Manchester City dilaporkan mulai mencari opsi alternatif untuk posisi pelatih kepala di tengah meningkatnya spekulasi tentang potensi kepergian Pep Guardiola dari Etihad Stadium.
Meskipun masih memiliki sisa kontrak 18 bulan dengan Man City, Guardiola bisa saja secara proaktif mengundurkan diri setelah akhir musim ini. Menanggapi laporan ini, The Telegraph mengungkapkan bahwa klub diam-diam sedang mempersiapkan rencana darurat jika kepergian Guardiola benar-benar terjadi.
Manchester City sedang mempertimbangkan tiga kandidat potensial. Yang paling menonjol adalah Enzo Maresca. Mantan manajer Chelsea ini sebelumnya bekerja di City Football Group sebagai pelatih akademi dan asisten Guardiola.
Maresca sebelumnya telah memberi tahu manajemen Chelsea bahwa dia telah melakukan pembicaraan dengan Manchester City dan Juventus selama paruh pertama musim ini. Selain Maresca, Xabi Alonso juga dipertimbangkan.
Meskipun dipecat oleh Real Madrid setelah hanya memimpin 34 pertandingan, mantan gelandang Spanyol ini masih sangat dihargai karena pemikiran taktis modernnya dan diprediksi akan menjadi incaran banyak klub besar musim panas ini.
Kandidat ketiga adalah Cesc Fabregas, yang telah tampil sangat mengesankan di Serie A, membantu Como naik ke peringkat keenam di klasemen sementara. Fabregas sebelumnya pernah bekerja sama dengan Guardiola di Barcelona, faktor yang dapat membantu mantan gelandang Arsenal itu meraih poin jika mantan manajernya terlibat dalam proses seleksi penggantinya.
Sebagian penggemar Manchester City berharap ia kembali ke Etihad. Namun, manajer asal Belgia itu kemungkinan besar akan tetap bersama Bayern Munich setelah memperpanjang kontraknya hingga 2029.
Saat ini, Man City tertinggal 6 poin dari Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris 2025/2026. Hasil imbang 2-2 melawan Tottenham pada 2 Februari semakin memperkuat perasaan para penggemar bahwa era sukses di bawah Guardiola akan segera berakhir.
Pep Guardiola Kecewa Man City Ditahan Imbang Tottenham
Sementara itu, Pep Guardiola mengungkapkan kemarahannya atas keputusan wasit yang tidak menganulir gol pertama Tottenham, yang mengakibatkan hasil imbang 2-2 untuk Man City pada pekan ke-24 Liga Inggris 2025/2026.
Man City ditahan imbang oleh Tottenham meskipun unggul dua gol, Senin 2 Februari 2026 dini hari WIB. Dalam gol Tottenham untuk memperkecil selisih menjadi 1-2, striker Dominic Solanke tampak menendang bagian belakang kaki Marc Guehi, menyebabkan bek tersebut mencetak gol bunuh diri.
Gol tersebut sangat kontroversial karena VAR meninjaunya tetapi tidak melakukan intervensi, sehingga gol tersebut tetap sah. Ketika ditanya oleh Sky Sports tentang keputusan wasit dalam pertandingan tersebut, Guardiola dengan enggan menjawab dan malah bertanya kepada pewawancara apakah menurutnya itu adalah pelanggaran.
Guardiola berkata: “Tentu saja itu tidak mungkin gol. Apa yang bisa saya katakan? Marc Guehi sedang menguasai bola, dia ditendang dari belakang, dan itu menjadi gol. Jadi apa yang bisa saya katakan? Tidak ada!”
Pep berkelakar: “Menarik sekali apa yang terjadi di Liga Premier. Penyelenggara Liga Premier menjelaskan keputusan mereka bahwa Solanke menyentuh bola terlebih dahulu, sehingga gol tersebut dikreditkan kepada striker Tottenham. Sungguh menakjubkan.”
Hasil ini berarti Man City gagal memperkecil jarak dengan Arsenal, dan kini tertinggal 6 poin dari pemimpin klasemen. Namun, Guardiola menegaskan ini bukanlah tahap penentu musim. Ia berkata: “Masih ada 14 pertandingan tersisa, banyak poin yang bisa diperebutkan.”
Scr/Mashable

















