Perdebatan mengenai siapa yang layak menyandang status GOAT (Greatest of All Time) dalam sepak bola mungkin tidak akan pernah benar-benar berakhir.
Di satu sisi ada Lionel Messi, maestro Argentina yang dikenal dengan visi bermain luar biasa dan kemampuan mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.
Di sisi lain berdiri Cristiano Ronaldo, mesin gol Portugal yang selama dua dekade terakhir menjadi simbol kerja keras, konsistensi, dan mentalitas juara.
Namun jika perdebatan itu dipersempit hanya pada satu panggung, yakni Piala Dunia, maka jawabannya sebenarnya tidak lagi terlalu rumit.
Data, pencapaian, hingga pengaruh terhadap tim nasional menunjukkan bahwa Messi berada satu tingkat di atas Ronaldo dalam turnamen sepak bola terbesar di muka bumi tersebut.
Piala Dunia, Panggung Terbesar yang Membentuk Legenda
Dalam dunia sepak bola, tidak ada trofi yang memiliki nilai prestise lebih tinggi dibanding Piala Dunia. Kompetisi yang digelar empat tahun sekali itu menjadi ajang pembuktian tertinggi bagi para pemain terbaik dunia.
Banyak legenda besar yang memiliki karier klub gemilang, tetapi tidak mampu mencapai puncak di Piala Dunia. Karena itulah performa seorang pemain di turnamen ini sering menjadi salah satu parameter utama dalam menentukan status GOAT.
Ketika berbicara soal Messi dan Ronaldo, keduanya sama-sama tampil dalam enam edisi Piala Dunia. Namun kesamaan itu berhenti sampai di situ.
Angka Tidak Pernah Berbohong
Jika melihat statistik keseluruhan hingga Piala Dunia 2026, keunggulan Messi terlihat sangat jelas.
Statistik | Lionel Messi | Cristiano Ronaldo |
Edisi Piala Dunia | 6 | 6 |
Pertandingan | 27 | 22 |
Gol | 16 | 8 |
Assist | 8 | 2 |
Final | 2 | 0 |
Gelar Juara | 1 | 0 |
Golden Ball | 1 | 0 |
Man of the Match | 11 | 7 |
Perbedaan paling mencolok terlihat pada kontribusi langsung terhadap gol. Messi telah mencetak 16 gol dan 8 assist di Piala Dunia. Artinya, kapten Argentina tersebut terlibat dalam 24 gol timnya.
Sebaliknya, Ronaldo mencatatkan 8 gol dan 2 assist, atau hanya terlibat dalam 10 gol Portugal.
Dengan kata lain, kontribusi Messi hampir dua kali lipat lebih besar dibanding rival abadinya tersebut.
Messi Tidak Hanya Hebat, Tetapi Juga Menentukan
Status GOAT tidak hanya ditentukan oleh jumlah gol. Ada faktor lain yang jauh lebih penting, yakni kemampuan membawa tim melangkah sejauh mungkin.
Di sinilah perbedaan besar antara Messi dan Ronaldo mulai terlihat.
Messi berhasil mengantar Argentina mencapai final Piala Dunia sebanyak dua kali, yakni pada 2014 dan 2022. Bahkan pada edisi 2022 di Qatar, ia sukses membawa Albiceleste meraih gelar juara dunia yang telah lama dinantikan rakyat Argentina.
Sebaliknya, pencapaian terbaik Ronaldo bersama Portugal hanyalah mencapai semifinal pada Piala Dunia 2006. Setelah itu, Portugal tidak pernah lagi mampu mendekati partai puncak.
Jika ukuran kehebatan seorang pemain adalah kemampuannya bersinar di momen terbesar, maka Messi sudah memberikan bukti yang jauh lebih kuat.
Penghargaan Individu Menjadi Bukti Tambahan
Piala Dunia juga menghadirkan penghargaan individu bagi pemain terbaik turnamen yang dikenal sebagai Golden Ball.
Messi menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang mampu memenangkan Golden Ball sebanyak dua kali, yaitu pada 2014 dan 2022.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Messi tidak hanya dirasakan oleh Argentina, tetapi juga diakui secara global sebagai pemain terbaik dalam turnamen tersebut.
Ronaldo? Hingga saat ini ia belum pernah memenangkan penghargaan tersebut.
Perbedaan ini semakin menegaskan siapa pemain yang benar-benar mampu mendominasi panggung terbesar sepak bola dunia.
Rekor-Rekor yang Sulit Dibantah
Keunggulan Messi juga terlihat dari sederet rekor yang berhasil ia pecahkan.
Pemain berjuluk La Pulga itu kini menjadi:
- Pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
- Pemain dengan menit bermain terbanyak di Piala Dunia.
- Pemain pertama yang mencatat assist di lima edisi Piala Dunia berbeda.
- Salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 16 gol.
- Pemilik jumlah penghargaan Man of the Match terbanyak di era modern.
- Pemain tertua yang mencetak hattrick di Piala Dunia
Ronaldo memang memiliki rekor yang sangat mengesankan, yakni menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda.
Namun jika dibandingkan secara keseluruhan, jumlah rekor yang dimiliki Messi jauh lebih berpengaruh terhadap jalannya turnamen.
Hattrick ke Aljazair Menjadi Penegasan Terbaru
Piala Dunia 2026 seolah menjadi bab terbaru yang semakin memperkuat posisi Messi dalam perdebatan GOAT.
Meski sudah berusia hampir 39 tahun, Messi masih mampu menunjukkan kualitas luar biasa. Dalam laga melawan Aljazair, ia mencetak hattrick dan membawa Argentina menang 3-0.
Tiga gol tersebut membuat koleksi gol Messi di Piala Dunia mencapai 16 gol, menyamai rekor gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Fakta bahwa Messi masih mampu tampil menentukan di usia yang tidak lagi muda menjadi bukti bahwa pengaruhnya di Piala Dunia belum benar-benar berakhir.
Jadi, Siapa GOAT Piala Dunia?
Jika perdebatan GOAT mencakup seluruh aspek sepak bola, tentu setiap orang bebas memiliki pendapat masing-masing. Ronaldo tetap merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah lahir dalam sejarah olahraga ini.
Namun jika fokusnya adalah performa di Piala Dunia, data dan pencapaian berbicara dengan sangat jelas.
Messi memiliki lebih banyak gol, lebih banyak assist, lebih banyak penghargaan individu, lebih banyak penampilan di laga besar, lebih banyak rekor, dan yang paling penting, memiliki trofi Piala Dunia yang selama ini menjadi impian setiap pesepak bola.
Ronaldo adalah legenda. Tidak ada yang bisa membantah hal tersebut. Tetapi ketika membahas siapa yang lebih layak menyandang status GOAT Piala Dunia, jawabannya saat ini hanya satu.
No debat. Messi berada di level yang belum mampu dicapai Ronaldo di panggung terbesar sepak bola dunia.
Scr/Mashable















