Dunia sepak bola kehilangan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarahnya. Kevin Keegan, legenda Liverpool, Newcastle United, sekaligus mantan pemain dan pelatih Timnas Inggris, meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah berjuang melawan kanker stadium empat.
Kabar duka tersebut diumumkan keluarga Keegan pada Senin (20/7/2026). Sebelumnya, pada Januari 2026, keluarga mengungkapkan bahwa Keegan didiagnosis mengidap kanker stadium empat.
Tujuh pekan sebelum wafat, Keegan juga sempat menyampaikan kepada publik bahwa dirinya tengah menjalani pengobatan untuk penyakit tersebut.
Dalam pernyataan resmi, keluarga menyampaikan bahwa Keegan mengembuskan napas terakhir didampingi istri dan kedua putrinya.
“Peraih Ballon d’Or dua kali ini adalah suami, ayah, dan kakek yang sangat dicintai. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada tim medis atas seluruh dukungan yang diberikan. Ini adalah masa yang sangat sulit dan kami memohon privasi”, tulis pihak keluarga yang dikutip dari Guardian (20/07/26).
Karier Cemerlang Bersama Liverpool
Kevin Keegan mengawali karier profesionalnya di Scunthorpe United sebelum direkrut manajer legendaris Bill Shankly ke Liverpool pada 1971 dengan nilai transfer sebesar 33.000 poundsterling.
Tak membutuhkan waktu lama, Keegan menjelma menjadi salah satu pemain terbaik Liverpool. Penampilan impresifnya membantu The Reds meraih berbagai gelar bergengsi, di antaranya:
- Tiga gelar First Division Inggris
- Satu Piala FA
- Dua Piala UEFA
- Satu Piala Champions Eropa (European Cup) pada 1977
Keegan dikenal sebagai pemain yang bekerja sangat keras. Ia bahkan mengakui dirinya bukan pemain dengan bakat alami, tetapi berkembang melalui disiplin dan etos kerja tinggi.
Ia pernah mengenang nasihat Bill Shankly yang terus dipegang sepanjang kariernya.
“Jika saya seorang penyapu jalan, maka jalan yang saya bersihkan harus menjadi yang paling bersih.”
Menjadi Peraih Ballon d’Or Dua Kali
Pada 1977, Kevin Keegan meninggalkan Liverpool untuk bergabung dengan klub Jerman, Hamburg.
Di Bundesliga, kariernya mencapai puncak. Ia menjadi satu-satunya pemain asal Britania Raya yang berhasil memenangkan Ballon d’Or dua kali berturut-turut, yakni pada 1978 dan 1979.
Setelah kembali ke Inggris pada 1980, Keegan sempat memperkuat Southampton dan Newcastle United sebelum memutuskan pensiun sebagai pemain pada 1984.
Di level internasional, Keegan mencatatkan 63 penampilan bersama Timnas Inggris dengan torehan 21 gol, termasuk tampil pada Piala Dunia 1982.
Sosok yang Berani dan Penuh Karisma
Kevin Keegan dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah takut mengungkapkan pendapatnya.
Salah satu insiden paling terkenal dalam karier bermainnya terjadi saat ia mendapat kartu merah akibat terlibat perkelahian dengan Billy Bremner pada Charity Shield 1974.
Di luar lapangan, Keegan menjadi salah satu bintang sepak bola Inggris pertama yang memiliki citra komersial kuat. Ia mengenakan sepatu sepak bola dengan merek pribadinya, merilis lagu berjudul Head Over Heels in Love, menjadi bintang acara televisi BBC Superstars, hingga menjadi wajah produk parfum Brut 33.
Keegan juga pernah mengungkapkan kekagumannya kepada George Best.
“Saya pernah menghadapi Johan Cruyff, Franz Beckenbauer, dan Diego Maradona. Namun menurut saya, George Best adalah yang terbaik.”
Membawa Newcastle United Bangkit
Setelah pensiun, Keegan sempat menetap di Spanyol bersama keluarganya sebelum menerima tawaran melatih Newcastle United pada 1992.
Ia sukses membawa Newcastle promosi ke Premier League dan hampir mempersembahkan gelar Liga Inggris musim 1995/1996.
Namun, setelah sempat unggul jauh dalam klasemen, Newcastle akhirnya disalip Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson.
Musim tersebut melahirkan salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Premier League melalui pidato emosional Keegan yang dikenal dengan kalimat “I’d love it…”, yang hingga kini masih dikenang para penggemar sepak bola Inggris.
Pernah Melatih Timnas Inggris dan Manchester City
Keegan meninggalkan Newcastle pada 1997 sebelum sempat menangani Fulham.
Pada 1999, ia dipercaya menjadi pelatih Timnas Inggris. Namun masa kepemimpinannya hanya berlangsung sekitar 20 bulan sebelum mengundurkan diri usai kekalahan dari Jerman di Stadion Wembley setelah penampilan mengecewakan Inggris di Euro 2000.
Setelah itu, Keegan melatih Manchester City dan berhasil membawa klub tersebut promosi ke Premier League.
Ia kemudian kembali ke Newcastle United pada 2008, meski periode keduanya hanya berlangsung delapan bulan akibat konflik dengan pemilik klub saat itu, Mike Ashley. Pada 2009, tribunal memutuskan Newcastle harus membayar kompensasi sebesar 2 juta poundsterling kepada Keegan atas kasus pemutusan hubungan kerja secara konstruktif.
Warisan Kevin Keegan Akan Terus Hidup
Kevin Keegan dianugerahi gelar OBE (Officer of the Order of the British Empire) pada 1982 atas jasanya terhadap sepak bola Inggris.
Pada Juni 2026, dalam salah satu penampilan publik terakhirnya, Keegan sempat menyampaikan keinginannya untuk kembali ke St James’ Park demi mengucapkan salam perpisahan kepada para pendukung Newcastle. Ia bahkan sempat bercanda bahwa klub mungkin baru akan membangun patung dirinya setelah ia meninggal dunia.
Kini, sosok yang dijuluki King Kev benar-benar telah berpulang. Namun warisannya akan terus hidup melalui prestasi, inspirasi, dan kenangan yang ia tinggalkan bagi Liverpool, Newcastle United, Timnas Inggris, serta jutaan pecinta sepak bola di seluruh dunia.
Sumber foto:
1. Kevin Keegan in 2008. Foto: Michael Mayhew/Sportsphoto
2. Kevin Keegan, selebrasi setelah mencetak gol untuk Inggris ketika melawan Skotlandia tahun 1979. Foto: Eamonn McCabe/Guardian
Scr/Mashable















