Raksasa Serie A, AC Milan, tampaknya benar-benar serius melakukan perombakan skuad besar-besaran di bawah komando pelatih anyar, Rúben Amorim. Langkah terbaru I Rossoneri yang segera meresmikan transfer permanen bek Lazio, Mario Gila, diprediksi bakal memicu efek domino di lini pertahanan mereka.
Kedatangan bek asal Spanyol tersebut dikabarkan menjadi pintu keluar bagi bek tangguh mereka, Fikayo Tomori.
Sebelumnya, Tomori memang kerap dikaitkan dengan rumor kepindahan kembali ke kampung halamannya di Inggris. Milan bahkan sempat mencapai kesepakatan dengan Tottenham Hotspur untuk menjual sang pemain, namun transfer tersebut batal terlaksana karena penolakan dari Tomori sendiri.
Namun, situasi kini telah berubah drastis. Jurnalis olahraga Italia terkemuka, Daniele Longo, melaporkan bahwa nama Tomori kini telah resmi masuk ke dalam daftar jual Milan.
Langkah ini diambil manajemen klub demi menyelaraskan visi bermain dan skema taktis yang diinginkan oleh Ruben Amorim. Kehadiran Mario Gila otomatis akan merombak hierarki lini belakang, dan melepas Tomori menjadi bagian dari rencana besar perubahan tersebut.
Sejumlah klub Premier League dikabarkan langsung pasang badan dan tertarik untuk menampung bek berusia 28 tahun itu. Bagi klub peminat, AC Milan dilaporkan mematok harga sebesar €20 juta (sekitar Rp410 miliar) untuk memuluskan transfer ini.
Tak hanya Tomori, gelandang Ruben Loftus-Cheek juga diprediksi bakal angkat kaki dari San Siro setelah dinilai gagal memberikan dampak signifikan sepanjang musim lalu.
Waktunya Tomori Cari Tantangan Baru
Melihat dinamika yang terjadi, masa bakti Tomori di San Siro tampaknya memang sudah berada di ujung tanduk. Meski sempat menunjukkan performa solid dalam beberapa laga musim lalu, kontraknya yang akan habis pada tahun 2027 membuat Milan harus segera menjualnya musim panas ini agar tidak kehilangan sang pemain secara gratis.
Kembali merumput di kompetisi kasta tertinggi Inggris dinilai menjadi langkah yang paling masuk akal bagi Tomori. Dengan pengalaman matang yang ia miliki di Premier League, kepindahan ini bisa menjadi momentum tepat bagi sang pemain untuk menyegarkan kembali karier sepak bolanya yang mulai meredup di Italia.
Scr/Mashable















