Atlet Berusia 90 Tahun Cetak Dua Rekor Dunia di Kejuaraan Atletik

08.04.2026
Atlet Berusia 90 Tahun Cetak Dua Rekor Dunia di Kejuaraan Atletik
Atlet Berusia 90 Tahun Cetak Dua Rekor Dunia di Kejuaraan Atletik

Di usia 90 tahun, Manuel Alonso meraih kekaguman dunia atletik dengan berulang kali memecahkan rekor dunia.

Pada Kejuaraan Eropa untuk Veteran di Torun (Polandia), Alonso dinobatkan sebagai juara di nomor 800m dan 1.500m, mencetak tonggak sejarah baru di kelompok usia di atas 90 tahun.

Dalam lomba lari 800 meter, Alonso mencatatkan waktu 3 menit 34 detik 22, jauh melampaui rekor sebelumnya yang dicetak oleh Earl Fee pada tahun 2019 (3 ​​menit 42 detik 52). Pada hari terakhir kompetisi, atlet berusia 90 tahun ini terus bersinar dalam lomba lari 1.500 meter dengan catatan waktu 7 menit 00 detik 81, secara signifikan memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Radnaa Tseren (7 menit 55 detik 12).

Prestasi luar biasa Alonso membantunya memenangkan dua medali emas, berkontribusi pada kesuksesan keseluruhan delegasi olahraga Spanyol dengan total 121 medali (32 emas, 48 ​​perak, 41 perunggu), menempati peringkat ke-4 secara keseluruhan setelah Jerman, Polandia, dan Inggris Raya. Yang perlu diperhatikan, tim Spanyol juga memecahkan 20 rekor nasional dan 3 rekor dunia.

Menurut Bapak Alonso, atletik bukan hanya olahraga tetapi juga obat penenang mental. Setelah pensiun, atlet berusia 90 tahun itu mengalami krisis. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2021, ia mengakui: “Olahraga menyelamatkan hidup saya. Ketika saya meninggalkan pabrik, saya pulang dan menangis tersedu-sedu.” Sejak saat itulah Bapak Alonso menemukan kembali kegembiraan hidup melalui setiap lari.

Di usia ketika banyak orang memilih untuk pensiun, Alonso terus mendorong batasan baru, menginspirasi komunitas olahraga dan penggemar atletik di seluruh dunia.

Sang Legenda Abadi, ‘Pelari Tanpa Usia’ asal Spanyol

Lahir pada 21 Maret 1936, Manuel Alonso bukanlah nama asing di lintasan atletik masters (veteran) dunia. Ia adalah anomali biologis sekaligus inspirasi global. Bayangkan saja, di usia 88 tahun, ia masih sanggup melahap lintasan 1.500 meter dengan catatan waktu yang bahkan sulit dikejar oleh mereka yang berusia separuhnya.

Alonso bukan sekadar partisipan; ia adalah predator medali. Koleksi emasnya membentang dari kejuaraan nasional Spanyol, Eropa, hingga level dunia. Pada Kejuaraan Atletik Masters Eropa 2024 lalu, ia kembali naik podium tertinggi, membuktikan bahwa dominasinya di kategori M85 (usia 85-89) belum tergoyahkan.

Apa rahasianya? Tidak ada sihir, hanya dedikasi yang nyaris religius. Alonso berlatih enam hari seminggu. Rutinitasnya mencakup lari sejauh 8 hingga 10 kilometer setiap pagi, diikuti dengan sesi gym yang intens.

“Berolahraga adalah cara saya menabung kesehatan,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Dietnya pun terjaga ketat: banyak sayuran, kacang-kacangan, pasta, dan sangat sedikit mengonsumsi daging merah. Kedisiplinan inilah yang membuatnya memegang berbagai rekor dunia di nomor 800m, 1.500m, dan lari satu mil untuk kategori usianya.

Menariknya, Alonso baru mulai serius berlari pada usia 40 tahun—usia di mana banyak atlet profesional justru memutuskan pensiun. Ia mengawali karier amatirnya di jalur maraton sebelum akhirnya menyadari bahwa kekuatannya ada pada lari jarak menengah (800m dan 1.500m).

Keputusannya tepat. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi “mesin” pemecah rekor. Namanya bahkan sempat dinobatkan sebagai European Best Male Master Athlete karena kegigihannya yang tak masuk akal bagi orang awam.

Bagi Alonso, setiap langkah di lintasan adalah pesan bagi dunia bahwa penuaan tidak harus berarti penurunan kualitas hidup. Ia adalah bukti hidup bahwa tubuh manusia adalah mesin yang luar biasa jika dirawat dengan benar.

Saat ini, di tahun 2026, Manuel Alonso masih terus berlari. Ia tidak hanya mengejar garis finis, tetapi juga terus memperlebar batas kemampuan manusia. Selama sepatu larinya masih terikat, dunia akan terus menyaksikan keajaiban dari sang pelari abadi ini.

Scr/Mashable





Don't Miss