Kemenangan agregat 5-2 atas Inter dalam dua leg dianggap oleh Federasi Sepak Bola Norwegia sebagai tonggak sejarah terbesar dalam torehan Bodo/Glimt dan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Liga Champions modern.
Di San Siro, stadion yang pernah menjadi simbol kekuatan sepak bola Italia, Bodo/Glimt menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Norwegia. Mengalahkan Inter di kandang lawan dan menutup babak play-off Liga Champions dengan agregat 5-2, perwakilan Nordik ini menciptakan sensasi yang sesungguhnya.
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lisa Klaveness, berada di tribun bersama Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Wakil Sekretaris Jenderal Marchetti. Ia tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Ini adalah salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola klub Norwegia. Saya percaya ini juga salah satu hasil paling menakjubkan dalam sejarah modern Liga Champions,” tegas Klaveness.
Kemenangan itu bukan hanya signifikan dari segi performa profesional. Kemenangan itu melanjutkan serangkaian kenangan buruk bagi perwakilan Italia ketika menghadapi tim Norwegia.
Sebelumnya, Bodo telah menyingkirkan Lazio di Liga Europa. Tim nasional Italia juga menderita dua kekalahan melawan Norwegia dalam kampanye kualifikasi Piala Dunia mereka. Kali ini, Inter menjadi tim berikutnya yang tersingkir.
Menurut Klaveness, kisah Bodo/Glimt menjadi lebih istimewa karena klub ini berasal dari kota berpenduduk sekitar 50.000 jiwa yang terletak di utara Lingkaran Arktik. Dalam konteks di mana sepak bola Eropa semakin didominasi oleh uang dan kota-kota besar, kesuksesan tim kecil seperti itu memiliki makna simbolis yang jelas.
Ia juga memuji pelatih Kjetil Knudsen, yang pernah menjadi mentornya, beserta para pemain dan seluruh wilayah Norwegia Utara. “Mereka adalah panutan bagi klub-klub kecil di seluruh Eropa,” tegas Klaveness.
Di lapangan keramat San Siro, Bodo/Glimt tidak hanya memenangkan pertandingan. Mereka menantang batas kemampuan tim-tim kecil. Dan pada malam yang sunyi di Milan itu, sepak bola Norwegia mengalami momen terbesarnya hingga saat ini.
5 Pemain yang Dibeli Gratis Bantu Bodo/Glimt Ciptakan Sejarah
Meskipun tidak memiliki bintang besar atau mahal, Bodo/Glimt membuat dunia terkesan dengan kemenangan meyakinkan 2-1 atas Inter Milan di babak play-off Liga Champions pada, Rabu 25 Februari 2026 dini hari WIB.
Melihat susunan pemain inti tim Norwegia di stadion Giuseppe Meazza, banyak yang akan terkejut mengetahui bahwa sebagian besar pemain direkrut dengan biaya sangat rendah, bahkan dengan transfer gratis .
Secara spesifik, kiper Nikita Haikin bergabung dengan klub dengan status bebas transfer, begitu pula Fredrik Sjovold, Jostein Gundersen, Sondre Brunstad Fet, dan Fredrik Bjorkan.
Dua pemain termahal dalam susunan pemain inti adalah Patrick Berg dan Jens Petter Hauge (keduanya berharga 4 juta euro). Hauge, khususnya, membuktikan dirinya sebagai striker yang memukau musim ini, setelah mencetak gol melawan Tottenham, Inter Milan , Dortmund, dan Manchester City. Performa cemerlangnya telah menarik perhatian banyak raksasa Eropa bahkan sebelum musim berakhir.
Yang perlu diperhatikan, Bodo/Glimt tidak mengalami kerugian apa pun dalam kesepakatan perpanjangan kontrak Evjen, Hauge, atau Berg. Sebelumnya, mereka telah menjual para pemain ini dengan harga lebih tinggi, kemudian membawa mereka kembali dengan harga lebih rendah. Ini menunjukkan strategi transfer klub yang fleksibel dan kemampuan untuk mengoptimalkan sumber daya keuangannya.
Dalam konteks sepak bola modern, di mana transfer “blockbuster” bernilai jutaan euro semakin umum, kisah Bodo/Glimt dapat dianggap sebagai sebuah keajaiban. Tanpa anggaran besar, tim Norwegia ini tetap mampu bersaing secara setara dan menciptakan sensasi di kompetisi paling bergengsi di Eropa.
Scr/Mashable
















