Antonio Conte muncul sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Gennaro Gattuso sebagai pelatih kepala tim nasional Italia.
Conte bukanlah sosok asing bagi tim nasional, karena sebelumnya pernah melatih Italia dari tahun 2014 hingga 2016, meninggalkan kesan mendalam dengan gaya bermainnya yang disiplin dan agresif. Namun, reuni antara Conte dan tim nasional Italia menghadapi kendala finansial yang signifikan.
Menurut berbagai sumber di Italia, pelatih berusia 56 tahun itu menerima gaji sekitar 6,5 juta euro per tahun di Napoli, belum termasuk bonus yang secara signifikan meningkatkan total pendapatannya. Angka ini jauh melebihi kemampuan Federasi Sepak Bola Italia untuk membayarnya.
Pada kenyataannya, kompensasi untuk pelatih tim nasional seringkali jauh lebih rendah daripada di tingkat klub. Pelatih Italia baru-baru ini jarang menerima lebih dari 3 juta euro per tahun. Bahkan selama masa jabatan Conte sebelumnya, sebagian pendapatannya harus ditutupi melalui kesepakatan sponsor.
Oleh karena itu, jika Conte ingin kembali melatih tim nasional Italia, ia hampir pasti harus menerima pengurangan gaji yang signifikan. Hal ini dianggap sebagai faktor kunci yang memengaruhi keputusannya dalam waktu dekat, terutama karena ia masih memiliki satu tahun tersisa dalam kontraknya dengan Napoli.
Sepak bola Italia sedang mengalami masa suram setelah gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. Para penggemar “Azzurri” menyerukan perombakan total klub-klub untuk membantu pemain lokal berkembang dan menjadi inti tim nasional di masa depan.
Antonio Conte Berpeluang Double Job, Latih Napoli dan Timnas Italia Secara Bersamaan
Presiden Napoli telah memberi lampu hijau kepada Antonio Conte untuk juga mengambil peran sebagai pelatih tim nasional Italia di tengah krisis yang dialami “Azzurri”.
Antonio Conte muncul sebagai kandidat utama untuk posisi pelatih kepala tim nasional Italia menyusul perubahan besar dalam kepemimpinan. Yang menarik, ia bisa mengambil peran ini tanpa meninggalkan Napoli.
Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, mengkonfirmasi bahwa ia siap menerima opsi agar Conte mengambil peran ganda tersebut. “Jika Conte mengajukan tawaran itu, saya rasa saya akan setuju,” katanya.
Namun, presiden Napoli itu juga menekankan bahwa Conte tidak akan terburu-buru menerima tawaran tersebut tanpa adanya proyek yang jelas dan stabil.
Tim nasional Italia berada dalam keadaan tidak pasti menyusul kegagalan mereka di babak play-off Piala Dunia 2026. Pelatih Gennaro Gattuso dan Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, keduanya telah mengundurkan diri.
Dalam jangka pendek, “Azzurri” kemungkinan akan dipimpin oleh pelatih sementara Silvio Baldini dalam pertandingan persahabatan bulan Juni.
Dalam konteks itu, Conte menjadi pilihan yang diharapkan. Pelatih berusia 56 tahun ini terkenal karena kemampuannya untuk mengatur disiplin dan dengan cepat menciptakan struktur kemenangan.
Dia membantu Chelsea memenangkan Liga Primer pada musim 2016/17, saat Pep Guardiola dan Jose Mourinho dianggap sebagai manajer yang lebih kuat.
Sebelumnya, Conte memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut bersama Juventus dan memiliki pengalaman melatih tim nasional Italia. Setelah meninggalkan Chelsea, ia kemudian memenangkan gelar Serie A bersama Inter Milan dan Napoli.
Usulan agar Conte mengemban dua peran menyoroti urgensi pembangunan kembali sepak bola Italia. Jika kesepakatan ini terwujud, ini bisa menjadi titik balik penting bagi “Azzurri” untuk keluar dari krisis yang sedang mereka alami.
Sebelumnya, mantan manajer Chelsea lainnya, Guus Hiddink, juga sukses melatih tim nasional Rusia dan Chelsea secara bersamaan. Yang menarik, manajer ini terkenal ketika memegang kedua peran tersebut di PSV Eindhoven dan tim nasional Australia pada tahun 2006.
Scr/Mashable

















