Mohamed Salah Kembali ke Anfield, Tampil Ceria dengan Senyum dan Performa Berkelas

16.12.2025
Mohamed Salah Kembali ke Anfield, Tampil Ceria dengan Senyum dan Performa Berkelas
Mohamed Salah Kembali ke Anfield, Tampil Ceria dengan Senyum dan Performa Berkelas

Setelah pekan yang penuh gejolak dengan perdebatan sengit tentang masa depannya dan konflik dengan manajer Arne Slot, Mohamed Salah kembali ke lapangan dan membuktikan kelasnya dalam kemenangan Liverpool 2-0 atas Brighton dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu 13 Desember 2025.

Senyum berseri-seri, tepuk tangan meriah dari para penggemar, dan penampilan luar biasa adalah apa yang ditinggalkan “Raja Mesir” sebelum berangkat ke Piala Afrika (AFCON).

Kembalinya Seorang Bintang yang Tak Terduga dan Berkelas

Semua mata tertuju pada bangku cadangan Liverpool saat pertandingan dimulai. Mohamed Salah duduk di sana, wajahnya tertutup, berbincang riang dengan Andy Robertson. Tak seorang pun menyangka kesempatannya akan datang secepat ini.

Pada menit ke-25, cedera yang dialami Joe Gomez memaksa manajer Arne Slot untuk mengambil keputusan. Alih-alih memilih Calvin Ramsay untuk bermain sebagai bek kanan, ia memasukkan Salah dan menggeser Dominik Szoboszlai kembali untuk mengisi posisi tersebut.

Dan Salah tidak mengecewakan para penggemar. Dia bermain seolah ingin membuktikan bahwa seluruh dunia salah karena meragukannya. Pergerakannya yang anggun, kontrol bola yang luar biasa, dan semangatnya yang membara benar-benar mengesankan.

Mantan bintang Chelsea itu tidak hanya berpartisipasi dalam serangan. Gambar dirinya berlari kembali ke area penaltinya sendiri untuk mendukung pertahanan setelah Florian Wirtz kehilangan penguasaan bola adalah jawaban terkuat atas kritik terhadap sikapnya di lapangan akhir-akhir ini.

Tulis Lebih Banyak Sejarah dan Pecahkan Rekor

Kontribusi terbesar dari pemain nomor 11 dalam pertandingan ini adalah tendangan sudut yang ditempatkan dengan sempurna yang disundul oleh Hugo Ekitike untuk menggandakan keunggulan. Assist tersebut tidak hanya mengamankan gol 2-0 tetapi juga mengukuhkan tempat pemain kelahiran 1992 itu dalam sejarah.

Ini adalah keterlibatan langsungnya yang ke-277 dalam sebuah gol untuk Liverpool di Liga Primer (188 gol, 89 assist), melampaui rekor Wayne Rooney untuk menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak untuk satu klub dalam sejarah liga.

Bintang Mesir itu bermain seolah-olah semua belenggu telah dilepas. Ia bergerak bebas, menciptakan lima peluang mencetak gol, dan memenangkan empat dari enam duel. Kehadiran Salah membuat permainan Liverpool jauh lebih lancar dan dinamis. Ia berkolaborasi dengan baik dengan Mac Allister, Ekitike, dan Chiesa, menciptakan gelombang serangan tanpa henti menuju gawang Brighton.

Senyum Misterius dan Masa Depan yang Tidak Pasti

Setelah peluit akhir berbunyi, Salah adalah orang terakhir yang meninggalkan lapangan. Dia berjalan mengelilingi keempat tribun, bertepuk tangan untuk berterima kasih kepada para penggemar , dan kemudian dengan lembut menepuk logo klub di bajunya. Itu adalah gestur yang emosional dan bermakna. Kemudian, bintang berusia 33 tahun itu mengunggah video momen tersebut di media sosial.

Apakah ini perpisahan? Salah akan berangkat ke AFCON dan baru akan kembali pada pertengahan Januari. Periode ini akan menjadi “istirahat” yang diperlukan baik untuk dirinya maupun Liverpool untuk memikirkan masa depan. Virgil van Dijk berharap Salah, setelah kembali, akan terus memberikan penampilan terbaiknya untuk klubnya.

Meskipun konflik antara Salah dan pelatih Arne Slot untuk sementara mereda setelah percakapan hari Jumat, inti permasalahannya tetap sama: pemain Mesir itu tidak ingin menjadi pemain pengganti, dan Slot belum melihatnya sebagai pilihan optimal untuk susunan pemain inti.

Saat melewati zona campuran , Salah menolak menjawab pertanyaan wawancara sambil tersenyum lebar: ” Dua minggu berturut-turut? Tidak, tidak, tidak .” Keheningannya justru semakin memicu rasa ingin tahu media dan penggemar. Perwakilan Salah, Ramy Abbas, dan direktur olahraga Richard Hughes akan melanjutkan negosiasi dalam beberapa minggu mendatang. Hasilnya masih belum pasti.

Arne Slot dan Tantangan Sumber Daya Manusia

Pelatih Arne Slot, sendiri, menegaskan bahwa “tidak ada masalah yang perlu diselesaikan” dan bahwa Salah “sama seperti pemain lainnya.” Namun, keputusannya untuk mencadangkan anak didiknya dari pertandingan melawan Inter Milan dan hanya memasukkannya ketika Gomez cedera menunjukkan bahwa hubungan pelatih-pemain masih memiliki banyak masalah yang belum terselesaikan.

Meskipun demikian, manajer asal Belanda itu harus mengakui bahwa penampilan Salah sangat luar biasa: “Dia tampil persis seperti yang diharapkan para penggemar dan saya.”

Kemenangan melawan Brighton, bersama dengan catatan tak terkalahkan mereka baru-baru ini, menunjukkan bahwa Liverpool secara bertahap kembali ke jalur yang benar setelah periode kemunduran. Dan jelas, Salah yang bugar dan bahagia tetap menjadi senjata paling ampuh yang dimiliki Sloth untuk menyelamatkan musim ini.

Teriakan lantang “Raja Mesir” dari tribun di The Kop adalah bukti paling jelas dari kecintaan para penggemar kepada Salah. Mereka tidak ingin dia pergi. Mereka ingin dia tetap tinggal, terus mencetak gol, dan menaklukkan level yang lebih tinggi.

Penampilannya melawan Brighton membuktikan bahwa Mohamed Salah masih jauh dari kata selesai. Ia tetap menjadi bintang paling bersinar, mampu menentukan hasil pertandingan dengan momen-momen jenius. Apa pun yang terjadi di masa depan, citra bintang kelahiran 1992 yang tersenyum cerah dan memberikan yang terbaik di lapangan Anfield akhir pekan lalu akan selalu menjadi kenangan indah.

Semoga ini adalah senyuman balasan, bukan senyuman perpisahan. Liverpool dan Liga Inggris masih membutuhkan Salah.

Scr/Mashable




Don't Miss