Platform gim populer Roblox baru saja memperkenalkan terobosan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk menciptakan lingkungan obrolan yang lebih sehat.
Jika sebelumnya pemain sering melihat “hutan tanda pagar” (####) saat seseorang mengetik kata terlarang, kini AI Roblox akan secara otomatis mengubah kalimat kasar tersebut menjadi bahasa yang lebih sopan secara real-time.
Dikutip dari Engadget, Selasa (10/3/2026), langkah ini diambil setelah Roblox menyadari bahwa sensor berlebihan justru seringkali mengganggu alur komunikasi dan kenyamanan bermain.
Cara kerja fitur ini cukup unik dan tidak hanya sekadar menghapus kata. Sebagai contoh, jika seorang pemain mengetik frasa kasar seperti “Hurry TF up”, sistem bertenaga AI akan langsung mendeteksi intensitas emosi dan mengubahnya menjadi kalimat yang lebih netral seperti “Hurry up!”.
Menariknya, seluruh pemain dalam obrolan akan mendapatkan notifikasi bahwa pesan tersebut telah dimodifikasi, sementara si pengirim akan melihat bagian mana dari kalimatnya yang terkena sensor. Hal ini bertujuan agar pemain sadar akan batasan bahasa yang diperbolehkan dalam platform.
Rajiv Bhatia, Kepala Keamanan Roblox, menjelaskan dalam unggahan blog resminya bahwa fitur ini adalah bagian dari evolusi Standar Komunitas.
“Seiring sistem ini berkembang, kami menciptakan roda penggerak untuk kesopanan. Umpan balik real-time ini membantu pengguna belajar dan mengadopsi cara berkomunikasi yang lebih baik,” ungkap Bhatia.
Namun, perlu dicatat bahwa moderasi otomatis ini bukanlah “tiket gratis” untuk berkata kasar. Pemain yang secara berulang kali melanggar kebijakan tetap akan mendapatkan sanksi atau hukuman meskipun pesan mereka telah diperhalus oleh AI.
Saat ini, fitur pengubahan kalimat otomatis telah diterapkan pada obrolan antar pengguna yang sudah melewati proses verifikasi usia dalam kelompok umur yang serupa. Fitur ini juga mendukung berbagai bahasa yang terintegrasi dengan alat terjemahan Roblox.
Langkah teknis ini merupakan bagian dari upaya besar Roblox untuk memulihkan citranya setelah diterpa isu keamanan serius.
Pada Januari 2026, Roblox memberlakukan sistem verifikasi usia wajib guna merespons laporan mengkhawatirkan terkait adanya oknum dewasa yang diduga memanfaatkan platform untuk merayu anak-anak di bawah umur.
Di bawah kebijakan baru ini, anak-anak di bawah usia 13 tahun kini dibatasi aksesnya dalam menggunakan fitur obrolan global, kecuali dalam pengalaman gim tertentu yang sudah terkurasi ketat. Namun, upaya moderasi berbasis AI ini tampaknya belum cukup untuk meredam tekanan hukum.
Hingga awal tahun 2026, Roblox masih harus menghadapi gugatan berat dari berbagai pihak berwenang di Amerika Serikat. LA County, dalam gugatan yang diajukan pada Februari lalu, menuduh platform ini membiarkan anak-anak menjadi mangsa empuk bagi predator daring.
Gugatan serupa juga datang dari Jaksa Agung Louisiana yang menyatakan bahwa meskipun memiliki sistem keamanan, Roblox dianggap gagal melindungi pengguna di bawah umur dari ancaman predator seks.
Dengan peluncuran fitur AI ini, Roblox berharap dapat memberikan bukti nyata bahwa mereka serius dalam membenahi ekosistem digitalnya.
Bagi para orang tua dan pemain, fitur ini menjadi sinyal bahwa dunia virtual kini sedang bertransformasi menjadi ruang yang lebih terpantau, meski tantangan keamanan di masa depan masih sangat besar.
Scr/Mashable

















