Ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 kembali menjadi saksi bisu lahirnya inovasi radikal di industri telekomunikasi, kali ini lewat tangan dingin Tecno. Brand yang dikenal berani bereksperimen ini resmi memperkenalkan konsep smartphone modular yang memicu decak kagum berkat profil fisiknya yang sangat ekstrem.
Betapa tidak, perangkat dasar ponsel masa depan ini hanya memiliki ketebalan 4,9 mm, sebuah angka yang secara impresif lebih tipis daripada sebatang pensil maupun rumor desain iPhone Air yang paling ramping sekalipun.
Dikutip dari Engadget, Jumat (27/2/2026), langkah berani ini seolah menjawab kritik lama terhadap konsep ponsel modular yang selama ini identik dengan desain bongsor dan tidak ergonomis.
Meskipun ukurannya akan bertambah seiring dengan aksesori yang dipasang, Tecno berhasil mengakali estetika desainnya dengan sangat cerdas. Sebagai contoh, ketika pengguna memasang modul power bank tambahan, ketebalan total perangkat ini hanya akan menyamai standar smartphone modern yang ada di pasaran saat ini.
Rahasia di balik kemudahan kustomisasi ini terletak pada teknologi interkoneksi baru yang dikembangkan secara internal oleh Tecno, yang menggabungkan kekuatan magnetik dengan konektor pin presisi. Sistem ini memastikan setiap komponen dapat terpasang dengan kuat namun tetap sangat mudah untuk dilepas-pasang sesuai kebutuhan mobilitas pengguna.
Visi besar Tecno melalui perangkat ini adalah menciptakan ponsel yang mampu “berevolusi” selaras dengan perkembangan kebutuhan pemiliknya melalui ekspansi perangkat keras.
Hingga saat ini, Tecno telah menyiapkan sekitar 10 pilihan modul fungsional yang sangat beragam, mulai dari berbagai jenis lensa kamera profesional hingga pengontrol game khusus yang mampu mengubah ponsel menjadi konsol handheld.
Menariknya, sementara magnet bertugas menjaga posisi perangkat tetap stabil, konektor pin berperan dalam menyalurkan daya secara efisien.
Untuk urusan transmisi data, Tecno mengandalkan teknologi nirkabel tingkat tinggi yang mampu beralih otomatis antara Wi-Fi, Bluetooth, hingga frekuensi mmWave tergantung pada lokasi dan kebutuhan bandwidth pengguna.
Secara visual, ekosistem modular ini tampil elegan dengan dua pilihan warna utama, yakni edisi silver-aluminum yang futuristik serta versi abu-abu yang minimalis.
Walaupun status perangkat ini masih berupa desain konsep, kehadiran teknologi pemasangan magnetik ini memberikan sinyal kuat bahwa Tecno berencana mengimplementasikan sistem serupa pada lini produk komersial mereka di masa mendatang.
Tecno memang dikenal memiliki identitas kuat sebagai trendsetter teknologi terjangkau yang tidak takut mengambil risiko, seperti yang pernah mereka buktikan lewat ponsel lipat ekonomis serta inovasi lensa potret pop-out yang sempat viral sebelumnya.
Sejarah industri ponsel pintar sendiri sebenarnya telah mencatat berbagai upaya untuk mempopulerkan konsep modular, namun belum ada yang benar-benar berhasil mendominasi pasar global.
Penggemar tentu masih ingat dengan ambisi Proyek Ara milik Google satu dekade lalu yang berakhir di meja prototipe, atau upaya LG G5 dan lini Moto Mods dari Motorola yang sempat mencoba peruntungan di pasar semi-modular.
Namun, dengan pendekatan Tecno yang lebih ambisius dan integrasi teknologi nirkabel yang lebih matang, konsep modular kali ini terasa jauh lebih siap untuk menantang status quo industri.
Eksperimen ini bukan sekadar pamer kecanggihan, melainkan sebuah pernyataan bahwa masa depan perangkat mobile bisa jadi jauh lebih fleksibel dari yang kita bayangkan hari ini.
Scr/Mashable




















