Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) baru saja memberikan pernyataan mengejutkan kepada parlemen Inggris terkait upaya mereka menjaga integritas platform.
Dalam laporan yang dirilis oleh The Guardian dan dikutip dari Engadget, Kamis (12/3/2026), X mengonfirmasi telah menangguhkan setidaknya 800 juta akun selama periode 12 bulan di tahun 2024.
Langkah drastis ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perang melawan kampanye manipulasi yang didukung oleh aktor-aktor negara asing serta penyebaran spam yang masif secara global.
Rusia, Tiongkok, dan Iran di Balik Jaringan Manipulasi Platform
Wifredo Fernández, Kepala Urusan Pemerintahan Global di X, mengungkapkan bahwa mayoritas akun yang ditangguhkan tersebut melanggar aturan ketat mengenai manipulasi platform dan spam.
Berdasarkan temuan internal, Rusia diduga kuat menjadi aktor utama di balik jutaan akun palsu yang membanjiri situs tersebut.
Tidak hanya Rusia, aktor negara dari Tiongkok dan Iran juga teridentifikasi mengikuti jejak serupa dengan menciptakan jaringan akun palsu yang saling terhubung untuk menyebarkan narasi tertentu.
Target Utama: Memicu Perpecahan dan Intervensi Pemilu AS 2024
Dalam sesi pemanggilan video dengan Komite Urusan Luar Negeri, Fernández menjelaskan bahwa akun-akun asal Rusia tersebut memiliki misi spesifik: memicu perpecahan sosial dan menggiring opini publik melalui “narasi tertentu” guna memanipulasi Pemilihan Presiden AS 2024.
Meski ratusan juta akun telah dibasmi, ancaman ini belum benar-benar berakhir. X mengeklaim bahwa setiap harinya muncul upaya-upaya baru untuk membangun jaringan akun palsu, memaksa sistem mereka bekerja ekstra keras untuk mendeteksi gangguan tersebut secara real-time.
Anomali Angka: Total Penangguhan Melampaui Pengguna Aktif
Fakta yang paling menarik perhatian adalah jumlah akun yang ditangguhkan jauh melampaui basis pengguna manusia yang sebenarnya.
Sebagai perbandingan, data dari Statista memproyeksikan jumlah pengguna X hanya berada di angka sekitar 429 juta pada awal 2024, sementara The Guardian mencatat pengguna bulanan aktif berkisar di angka 300 juta secara global.
Tingginya angka penangguhan, yang juga mencakup “beberapa ratus juta akun” tambahan dari tahun lalu, menunjukkan betapa masifnya serangan bot dan cyber-army yang mencoba mengeksploitasi algoritma X setiap detiknya.
Integritas Data dan Tantangan Masa Depan
Langkah transparansi ini diambil X di tengah tekanan global terhadap platform media sosial untuk lebih bertanggung jawab atas konten yang beredar.
Dengan ratusan juta “sampah digital” yang dihapus secara berkala, tantangan X ke depan adalah memastikan bahwa pengguna nyata tetap mendapatkan informasi yang kredibel tanpa terdistorsi oleh mesin propaganda asing.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bagi para netizen untuk lebih selektif dan kritis dalam mengonsumsi tren atau narasi yang mendadak viral di media sosial.
Kendati demikian, belum ada informasi sampai saat ini apakah para pengguna di Indonesia juga mendapati akunnya terkena suspend dari perusahaan milik Elon Musk tersebut.
Scr/Mashable


















