Isu Tarif dan Greenland Memanas, Jerman Ancam Boikot Piala Dunia 2026

20.01.2026
Isu Tarif dan Greenland Memanas, Jerman Ancam Boikot Piala Dunia 2026
Isu Tarif dan Greenland Memanas, Jerman Ancam Boikot Piala Dunia 2026

Media Jerman memicu perdebatan yang cukup besar seputar kemungkinan tim nasional mereka tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026.

Menurut BILD, skenario Jerman menarik diri dari turnamen belum dibahas secara resmi, tetapi hal itu muncul sebagai upaya terakhir di tengah ketegangan di luar lapangan terkait masalah Greenland yang diangkat oleh Presiden AS Donald Trump , yang mengancam akan berdampak pada lingkungan sepak bola internasional.

Politisi veteran Jurgen Hardt berpendapat bahwa Piala Dunia adalah simbol koneksi global dan sportivitas. Namun, ketika faktor-faktor periferal cenderung menutupi nilai-nilai inti ini, sepak bola tidak dapat menghindari konsekuensi yang ditimbulkannya.

Namun, ia menekankan bahwa penarikan diri dari ajang sepak bola terbesar di dunia hanya boleh dianggap sebagai pilihan terakhir, jika semua upaya dialog gagal membuahkan hasil positif.

Menurut BILD, ini adalah pertama kalinya tokoh berpengaruh di Jerman secara langsung membahas kemungkinan memboikot Piala Dunia 2026, meskipun kata-katanya tetap hati-hati. Para pengamat percaya bahwa pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bersama bahwa peristiwa eksternal dapat mengikis netralitas dan semangat murni sepak bola.

Yang perlu dicatat, Bapak Hardt juga menyatakan keyakinannya bahwa semua pihak yang terlibat akan segera menemukan titik temu, sehingga memastikan bahwa Piala Dunia 2026 akan tetap diselenggarakan sesuai dengan nilai-nilai yang melekat padanya: sebuah arena olahraga di mana sepak bola lebih diutamakan daripada semua perbedaan.

Secara historis, Jerman telah menjadi salah satu tim yang paling konsisten dalam hal partisipasi Piala Dunia. Sejak turnamen dimulai pada tahun 1930, “Die Mannschaft” hanya absen dalam dua edisi. Oleh karena itu, kemungkinan Jerman tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 akan menjadi kejutan besar bagi turnamen tersebut.

Jelas, kontroversi seputar Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa turnamen ini masih dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal. FIFA akan menghadapi tekanan besar untuk memastikan bahwa acara sepak bola terbesar di planet ini berlangsung sesuai rencana, lancar, dan tanpa gangguan.

FIFA Didesak Agar Amerika Serikat Dicoret dari Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 tengah dilanda kontroversi terkait peran Amerika Serikat sebagai tuan rumah, kurang dari lima bulan sebelum pertandingan dimulai di Amerika Utara.

Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko adalah tiga negara yang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026. Dari 104 pertandingan turnamen, 78 di antaranya, termasuk semua babak gugur, akan berlangsung di Amerika Serikat, menjadikannya pusat operasional utama untuk acara sepak bola terbesar di planet ini.

Namun, peran AS sebagai tuan rumah menjadi subjek kontroversi. Sekelompok anggota parlemen di Inggris telah mengajukan petisi kepada organisasi olahraga global, termasuk FIFA , yang menyerukan peninjauan kembali status AS sebagai tuan rumah. Menurut kelompok ini, turnamen tersebut perlu diadakan dalam lingkungan yang stabil, menghormati standar internasional dan menghindari kontroversi yang dapat merusak citra dan nilai-nilai olahraga tersebut.

Namun, jika FIFA benar-benar mempertimbangkan untuk mencabut peran Amerika Serikat sebagai tuan rumah, Piala Dunia 2026 berisiko mengalami kekacauan. Mengalokasikan kembali 78 pertandingan, termasuk semua babak gugur, hanya dalam beberapa bulan adalah tugas yang mustahil. Hal ini tidak hanya akan memengaruhi jadwal dan infrastruktur, tetapi juga berdampak signifikan pada tim, sponsor, dan jutaan penggemar di seluruh dunia.

Saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai kemungkinan perubahan negara tuan rumah. Para pengamat percaya bahwa skenario Amerika Serikat dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah sangat tidak mungkin, karena persiapan Piala Dunia 2026 berada pada tahap akhir, dengan sejumlah stadion, pusat pelatihan, dan sistem logistik yang telah selesai dibangun.

Meskipun demikian, kontroversi seputar Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa turnamen ini masih dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal. FIFA akan menghadapi tekanan besar untuk memastikan bahwa acara sepak bola terbesar di planet ini berlangsung sesuai rencana, lancar, dan tanpa gangguan.

Scr/Mashable





Don't Miss