Serangkaian hasil buruk telah memaksa manajemen Tottenham Hotspur untuk mempertimbangkan kembali arah strategis mereka.
Kekalahan telak 0-3 melawan Nottingham Forest pada pekan ke-16 Liga Inggris 2025/2026, Minggu 14 Desember 2025 malam WIB, dianggap sebagai pukulan terakhir, yang menjerumuskan tim asal London Utara itu ke dalam krisis nyata baik secara profesional maupun mental.
Saat ini menduduki peringkat ke-11 di klasemen Liga Inggris musim ini, Tottenham semakin menjauh dari zona kualifikasi Eropa, sebuah target minimum sebelum musim dimulai. Hasil pertandingan mereka tidak hanya mengecewakan, tetapi gaya bermain mereka juga tidak meyakinkan, tidak terkoordinasi, dan kurang memiliki ciri taktis yang jelas. Hal ini menyebabkan kesabaran dari manajemen klub dan para penggemar semakin menipis.
Dalam konteks ini, Thomas Frank menjadi sasaran kritik. Meskipun diharapkan membawa stabilitas dan kepribadian yang berbeda, manajer asal Denmark ini belum mampu membangun tim dengan identitas yang jelas. Tottenham sering tertinggal dari pesaing langsung, kurang memiliki ide dalam mengendalikan permainan, dan tampak rentan di bawah tekanan.
Menghadapi risiko proyek yang melenceng dari jalur, Xavi secara tak terduga muncul sebagai calon pengganti. Pakar strategi asal Spanyol ini berstatus bebas transfer setelah masa baktinya di Barcelona dan sangat dihargai atas filosofi penguasaan bola, organisasi yang ketat, dan kemampuannya membangun identitas jangka panjang. Manajemen Tottenham percaya bahwa Xavi dapat membawa ketertiban dan arahan yang jelas, sesuatu yang sangat kurang dimiliki tim.
Pengangkatan Xavi, jika terjadi, bukanlah solusi jangka pendek tetapi langkah strategis yang bertujuan untuk membangun kembali tim secara menyeluruh. Dengan tekanan yang meningkat dan klasemen liga yang semakin ketat, Tottenham menghadapi keputusan penting yang dapat membentuk masa depan klub untuk musim-musim mendatang.
Tottenham Kebobolan Gol yang Berakibat Fatal
Pertahanan Tottenham melakukan beberapa kesalahan fatal dalam kekalahan mereka melawan Nottingham Forest
Kiper Vicario menjadi sasaran kritik setelah terjadi miskomunikasi dengan rekan-rekan setimnya. Setelah menerima bola di area penalti, penjaga gawang Tottenham itu melakukan sapuan yang tidak aman kepada Archie Gray saat pertahanan tim tamu berada di bawah tekanan berat. Umpan ini langsung menjadi “hadiah” bagi Nottingham Forest.
Archie Gray membelakangi gawang, gagal melihat dan membiarkan Ibrahim Sangare menerkamnya dan merebut bola. Gelandang Forest itu kemudian melewati Vicario dan memberikan umpan silang sempurna untuk Callum Hudson-Odoi yang kemudian menceploskan bola ke gawang kosong, memberikan keunggulan bagi tim tuan rumah.
Mimpi buruk Vicario berlanjut ketika ia melakukan kesalahan lain yang berujung pada gol kedua. Umpan silang Hudson-Odoi yang tampaknya tidak berbahaya melayang tepat di atas kepala kiper Tottenham dan masuk ke gawang.
Kesalahan individu menyebabkan pertahanan Tottenham runtuh, membuka jalan bagi kekalahan tim tamu dengan skor 0-3.
Di media sosial, para penggemar bereaksi keras terhadap Vicario. Banyak yang mengungkapkan kekecewaan mereka atas kesalahan berulang yang dilakukan tim.
Salah satu komentator menulis: “Tidak ada klub Liga Premier yang lebih sering merugikan diri sendiri seperti Spurs.” Komentator lain lebih pedas, menyarankan Tottenham perlu menjual Vicario dan mendatangkan kiper baru, karena kesalahannya merugikan tim dalam perolehan poin.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Tottenham di Liga Inggris. Spurs hanya memenangkan 1 dari 7 pertandingan liga terakhir mereka dan saat ini berada di peringkat ke-11 klasemen.
Scr/Mashable
















