Usia 25 Tahun, Engineer Asal Solo Ini Jadi Pembicara Black Hat Global

26.01.2026
Usia 25 Tahun, Engineer Asal Solo Ini Jadi Pembicara Black Hat Global
Usia 25 Tahun, Engineer Asal Solo Ini Jadi Pembicara Black Hat Global

Nama Bayu Fedra Abdullah belakangan menjadi sorotan setelah pemuda asal Solo ini berhasil menembus panggung elite keamanan siber global, Black Hat.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekaligus alumnus SMKN 2 Solo tersebut mencatatkan prestasi membanggakan dengan tampil sebagai pembicara di dua ajang internasional bergengsi sepanjang 2025, masing-masing di Riyadh, Arab Saudi dan London, Inggris.

Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa talenta lokal Indonesia mampu bersaing dan diakui di level dunia, khususnya dalam bidang cybersecurity.

Di hadapan komunitas keamanan siber global, Bayu mempresentasikan inovasi teknis yang ia kembangkan sendiri.

Dua di antaranya adalah IPTI (Internet Protocol Threat Intelligence) yang berfokus pada deteksi ancaman jaringan, serta MBPTL (Most Basic Penetration Testing Lab) yang dirancang sebagai media pembelajaran bagi peretas pemula.

Kehadirannya di Black Hat bukan sekadar prestasi personal, melainkan juga representasi kemampuan engineer Indonesia di kancah internasional.

Perjalanan Karier Panjang di Usia Muda

Menariknya, di balik pencapaian global tersebut, Bayu baru berusia 25 tahun. Meski demikian, rekam jejak profesionalnya di dunia keamanan siber sudah melampaui satu dekade.

Ia pernah menjabat sebagai Senior Security Engineer di startup unicorn Ajaib sebelum akhirnya bekerja penuh waktu untuk perusahaan teknologi berbasis di Singapura dengan sistem kerja jarak jauh.

Dari Solo, Bayu kini terlibat langsung dalam pengamanan infrastruktur digital kelas dunia tanpa harus berpindah negara atau terikat kantor fisik.

Kisah ini menjadi contoh nyata bahwa karier global di bidang teknologi dapat diraih dari mana saja, selama memiliki keahlian yang relevan dan diakui industri.

Selain berkiprah secara internasional, Bayu juga aktif berkontribusi bagi ekosistem keamanan siber di Indonesia. Ia kerap terlibat sebagai juri sekaligus pembuat soal untuk kompetisi keamanan siber, termasuk yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan. Peran ini mempertegas komitmennya dalam membangun talenta siber nasional.

Mengenal IPTI, Solusi IP Threat Intelligence yang Komprehensif

Dilansir dari blackhatmea.com, salah satu inovasi utama Bayu yang mendapat perhatian besar adalah IPTI atau IP Threat Intelligence Tool. Di era digital, setiap perangkat yang terhubung ke internet selalu memiliki IP address sebagai identitas unik.

Dalam praktik pengembangan produk dan integrasi layanan pihak ketiga, IP whitelisting masih sering digunakan untuk membatasi akses ke sistem internal.

Namun, metode ini menyimpan celah keamanan jika reputasi IP tidak diverifikasi secara mendalam. Banyak alamat IP yang tampak “aman” ternyata memiliki rekam jejak aktivitas berbahaya di masa lalu. Di sinilah IPTI berperan sebagai alat bantu penting bagi security engineer.

IPTI dirancang untuk mengatasi keterbatasan layanan reputasi IP yang hanya mengandalkan satu sumber data. Tools ini menggabungkan informasi dari berbagai platform threat intelligence ternama seperti VirusTotal, AbuseIPDB, AlienVault, dan ThreatBook. Dengan pendekatan multi-source, hasil analisis menjadi lebih akurat dan tidak bias.

Analisis Kontekstual Berbasis Risiko

Keunggulan IPTI tidak berhenti pada agregasi data. Tools ini juga memperkaya analisis dengan konteks tambahan, mulai dari pendeteksian port terbuka, pengumpulan metadata server, identifikasi penggunaan VPN atau proxy, hingga evaluasi PTR record. Seluruh informasi tersebut kemudian disintesis menjadi sistem penilaian berbasis risiko.

Alih-alih sekadar memberikan label aman atau berbahaya, IPTI menyajikan skor risiko yang lebih mudah ditindaklanjuti.

Pendekatan ini membantu engineer keamanan dalam mengambil keputusan yang tepat, baik untuk kebutuhan network access control, audit keamanan, maupun validasi ancaman jaringan.

Dengan desain yang praktis dan dapat disesuaikan, IPTI menjadi tools yang relevan untuk berbagai skenario, mulai dari startup hingga lingkungan enterprise. Inovasi ini menunjukkan bagaimana threat intelligence dapat diolah menjadi solusi nyata yang mendukung keamanan infrastruktur digital modern.

Scr/Mashable




Don't Miss