkat keparahan bug yang muncul, mengingat out-of-band update biasanya hanya dikeluarkan untuk masalah yang berpotensi mengganggu produktivitas dan keamanan pengguna secara luas.

Masalah Shutdown Gagal di Windows 11

Salah satu bug paling mengganggu dari update keamanan Januari 2026 adalah ketidakmampuan Windows 11 untuk benar-benar mati saat pengguna memilih opsi Shut Down atau Hibernate. Dalam banyak kasus, perangkat justru melakukan restart otomatis, seolah-olah perintah mati diabaikan oleh sistem.

Microsoft menjelaskan bahwa masalah ini khusus memengaruhi perangkat Windows 11 yang mengaktifkan fitur Secure Launch.

Secure Launch sendiri merupakan lapisan keamanan yang dirancang untuk melindungi komputer dari serangan tingkat firmware saat proses booting berlangsung.

Fitur ini umumnya digunakan pada perangkat modern dengan standar keamanan tinggi, terutama di lingkungan enterprise dan profesional.

Ironisnya, justru fitur keamanan inilah yang menjadi pemicu bug setelah update terbaru diterapkan. Akibatnya, pengguna tidak hanya terganggu dari sisi kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengalami risiko lain seperti konsumsi daya berlebih dan proses sistem yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Login Jarak Jauh Ikut Terganggu

Selain masalah shutdown, Microsoft juga mengonfirmasi adanya bug lain yang membuat pengguna Windows 10 dan Windows 11 gagal masuk ke perangkat melalui aplikasi koneksi jarak jauh.

Masalah ini sangat berdampak bagi pekerja remote, administrator IT, dan pengguna bisnis yang mengandalkan Remote Desktop atau aplikasi sejenis untuk mengakses komputer dari lokasi berbeda.

Dalam halaman “Known Issues”, Microsoft menjelaskan bahwa kegagalan ini disebabkan oleh error pada credential prompt, di mana sistem tidak dapat memverifikasi atau memproses informasi login pengguna saat koneksi jarak jauh dilakukan.

Melalui out-of-band update terbaru, Microsoft menyatakan bahwa fungsi remote login telah dipulihkan, sehingga pengguna kembali dapat mengakses perangkat mereka tanpa harus menunggu update bulanan berikutnya.

Masalah Lain Masih Membayangi Update Januari 2026

Meski dua bug utama telah diperbaiki, laporan dari WindowsLatest menyebutkan bahwa sejumlah masalah lain masih dialami oleh sebagian pengguna setelah menginstal update keamanan Januari 2026. Beberapa keluhan yang masih muncul antara lain:

  • Layar kosong (blank screen) setelah login
  • Outlook Classic yang sering crash atau gagal dibuka
  • Penurunan stabilitas sistem pada konfigurasi tertentu

Hal ini memperkuat kekhawatiran sebagian pengguna bahwa update besar Windows kerap membawa efek samping yang tidak terduga, meskipun bertujuan meningkatkan keamanan.

Situasi ini juga bukan pertama kalinya terjadi. Pada Oktober lalu, Microsoft sempat merilis perbaikan darurat lain untuk Windows 11 yang berkaitan dengan Windows Recovery Environment (WinRE), menandakan bahwa sistem operasi terbaru Microsoft masih menghadapi tantangan stabilitas di lapangan.

Dilema Upgrade dan Opsi Bertahan di Windows 10

Rangkaian masalah ini membuat sebagian pengguna semakin ragu untuk segera beralih ke Windows 11. Menyadari hal tersebut, Microsoft kini memberikan opsi tambahan bagi pengguna Windows 10 yang belum siap upgrade, yakni melalui program Extended Security Updates (ESU).

Dengan mendaftar ESU, pengguna Windows 10 tetap bisa menerima pembaruan keamanan penting meskipun masa dukungan utama sistem operasi tersebut mendekati akhir. Opsi ini dinilai menjadi jalan tengah bagi pengguna individu maupun perusahaan yang mengutamakan stabilitas dibandingkan fitur terbaru.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa pembaruan keamanan, meskipun krusial, tetap memiliki potensi risiko jika tidak diuji secara menyeluruh di berbagai konfigurasi perangkat.

Scr/Mashable




Don't Miss