Barcelona meningkatkan rencananya untuk merekrut striker Victor Osimhen guna memperkuat lini serang mereka pada jendela transfer musim panas 2026. Ini dianggap sebagai opsi paling layak bagi tim Camp Nou karena target lain semakin menjauh.
Menurut Catalunya Radio, Direktur Olahraga Barcelona Deco dan departemen pemantauan bakat telah mengidentifikasi Victor Osimhen sebagai target utama untuk posisi nomor 9. Klub Catalan tersebut terpaksa mengubah strateginya setelah menyadari betapa sulitnya mendekati Erling Haaland, Harry Kane, atau Julian Alvarez. Kendala keuangan mencegah Barca untuk terlibat dalam persaingan ketat dengan nama-nama top tersebut.
Victor Osimhen saat ini bermain untuk Galatasaray dan bukan sosok asing bagi staf pelatih Barcelona setelah beberapa kali bertemu di kompetisi Eropa. Striker Nigeria berusia 27 tahun ini sangat dihargai karena kondisi fisiknya yang prima, lari yang bertenaga, dan insting mencetak gol yang telah terbukti. Mobilitas Osimhen diharapkan dapat membawa perspektif baru pada gaya menyerang Blaugrana.
Keputusan untuk mengejar striker Nigeria tersebut menunjukkan pendekatan Barcelona yang lebih realistis di bursa transfer. Alih-alih bermimpi tentang perekrutan yang mustahil, klub tersebut mencoba menyeimbangkan ambisi profesional dengan sumber daya keuangan. Menambahkan seorang penyerang tengah kelas atas adalah suatu keharusan bagi tim untuk mempertahankan posisi kompetitifnya musim depan.
Namun, kesepakatan tersebut masih menghadapi tantangan besar terkait gaji pemain. Tagihan gaji Victor Osimhen saat ini dianggap sebagai hambatan signifikan bagi anggaran gaji Barcelona yang sudah ketat. Agar transfer ini berhasil, klub Camp Nou perlu menemukan solusi keuangan yang fleksibel atau meyakinkan sang striker untuk menyesuaikan tuntutan pribadinya.
Potensi kepindahan Victor Osimhen ke Camp Nou sebagian besar akan bergantung pada perkembangan negosiasi dalam beberapa minggu mendatang. Jika berhasil, ini akan menjadi langkah penting dalam perombakan skuad Barcelona, mendatangkan striker “pembunuh” sejati untuk mengatasi masalah mencetak gol tim.
Barcelona Sedang Memperdebatkan Masa Depan Rashford dan Joao Cancelo
Di sisi lain, Barcelona menghadapi dilema dalam memilih antara memperkuat skuad mereka dan menyeimbangkan keuangan mereka dalam kesepakatan Marcus Rashford dan Joao Cancelo.
Menjelang batas waktu 30 Juni, masa depan Marcus Rashford dan Joao Cancelo di Barcelona telah menjadi topik hangat di surat kabar olahraga Spanyol.
Meskipun Hansi Flick berusaha untuk tetap memfokuskan perhatian sepenuhnya pada persaingan perebutan gelar La Liga, di balik layar, Deco dan departemen olahraga sedang memutar otak untuk menemukan solusi atas dilema antara tuntutan profesional dan kelangsungan ekonomi.
Saat ini, masa depan kedua pemain yang dipinjamkan dari Manchester United dan Al-Hilal masih dalam keadaan ketidakpastian yang perlu diwaspadai.
Pelatih Hansi Flick, dengan gaya kerjanya yang disiplin, berulang kali menolak memberikan jawaban langsung tentang rencana personelnya untuk musim depan. Bagi ahli strategi asal Jerman ini, prioritas utama adalah mengamankan gelar La Liga sebelum membahas kontrak baru atau kepergian pemain.
Namun, waktu tidak menunggu siapa pun, karena kontrak pinjaman Rashford dan Cancelo akan resmi berakhir pada akhir Juni. Jika Barca tidak segera mengambil keputusan, mereka akan terpaksa mengembalikan para pemain ini ke klub induk mereka, sebuah skenario yang dapat meninggalkan kekosongan yang signifikan tetapi juga dapat menjadi bantuan finansial bagi tim Camp Nou.
Mengenai Marcus Rashford, striker asal Inggris ini telah menimbulkan beragam opini di kalangan manajemen klub. Dari sisi positif, Rashford adalah tipe pemain yang sangat disukai Hansi Flick karena keserbagunaannya, mampu bermain bagus baik di sayap kiri maupun sebagai striker tengah.
Dalam gaya permainan cepat, kecepatan dan kemampuan penyelesaian Rashford merupakan senjata yang sangat ampuh. Statistiknya hingga saat ini sangat menggembirakan, dengan 12 gol dan 10 assist dalam 43 penampilan di semua kompetisi. Ini bukanlah performa yang buruk sama sekali untuk seorang pemain yang sedang dalam proses menemukan kembali dirinya setelah tahun-tahun sulit di Old Trafford.
Namun, hambatan yang mencegah Rashford bertahan lama di Barca terletak pada pemikiran taktis dan sikapnya tanpa bola. Kelemahan terbesar sang striker adalah inkonsistensi performanya sepanjang musim.
Yang lebih penting lagi, Rashford tampaknya tidak selaras dengan gaya permainan berbasis tim yang menjadi identitas Barcelona. Dia terlalu langsung, kurang memiliki koneksi yang mulus dengan para pemain di sekitarnya, sangat kontras dengan gaya bermain Lamine Yamal.
Secara khusus, dalam sistem pressing tinggi yang sedang dibangun Flick, keengganan Rashford untuk mundur ke belakang dan berkontribusi secara defensif merupakan kelemahan yang sangat penting.
Dibandingkan dengan Raphinha yang tak kenal lelah, Rashford menjadi “beban” dalam hal memberikan tekanan pada lawan dari sisi lapangan tandang. Secara ekonomi, harga transfernya yang mencapai €30-35 juta dan gajinya yang sangat besar merupakan hambatan utama, terutama karena Barca terus berupaya untuk kembali ke aturan Financial Fair Play 1:1.
Sementara itu, situasi Joao Cancelo cukup berbeda. Datang pada jendela transfer musim dingin sebagai cadangan untuk Christensen dan Balde, bintang Portugal itu dengan cepat membuktikan nilainya dengan menjadi starter dalam 10 dari 12 pertandingan terakhir.
Cancelo menawarkan keserbagunaan yang luar biasa, mampu bermain di kedua sisi sayap, sekaligus sangat mahir dalam menusuk ke dalam untuk bermain sebagai gelandang serang palsu guna mendukung permainan membangun serangan.
Teknik individunya yang luar biasa dan pengalamannya di level tertinggi membuatnya tidak membutuhkan waktu untuk beradaptasi, dan menjadi pemimpin spiritual yang sangat penting bagi para pemain muda Blaugrana. Namun, kelengahan defensif dan kehilangan bola yang berbahaya dalam pertandingan besar tetap menjadi titik lemah bek ini.
Kesulitan terbesar dalam kesepakatan Cancelo bukan terletak pada kemampuan profesionalnya, tetapi pada negosiasi dengan Al-Hilal. Tim Arab Saudi itu tidak berniat melepas pemain mereka secara cuma-cuma, dan tidak ada klausul pembelian dalam kontraknya saat ini.
Barca harus meyakinkan Cancelo untuk menerima pemotongan gaji yang signifikan, karena remunerasi yang ia terima di Timur Tengah berada di luar kemampuan finansial klub Catalan tersebut.
Deco berusaha mencapai keseimbangan antara mempertahankan pemain berpengalaman dan memastikan tagihan gaji tidak membengkak secara berlebihan.
Keputusan akhir apakah akan mempertahankan atau melepas kedua bintang ini tidak hanya bergantung pada keinginan Hansi Flick, tetapi juga akan menjadi bukti kecerdasan Barcelona dalam mengelola sumber daya keuangan mereka yang terbatas untuk mempertahankan status mereka sebagai raksasa Eropa.
Scr/Mashable
















