Kabar gembira bagi para pengguna Apple Vision Pro yang selama ini merasa “hampa” tanpa kehadiran aplikasi hiburan utama di perangkat spatial computing mereka.
Setelah sekian lama membiarkan penggunanya bergantung pada browser Safari atau aplikasi pihak ketiga yang kurang optimal, Google akhirnya resmi merilis aplikasi YouTube khusus untuk platform visionOS hari ini.
Kehadiran aplikasi resmi ini menjadi jawaban atas penantian panjang para antusias teknologi yang merindukan pengalaman menonton lebih terintegrasi, mengingat sebelumnya absennya aplikasi populer seperti YouTube dan Netflix sempat menjadi rapor merah bagi ekosistem Vision Pro yang dibanderol dengan harga premium.
Mengutip Engadget, Jumat (13/2/2026), langkah berani Google ini membawa angin segar karena aplikasi YouTube di Vision Pro tidak hanya sekadar memindahkan tampilan web ke ruang virtual, melainkan mendukung penuh berbagai format konten yang menjadi kekuatan utama layanan tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak Apple, pengguna kini dapat menikmati seluruh perpustakaan video YouTube secara imersif, mulai dari video Shorts yang sedang tren hingga konten khusus seperti video 360 derajat, format 3D, hingga VR 180.
Pengalaman ini tentu jauh lebih unggul dan intuitif dibandingkan metode lama yang mengharuskan pengguna bernavigasi menggunakan gestur jari pada tampilan desktop YouTube di Safari yang sering kali terasa kaku dan kurang responsif.
Menariknya, kemunculan aplikasi ini seolah memberikan sinyal bahwa Google mulai menanggapi eksistensi Apple Vision Pro dengan sangat serius di tengah persaingan teknologi headset.
Meskipun Google sendiri tengah gencar mengembangkan ekosistem Android XR miliknya, mereka nampaknya menyadari bahwa mengabaikan basis pengguna Vision Pro dalam jangka panjang bukanlah strategi yang bijak.
Integrasi ini juga menunjukkan bahwa raksasa teknologi tersebut ingin memastikan layanan mereka tetap menjadi pilihan utama di platform mana pun, terlepas dari kompetisi perangkat keras yang semakin memanas antara ekosistem Apple dan Android.
Optimisme terhadap masa depan platform visionOS pun kian menguat seiring dengan perbaikan dukungan aplikasi pihak pertama seperti ini. Dengan ekosistem yang perlahan mulai lengkap, nilai guna dari Apple Vision Pro menjadi lebih relevan bagi konsumen luas, bukan hanya sekadar untuk pamer teknologi.
Terlebih lagi, rumor mengenai kehadiran “Vision Air”, versi yang diprediksi jauh lebih terjangkau dan akan meluncur tahun depan, membuat ketersediaan aplikasi raksasa seperti YouTube menjadi pondasi yang sangat krusial untuk menarik minat pasar yang lebih masif di masa mendatang.
Kesinambungan antara perangkat keras yang revolusioner dengan dukungan aplikasi yang mumpuni kini menjadi kenyataan yang semakin solid bagi para pencinta konten digital.
Hadirnya YouTube dengan fitur imersif lengkap ini bukan sekadar pembaruan aplikasi biasa, melainkan sebuah pengakuan bahwa spatial computing memang masa depan hiburan yang tidak bisa dihindari.
Kini, menikmati konten favorit di ruang virtual bukan lagi sekadar eksperimen teknologi, melainkan sebuah gaya hidup baru yang jauh lebih stabil, menyenangkan, dan tentunya sangat dinantikan perkembangannya di tahun-tahun mendatang.
Scr/Mashable

















