Pesan Terakhir Mohamed Salah untuk Szoboszlai demi Liverpool

07.07.2026
Pesan Terakhir Mohamed Salah untuk Szoboszlai demi Liverpool
Pesan Terakhir Mohamed Salah untuk Szoboszlai demi Liverpool

Dominik Szoboszlai mulai memperlihatkan kesiapannya mengambil tanggung jawab lebih besar di Liverpool setelah kepergian Mohamed Salah. Gelandang asal Hungaria tersebut kini berpeluang menjalani audisi sebagai kapten dalam rangkaian pertandingan pramusim The Reds di Amerika Serikat.

Kepergian Salah pada akhir musim 2025/2026 bukan sekadar menghilangkan salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub. Liverpool juga kehilangan sosok yang selama sembilan tahun menetapkan standar tinggi melalui profesionalisme, kedisiplinan, dan etos kerja di dalam maupun luar lapangan.

Dalam salah satu wawancara terakhirnya sebagai pemain Liverpool pada Mei 2026, Salah mempertanyakan siapa yang akan menjadi teladan bagi anggota skuad lainnya. Penyerang asal Mesir tersebut secara khusus menyinggung kebiasaan datang lebih awal dan menjalani latihan tambahan di pusat kebugaran.

“Saya mengatakan kepada mereka ketika saya pergi, kalian membutuhkan seorang teladan di sini,” ujar Salah, melansir dari Liverpool.com, Selasa (07/07/2026). Menurutnya, Liverpool memerlukan pemain yang datang lebih awal ke pusat kebugaran sehingga kebiasaan tersebut dapat diikuti oleh rekan-rekan setimnya.

Salah menilai keberadaan pemain yang mampu menjaga standar profesional sangat penting bagi masa depan Liverpool. Tanpa figur yang konsisten memberikan contoh, ia khawatir klub akan kesulitan mempertahankan budaya kerja yang telah dibangun selama beberapa musim terakhir.

Pesan itu tampaknya langsung diterima Dominik Szoboszlai, salah satu pemain dengan tingkat kebugaran terbaik dalam skuad Liverpool. Kapten tim nasional Hungaria tersebut sudah kembali berlatih secara mandiri sebelum agenda pramusim resmi dimulai di AXA Training Centre pada Senin, 13 Juli 2026.

Szoboszlai sempat menghentikan sesi latihannya untuk mengambil swafoto, kemudian mengunggah gambar tersebut kepada sekitar 5,5 juta pengikutnya di Instagram. Ia menandai akun Salah dan hanya menuliskan kata singkat, “Back”, sebagai tanda dirinya sudah kembali bekerja.

Unggahan tersebut dapat dipandang sebagai jawaban langsung terhadap tantangan yang sebelumnya disampaikan Salah. Szoboszlai seolah ingin menunjukkan kepada sahabat sekaligus mantan rekan setimnya bahwa standar kedisiplinan Liverpool akan tetap dijaga setelah kepergian sang legenda.

Kembalinya Szoboszlai ke pusat kebugaran lebih dari sepekan sebelum latihan resmi sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Pemain berusia 25 tahun itu dikenal memiliki kemampuan fisik, daya jelajah, serta intensitas permainan yang menonjol sejak bergabung dengan Liverpool.

Dalam sepak bola modern, para pemain profesional juga hampir tidak pernah benar-benar berhenti menjaga kondisi tubuh selama masa liburan. Anggapan bahwa pramusim hanya digunakan untuk menurunkan berat badan setelah liburan kini telah menjadi pandangan lama yang semakin ditinggalkan.

Namun, keputusan Szoboszlai kembali berlatih lebih cepat tetap memiliki arti penting dalam situasi Liverpool saat ini. Ia akan menjadi salah satu pemain senior yang lebih dahulu bekerja bersama pelatih baru, Andoni Iraola, setelah Hungaria gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Kondisi tersebut membuat Szoboszlai tidak membutuhkan masa liburan tambahan seperti para pemain yang masih bertanding di turnamen internasional. Ia memiliki kesempatan lebih panjang untuk memahami metode latihan, tuntutan fisik, dan pendekatan taktik yang akan diterapkan Iraola.

Periode pramusim kali ini juga menjadi tahap penting dalam perjalanan Szoboszlai bersama Liverpool. Iraola merupakan pelatih ketiga yang menanganinya selama empat musim bersama The Reds setelah sebelumnya ia bekerja di bawah arahan Jurgen Klopp dan Arne Slot.

Pergantian pelatih kembali menimbulkan pertanyaan mengenai posisi dan peran sejumlah pemain dalam skuad Liverpool. Szoboszlai harus mempertahankan konsistensi yang ditunjukkannya pada musim terakhir Slot, kemudian meningkatkan kontribusinya ketika memasuki era kepelatihan baru.

Negosiasi Kontrak Baru Masih Berjalan

Liverpool dan Szoboszlai juga masih menjalani pembicaraan mengenai kemungkinan perpanjangan kontrak di Anfield. Sang pemain disebut ingin menghabiskan tahun-tahun terbaik dalam kariernya bersama klub setelah merasa nyaman tinggal di Inggris bagian barat laut.

Szoboszlai telah menetap bersama istrinya, Borka, serta putri mereka yang masih kecil. Stabilitas kehidupan keluarga menjadi salah satu faktor yang membuat gelandang bernomor punggung delapan itu terbuka untuk memperpanjang masa baktinya bersama Liverpool.

Meski demikian, proses negosiasi antara kedua pihak belum menghasilkan kesepakatan akhir. Belum tercapainya terobosan dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukung, terutama setelah Liverpool kehilangan Ibrahima Konate secara bebas transfer.

Konate meninggalkan Anfield untuk bergabung dengan Real Madrid ketika berusia 27 tahun setelah kontraknya berakhir. Kejadian tersebut menjadi peringatan mengenai risiko membiarkan pembicaraan kontrak pemain penting berlangsung terlalu lama tanpa kepastian.

Situasi Szoboszlai memiliki perbedaan karena Liverpool dan pihak pemain sama-sama memiliki keinginan melanjutkan kerja sama. Kontrak yang dimulai ketika ia bergabung tiga tahun lalu diharapkan dapat diperpanjang sebelum masa depannya berubah menjadi persoalan besar bagi klub.

Berpeluang Menjadi Kapten Liverpool di Amerika Serikat

Selain persoalan kontrak, Szoboszlai berpeluang mendapatkan peran baru selama tur pramusim Liverpool di Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu kandidat terkuat mengenakan ban kapten ketika The Reds menghadapi Sunderland, Wrexham, dan Leeds United.

Liverpool dijadwalkan menghadapi Sunderland di Geodis Park, Nashville, pada 25 Juli 2026. Mereka kemudian melawan Wrexham di Yankee Stadium, New York, pada 29 Juli, sebelum menutup tur menghadapi Leeds di Soldier Field, Chicago, pada 2 Agustus.

Kesempatan tersebut terbuka karena kapten utama Virgil van Dijk masih menikmati liburan musim panas setelah menjalani tugas internasional. Kiper utama Alisson Becker juga diperkirakan belum bergabung karena mendapatkan waktu istirahat setelah berakhirnya musim dan turnamen internasional.

Liverpool pun sudah kehilangan beberapa pemimpin penting dari ruang ganti setelah Salah dan Andy Robertson meninggalkan klub. Kondisi itu membuat tidak banyak kandidat berpengalaman yang tersedia untuk memimpin tim selama pertandingan pramusim di Amerika Serikat.

Szoboszlai mempunyai pengalaman kepemimpinan karena telah lama dipercaya menjadi kapten tim nasional Hungaria. Ia juga termasuk pemain yang berani berbicara, mampu menghadapi tekanan besar, dan terbiasa menunjukkan intensitas tinggi ketika menjalani pertandingan penting.

Meski pertandingan pramusim tidak memiliki tekanan seperti kompetisi resmi, penunjukan kapten tetap membawa makna besar. Iraola dapat menggunakan rangkaian pertandingan tersebut untuk menilai karakter, komunikasi, serta kemampuan pemain dalam mengarahkan rekan-rekannya di lapangan.

Beberapa pekan mendatang berpotensi menjadi audisi kepemimpinan bagi Szoboszlai di hadapan Iraola. Apabila mampu memberikan contoh sejak latihan pertama, peluangnya masuk dalam kelompok pemimpin utama Liverpool akan semakin besar menjelang musim 2026/2027.

Tanggung jawabnya tidak hanya berkaitan dengan mengenakan ban kapten ketika Van Dijk absen. Liverpool membutuhkan pemain yang sanggup menjaga standar profesional setiap hari setelah kehilangan Salah, salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah modern klub.

Salah meninggalkan Liverpool setelah sembilan musim dengan catatan 257 gol dalam 441 pertandingan dan delapan trofi utama. Kepergiannya menutup sebuah era sekaligus meninggalkan ruang besar yang perlu diisi oleh generasi pemimpin berikutnya.

Tentunya Szoboszlai tidak harus menggantikan seluruh kontribusi Salah seorang diri, terutama karena keduanya memiliki karakter permainan berbeda. Namun, ia dapat mengambil alih sebagian tanggung jawab sang mantan rekan melalui kedisiplinan, kerja keras, dan keberanian memimpin tim.

Masa Depan Mohamed Salah

Nasib Mohamed Salah setelah meninggalkan Liverpool juga terus menjadi perhatian. Penyerang tim nasional Mesir tersebut berstatus bebas transfer sehingga dapat bergabung dengan klub baru tanpa biaya perpindahan.

Salah saat ini masih membela Mesir di Piala Dunia 2026 dan diperkirakan baru menentukan langkah berikutnya setelah perjalanan negaranya berakhir. Statusnya sebagai pemain bebas transfer membuat penyerang berusia 34 tahun tersebut menjadi incaran sejumlah klub Eropa dan Arab Saudi.

AS Roma dikabarkan telah menjajaki kemungkinan memulangkan Salah ke Stadion Olimpico, tempatnya bermain sebelum bergabung dengan Liverpool pada 2017. Sebuah kepulangan ke Roma akan menjadi kelanjutan menarik dalam perjalanan karier pemain yang pernah tampil di Italia bersama Fiorentina.

Salah membela Roma pada periode 2015 hingga 2017 sebelum direkrut Liverpool dan berkembang menjadi salah satu penyerang terbaik dunia. Bersama klub ibu kota Italia tersebut, ia mencatatkan penampilan impresif yang kemudian meyakinkan Liverpool untuk membawanya ke Anfield.

Selain Roma, Juventus disebut telah mempelajari kemungkinan merekrut Salah untuk memperkuat lini serang mereka. Ketertarikan tersebut semakin menarik karena pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dikabarkan memiliki hubungan baik dan mendapatkan penghormatan tinggi dari kapten tim nasional Mesir itu.

Spalletti pernah menangani Salah selama keduanya berada di Roma sehingga telah memahami kualitas, karakter, dan kebutuhan permainan sang penyerang. Hubungan tersebut dapat menjadi faktor penting apabila Juventus serius menawarkan kesempatan kepada Salah untuk tetap berkompetisi di level tertinggi Eropa.

Kendala terbesar bagi Roma maupun Juventus diperkirakan terletak pada kemampuan mereka memenuhi permintaan gaji Salah. Meski tidak perlu mengeluarkan biaya transfer, klub peminat tetap harus menyiapkan kontrak bernilai besar untuk meyakinkan pemain berpengalaman tersebut.

Situasi finansial itu membuat peluang kepindahan Salah ke Italia masih belum dapat dianggap sebagai sebuah kepastian. Roma dan Juventus perlu menemukan struktur kesepakatan yang sesuai apabila ingin bersaing dengan tawaran menggiurkan dari klub-klub Arab Saudi.

Al-Ittihad Kembali Memburu Mohamed Salah

Al-Ittihad masih menjadi salah satu klub yang paling serius memantau perkembangan masa depan Mohamed Salah. Klub Arab Saudi tersebut sebelumnya pernah mengajukan tawaran senilai 150 juta pound sterling kepada Liverpool pada musim panas 2023, tetapi langsung ditolak.

Ketertarikan Al-Ittihad tidak menghilang meskipun usaha pertama mereka gagal dan Salah memilih bertahan di Anfield. Kini peluang mendapatkan sang penyerang menjadi lebih terbuka karena mereka tidak perlu lagi melakukan negosiasi transfer dengan Liverpool.

Al-Hilal juga disebut sebagai salah satu klub Liga Pro Saudi yang tertarik merekrut mantan bintang Chelsea tersebut. Namun, bahkan beberapa klub kaya Arab Saudi diyakini tetap harus memperhitungkan besarnya nilai kontrak yang kemungkinan diminta Salah.

Kepindahan menuju Timur Tengah sejak lama dipandang sebagai tujuan paling memungkinkan bagi Salah setelah meninggalkan Liverpool. Meski demikian, keputusan tersebut belum menjadi kepastian karena sang pemain masih memiliki peluang melanjutkan kariernya di kompetisi elite Eropa.

Salah dikabarkan akan mempertimbangkan seluruh tawaran setelah menyelesaikan tugas bersama Mesir di Piala Dunia 2026. Ia mempunyai keleluasaan memilih proyek olahraga, nilai kontrak, serta lingkungan yang paling sesuai bagi tahap berikutnya dalam karier profesionalnya.

Kepergian Salah menutup perjalanan sembilan tahun yang luar biasa bersama Liverpool setelah dirinya bergabung dari Roma pada 2017. Liverpool dan sang pemain sebelumnya menyepakati perpisahan secara bebas transfer meskipun kontraknya sempat masih menyisakan satu tahun.

Scr/Mashable





Don't Miss