AC Milan sejatinya aktif berburu sosok bek tengah baru hingga detik-detik penutupan bursa transfer musim panas demi memperkuat benteng pertahanan mereka.
Namun, skenario perburuan amunisi lini belakang tersebut akhirnya berujung kegagalan akibat sejumlah kendala finansial dan negosiasi yang rumit.
Daftar Target Utama dan Realisasi Transfer Lini Depan
Sepanjang jendela transfer berlangsung, nama bek Sporting CP, Goncalo Inacio, bertengger di daftar prioritas teratas yang disodorkan sang pelatih, Ruben Amorim.
Amorim menilai profil Inacio sangat ideal untuk skema taktiknya dan terus mendorong manajemen melakukan negosiasi hingga periode pemungkas transfer.
Selain Inacio, rumor kepindahan bek kelas dunia seperti John Stones hingga bakat muda Tiago Gabriel sempat mewarnai jajaran target potensial Rossoneri.
Sayangnya, dari sekian banyak opsi yang dirumorkan, hanya Mario Gila yang berhasil diamankan hingga jendela transfer resmi ditutup.
Plot Perekrutan Giorgio Scalvini dan Penyebab Batalnya Kesepakatan
Usai jendela transfer resmi berakhir, fakta baru terungkap mengenai pilar pertahanan Atalanta, Giorgio Scalvini, yang ternyata sempat dilirik serius oleh Milan.
Jurnalis Pietro Balzano Prota membeberkan bahwa manajemen Diavolo sempat menjajaki peluang transfer Scalvini atas permintaan khusus dari Amorim.
Hambatan terbesar yang menggagalkan proses kepindahan bek muda berbakat tersebut berada pada nilai patokan harga tinggi dari pihak Atalanta.
Klub asal Bergamo itu membanderol sang pemain di atas angka €40 juta, sebuah nominal yang dinilai terlalu tinggi oleh jajaran direksi Milan.
Kalkulasi Bisnis Manajemen Milan untuk Target Masa Depan
Manajemen AC Milan menilai alokasi dana sebesar itu kurang efisien jika diinvestasikan untuk satu nama pada momen penutupan jendela transfer yang terdesak.
Pihak klub optimistis dapat mengalokasikan anggaran tersebut untuk mendapatkan opsi pemain yang jauh lebih tepat dan ekonomis pada jendela transfer berikutnya.
Laporan pakar transfer Fabrizio Romano turut menguatkan indikasi bahwa Milan memang enggan terburu-buru mengeluarkan biaya fantastis tanpa perhitungan matang.
Prinsip kehati-hatian finansial ini menjadi alasan utama mengapa pertahanan Milan memilih untuk mematangkan amunisi yang ada ketimbang memaksakan pembelian mahal.
Scr/Mashable















