Penampilan gemilang Arda Guler melawan Bayern Munchen menegaskan bahwa ia bukan lagi sekadar talenta yang menjanjikan, tetapi telah menjadi jantung dan jiwa proyek masa depan Real Madrid.
Di Allianz Arena yang keramat, di mana tekanan dari tribun dapat meng overwhelming setiap talenta muda, Arda Guler muncul sebagai pahlawan. Dua tembakan keras dari luar kotak penalti, dua gol berharga yang menjaga harapan Real Madrid di Liga Champions tetap hidup. Ini adalah penegasan yang menggema bahwa Guler adalah elemen vital dalam rencana masa depan klub Bernabeu.
Meskipun baru berusia 21 tahun dan menjadi pemain termuda dalam susunan pemain inti di Stadion Allianz, Arda Guler memainkan pertandingan yang luar biasa. Ia menjadi pemain ke-18 dalam sejarah Real Madrid yang mencetak dua gol dalam pertandingan tandang Liga Champions. Sebelumnya diragukan kemampuannya untuk bersinar di pertandingan besar, Guler membungkam semua kritikus melawan Bayern Munchen.
Gol pertama merupakan bukti ketajaman seorang “pencuri ruang” yang memanfaatkan kesalahan Manuel Neuer. Gol kedua adalah karya seorang jenius dengan tendangan bebas yang tak terbendung. Perlu dicatat, ini baru tendangan bebas ke-13-nya untuk Madrid, menunjukkan tingkat konversi yang luar biasa. Belum lama sebelumnya, pemain Turki ini juga telah memukau dunia dengan gol spektakuler dari jarak 68 meter melawan Elche.
Kunci dalam Diagram Arbeloa
Di bawah bimbingan pelatih Arbeloa, gelandang kelahiran 2005 ini telah menjadi bagian tak tergantikan dari lini tengah. Ia selalu menjadi starter di ketiga babak knockout Liga Champions terakhir dan sering diistirahatkan di pertandingan La Liga yang kurang penting untuk memfokuskan energinya pada kompetisi kontinental.
Fakta bahwa ia telah memainkan 110 pertandingan untuk Real Madrid di usia yang begitu muda menunjukkan kepercayaan mutlak yang diberikan staf pelatih kepadanya.
Guler bukan hanya seorang pencetak gol yang handal, tetapi ia juga seorang pengumpan kelas atas. Dengan 13 assist musim ini, ia hanya berada di belakang superstar seperti Mbappe, Vinicius, dan Valverde dalam hal kontribusi gol.
Kombinasi Guler dan Valverde menciptakan duet penyerang jarak jauh yang tangguh, memastikan Real Madrid selalu memiliki senjata untuk menentukan hasil pertandingan dari bola mati atau tembakan jarak jauh.
Mercusuar Baru di Bernabeu
Data dari BeSoccer Pro menunjukkan bahwa Guler tidak hanya unggul dalam menyerang tetapi juga sangat aktif dalam bertahan. Ia memimpin tim Madrid dalam tingkat kemenangan duel defensif 1 lawan 1 (0,35 kali/pertandingan). Selain itu, playmaker Los Blancos ini juga menduduki puncak klasemen dalam statistik umpan, mulai dari jumlah umpan, tingkat akurasi, hingga umpan terobosan ke sepertiga akhir lapangan lawan.
Saat Real Madrid mulai beradaptasi dengan kehidupan tanpa Toni Kroos dan Luka Modric, Arda Guler muncul sebagai “mercusuar” baru. Gelandang berusia 21 tahun ini memiliki teknik, visi, dan kecerdikan untuk mengontrol tempo permainan.
Sebagai pemimpin tim nasional Turki yang akan berlaga di Piala Dunia, Guler secara bertahap mengambil alih kendali lini tengah Real Madrid. Proyek “Los Blancos” semakin terlihat jelas, dan Guler adalah jantung serta jiwa dari proyek tersebut.
Scr/Mashable
















