Rumor kepindahan Joey Pelupessy ke Persib Bandung terus menjadi sorotan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Spekulasi tersebut menguat setelah gelandang Timnas Indonesia itu terlihat berada di Bandara Soekarno-Hatta dan mendapat pertanyaan dari seorang penggemar mengenai kemungkinan bergabung dengan Persib untuk bermain bersama Thom Haye.
Alih-alih memberikan jawaban pasti, Joey hanya tersenyum dan mengatakan, “Kita lihat saja.” Respons singkat itu langsung memancing optimisme Bobotoh bahwa sang gelandang berpeluang merapat ke Bandung pada musim ini.
Di sisi lain, peluang Joey bertahan di Eropa juga masih terbuka. Kontraknya bersama SK Lommel memang telah berakhir pada 30 Juni 2026, tetapi pihak klub Belgia tersebut masih melakukan negosiasi mengenai kemungkinan perpanjangan kerja sama. Artinya, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pelabuhan karier berikutnya bagi pemain berusia 33 tahun tersebut.
Meski begitu, apabila transfer ini benar-benar terwujud, Persib bukan hanya mendapatkan pemain berpengalaman yang pernah berkarier di Belanda dan Belgia. Maung Bandung berpotensi memperoleh sosok yang mampu mengubah keseimbangan permainan secara keseluruhan.
Lantas, mengapa Joey Pelupessy dinilai sangat cocok dengan sistem yang tengah dibangun pelatih kepala Igor Tolic?
Joey Pelupessy, Gelandang Bertahan Murni yang Mulai Langka
Sepak bola modern semakin dipenuhi gelandang yang gemar menyerang. Namun, pemain dengan karakter holding midfielder atau gelandang jangkar murni justru semakin sulit ditemukan.
Joey Pelupessy termasuk dalam kategori tersebut. Selama berkarier di Eropa, ia dikenal bukan sebagai pencetak gol maupun kreator assist. Peran utamanya adalah menjaga keseimbangan tim, memutus serangan lawan, serta memastikan aliran bola dari lini belakang menuju lini tengah tetap berjalan dengan rapi.
Karakter seperti ini sangat dibutuhkan oleh tim yang ingin menguasai pertandingan melalui organisasi permainan yang baik.
Mengapa Sistem Igor Tolic Membutuhkan Sosok seperti Joey?
Sebagai pelatih kepala Persib, Igor Tolic diperkirakan akan mengembangkan permainan yang lebih proaktif. Build-up dimulai dari belakang, garis pertahanan cenderung lebih tinggi, dan transisi dilakukan dengan tempo cepat.
Model permainan tersebut memang menarik, tetapi juga memiliki risiko besar. Ketika bek sayap naik membantu serangan atau gelandang kreatif kehilangan bola di area lawan, akan muncul ruang kosong di depan dua bek tengah. Jika tidak ada pemain yang mampu mengamankan area tersebut, Persib akan rentan diserang melalui skema serangan balik.
Di sinilah Joey Pelupessy dapat menjadi “penyaring utama” di lini tengah. Ia mampu membaca arah permainan lebih cepat dibanding banyak pemain lain.
Alih-alih selalu mengandalkan tekel keras, Joey lebih sering menutup jalur umpan, memotong pergerakan lawan sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya, dan menjaga jarak antarlini agar struktur pertahanan tetap kompak.
Kemampuan tersebut menjadi fondasi penting bagi sistem permainan modern.
Press-Resistance, Senjata yang Tak Selalu Terlihat
Salah satu kualitas terbaik Joey adalah ketenangannya saat berada di bawah tekanan. Dalam sepak bola modern, gelandang bertahan bukan sekadar perebut bola. Mereka juga harus mampu menjadi titik awal pembangunan serangan.
Joey terbiasa menerima bola meski mendapat pressing ketat. Dengan kontrol yang tenang dan pengambilan keputusan yang cepat, ia mampu keluar dari tekanan hanya melalui satu atau dua sentuhan sebelum mengalirkan bola kepada rekan setim.
Kemampuan press-resistance ini sangat penting apabila Persib ingin membangun serangan dari bawah tanpa harus terlalu sering memainkan bola panjang.
Selain itu, distribusi bola Joey cenderung sederhana tetapi efektif. Ia memahami kapan harus memainkan umpan pendek untuk menjaga penguasaan bola dan kapan harus mengirim umpan vertikal guna mempercepat transisi menyerang.
Efek Domino untuk Lini Tengah Persib
Kehadiran Joey tidak hanya meningkatkan kualitas dirinya sendiri. Dampaknya juga dapat dirasakan oleh pemain lain.
Dengan adanya satu gelandang bertahan yang disiplin menjaga keseimbangan tim, gelandang kreatif Persib bisa bermain lebih bebas.
Mereka tidak perlu terus-menerus memikirkan ruang kosong yang ditinggalkan saat membantu serangan karena Joey siap mengisi area tersebut.
Situasi ini membuat pemain nomor delapan lebih leluasa melakukan penetrasi ke kotak penalti, sementara playmaker dapat lebih fokus menciptakan peluang tanpa terlalu terbebani tugas defensif.
Bahkan para bek sayap juga akan memperoleh keuntungan.
Ketika full-back naik membantu serangan, Joey memiliki kemampuan bergeser untuk menutup ruang yang ditinggalkan. Rotasi sederhana seperti ini merupakan salah satu prinsip penting dalam sepak bola modern yang sering diterapkan oleh klub-klub Eropa.
Transisi Bertahan ke Menyerang Bisa Lebih Cepat
Keunggulan lain Joey adalah kemampuannya mengubah situasi bertahan menjadi menyerang dalam waktu singkat.
Begitu berhasil merebut bola, ia tidak terburu-buru membuangnya. Sebaliknya, Joey akan mencari opsi umpan terbaik agar Persib dapat melancarkan serangan dengan struktur yang tetap terjaga.
Pendekatan seperti ini membuat tempo permainan menjadi lebih stabil sekaligus mengurangi risiko kehilangan bola di area berbahaya.
Apabila dipadukan dengan pemain-pemain kreatif yang dimiliki Persib, distribusi bola Joey berpotensi menjadi awal dari banyak peluang berbahaya.
Apakah Joey Pelupessy Benar-Benar Missing Piece Persib?
Semua itu tentu masih bergantung pada satu hal: apakah transfer ini benar-benar terwujud.
Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Persib Bandung maupun Joey Pelupessy mengenai masa depannya. Di sisi lain, negosiasi dengan SK Lommel juga masih berlangsung sehingga peluang bertahan di Eropa belum sepenuhnya tertutup.
Namun jika melihat kebutuhan taktis Persib saat ini, sulit untuk menampik bahwa Joey memiliki profil yang sangat sesuai dengan sistem permainan Igor Tolic. Pengalaman panjang di sepak bola Eropa, kemampuan membaca permainan, ketenangan saat berada di bawah tekanan, serta kecakapannya menjaga keseimbangan tim merupakan kombinasi kualitas yang dapat membuat lini tengah Persib tampil lebih solid.
Apabila rumor ini berubah menjadi kenyataan, Bobotoh mungkin tidak hanya menyaksikan datangnya seorang pemain Timnas Indonesia. Mereka berpeluang melihat hadirnya sosok yang mampu menjadi fondasi permainan Persib dalam upaya bersaing memperebutkan gelar Super League musim 2026/2027.
Scr/Mashable















