Sphere Entertainment, perusahaan di balik venue futuristik Sphere di Las Vegas, mengumumkan rencana pengembangan Sphere kedua di Amerika Serikat.
Lokasi yang dipilih berada di Maryland, tepatnya di kawasan National Harbor, sekitar 15 menit perjalanan dari Washington, DC.
Jika terealisasi, venue ini akan menjadi Sphere kedua di AS sekaligus salah satu Sphere berskala lebih kecil pertama yang pernah diumumkan oleh perusahaan.
Meski belum mengungkapkan jadwal pembangunan maupun lokasi detail secara resmi, Sphere Entertainment menyatakan “intent to develop” atau niat untuk mengembangkan proyek tersebut.
Kehadiran Sphere Maryland menjadi kelanjutan dari ekspansi global perusahaan, setelah sebelumnya mengumumkan rencana pembangunan Sphere di Abu Dhabi pada Oktober 2024.
Versi Mini dengan Kapasitas Lebih Kecil
Dilansir dari The Verge (20/01/26), berbeda dengan Sphere Las Vegas yang memiliki kapasitas lebih dari 17.000 kursi, Sphere Maryland dirancang sebagai venue berskala lebih kecil dengan daya tampung sekitar 6.000 penonton.
Konsep ini dikenal sebagai “mini-Sphere”, yang pertama kali diumumkan Sphere Entertainment pada Maret 2025 sebagai bagian dari strategi menghadirkan pengalaman imersif di lebih banyak kota, tanpa harus membangun struktur raksasa seperti di Las Vegas.
Meski kapasitasnya lebih terbatas, Sphere Maryland tetap akan mempertahankan ciri khas utama yang membuat Sphere Las Vegas begitu ikonik. Bagian luar venue direncanakan dilapisi LED exosphere, layar raksasa yang dapat menampilkan konten artistik dan branded, menjadikannya landmark visual yang mudah dikenali, bahkan dari kejauhan.
Lokasi Strategis di National Harbor
National Harbor dipilih karena posisinya yang strategis dan telah berkembang sebagai pusat hiburan serta pariwisata. Kawasan ini terletak di tepi Sungai Potomac dan telah memiliki berbagai fasilitas seperti pusat konvensi, hotel, restoran, hingga area perbelanjaan.
Kehadiran Sphere di area ini berpotensi memperkuat daya tarik National Harbor sebagai destinasi hiburan utama di wilayah Maryland dan sekitarnya.
Selain itu, kedekatannya dengan Washington, DC, menjadikan Sphere Maryland berpeluang menarik pengunjung dari kalangan profesional, wisatawan, hingga komunitas seni dan teknologi yang cukup besar di wilayah tersebut.
Pengalaman Imersif Khas Sphere Tetap Dipertahankan
Sphere Maryland tetap akan mengusung teknologi imersif yang menjadi DNA Sphere Entertainment. Bagian dalam venue direncanakan menggunakan layar wrap-around beresolusi sangat tinggi dengan ukuran 16.000 x 16.000 piksel. Layar ini dirancang untuk menyelimuti area penonton, menciptakan pengalaman visual yang mendalam dan berbeda dari venue konvensional.
Tak hanya visual, Sphere Maryland juga akan dilengkapi dengan teknologi audio imersif, kursi haptic, serta efek lingkungan 4D. Efek ini mencakup simulasi angin, kabut, aroma tertentu, hingga elemen fisik seperti objek yang bergerak atau jatuh dari langit-langit, sebagaimana yang sudah diterapkan pada pertunjukan The Wizard of Oz versi AI-enhanced di Sphere Las Vegas.
Dengan pendekatan tersebut, Sphere tidak sekadar menjadi tempat menonton konser atau film, tetapi sebuah ruang pengalaman multisensori yang menggabungkan hiburan, teknologi, dan desain futuristik.
Biaya Pembangunan Lebih Efisien
Sebagai perbandingan, Sphere Las Vegas dilaporkan menelan biaya pembangunan hingga sekitar USD 2,3 miliar.
Dengan skala yang lebih kecil, Sphere Maryland diperkirakan membutuhkan investasi yang lebih rendah, meski angka pastinya belum diumumkan.
Pendekatan mini-Sphere ini dinilai lebih fleksibel dan memungkinkan ekspansi ke lebih banyak kota tanpa risiko finansial sebesar proyek Las Vegas.
Strategi ini juga membuka peluang bagi Sphere Entertainment untuk menguji format venue imersif dalam skala yang lebih ramah pasar regional, sekaligus memperluas jangkauan audiens.
Jika rencana ini terealisasi, Sphere Maryland akan memperkuat posisi Sphere Entertainment sebagai pionir dalam industri hiburan dengan teknologi canggih dan pengalaman imersif global.
Scr/Mashable




















