Sejarah mencatat Amerika Utara adalah tanah yang ramah bagi sepak bola Amerika Selatan (CONMEBOL). Namun, menjelang sepak mula Piala Dunia 2026, takdir manis itu kini dihadang tembok besar.
Brasil dan Argentina memang tetap mengemban misi membawa pulang trofi, tetapi edisi kali ini diprediksi akan menjadi ujian paling ekstrem bagi kekuatan Latin dalam beberapa dekade terakhir.
Jika menengok ke belakang, sejarah sepenuhnya berpihak pada zona Conmebol. Tiga edisi Piala Dunia yang pernah digelar di kawasan Amerika Utara selalu melahirkan juara dari Amerika Selatan.
Mitos itu dimulai saat Brasil angkat piala di Meksiko pada 1970. Enam belas tahun berselang, giliran Argentina yang naik takhta di tanah yang sama berkat magis Diego Maradona pada 1986.
Jika menengok ke belakang, sejarah sepenuhnya berpihak pada zona Conmebol. Tiga edisi Piala Dunia yang pernah digelar di kawasan Amerika Utara selalu melahirkan juara dari Amerika Selatan.
Mitos itu dimulai saat Brasil angkat piala di Meksiko pada 1970. Enam belas tahun berselang, giliran Argentina yang naik takhta di tanah yang sama berkat magis Diego Maradona pada 1986.
Terakhir, Selecao kembali mengulang kejayaan saat turnamen bergeser ke Amerika Serikat pada 1994. Namun, mengulang rekor seratus persen tersebut di tahun 2026 bukanlah perkara mudah.
Ancaman Nyata dari Benua Biru
Dalam tiga dekade terakhir, peta kekuatan sepak bola global telah bergeser ke Eropa. Spanyol, Prancis, dan Inggris kini tumbuh menjadi raksasa menakutkan yang mendominasi taktik modern.
Fakta pahit bahkan harus ditelan Brasil: mereka selalu didepak oleh tim-tim Eropa di setiap fase gugur Piala Dunia sejak terakhir kali menjadi juara pada edisi 2002.
Meski begitu, wakil Amerika Selatan bukan tanpa modal. Mayoritas dari mereka sudah mencicipi atmosfer Amerika Serikat saat berlaga di Copa America 2024 lalu.
Pengalaman adaptasi cuaca, fasilitas, dan lapangan menjadi keuntungan tersendiri. Ditambah lagi, masifnya komunitas diaspora Amerika Selatan di AS dipastikan akan menyulap stadion-stadion pertandingan menjadi layaknya “kandang sendiri” bagi tim-tim Latin.
Peta Kekuatan Conmebol: Kuda Hitam vs Raksasa yang Limbang
Menariknya, kekuatan baru justru mulai mengancam dari tim semenjana. Paraguay dan Ekuador kini menjelma menjadi kuda hitam yang patut diwaspadai.
Di bawah komando pelatih Gustavo Alfaro, Paraguay bangkit dari tidur panjangnya dan berhasil kembali ke panggung Piala Dunia untuk pertama kali sejak 2010. Sementara itu, Ekuador menatap turnamen dengan modal mentereng: rekor 18 pertandingan tak terkalahkan dan statistik lini pertahanan yang diklaim sebagai salah satu yang paling kokoh di dunia saat ini.
Ironisnya, kondisi sebaliknya justru menimpa tim mapan seperti Kolombia dan Uruguay. Kedigdayaan mereka perlahan luntur jika dibandingkan dengan performa dua tahun lalu.
Kolombia mulai kehabisan bensin setelah rekor 28 laga tak terkalahkan mereka terhenti. Di sisi lain, Uruguay masih terseok-seok menyelesaikan berbagai problem internal pasca-gelaran Copa America 2024.
Beban Berat di Pundak Brasil dan Argentina
Pada akhirnya, sorotan utama tetap tertuju pada dua poros utama: Brasil dan Argentina. Namun, kedua raksasa ini pun datang dengan membawa keraguan besar.
Brasil memasuki turnamen dengan banyak tanda tanya di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Sang juru taktik asal Italia tersebut dinilai masih meraba-raba dan belum menemukan formula terbaik untuk memaksimalkan talenta skuad Selecao.
Di kubu rival, Argentina memang masih mempertahankan kerangka skuad yang membawa mereka juara dunia di Qatar. Namun, Albiceleste tidak bisa berbohong soal faktor usia.
Menurunnya kondisi fisik Lionel Messi akibat faktor umur, ditambah rapuhnya koordinasi di sektor lini belakang, menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Piala Dunia 2026 bisa saja menjadi babak baru kejayaan bagi sepak bola Amerika Selatan untuk memperpanjang rekor suci mereka di Amerika Utara. Namun satu yang pasti: jalan menuju podium juara kali ini akan jauh lebih terjal, berliku, dan berdarah-darah bagi tim-tim Latin.
Scr/Mashable

















