Masa depan Vinicius Junior di Real Madrid mendadak abu-abu. Gelaran Piala Dunia 2026 diprediksi bakal menjadi titik balik yang mengubah total peta negosiasi kontrak sang penyerang sayap di Santiago Bernabeu.
Sudah hampir satu tahun berlalu sejak Real Madrid dan Vinicius memutuskan menunda pembahasan kontrak baru. Padahal kala itu, kedua belah pihak dikabarkan sudah sangat dekat dengan kata sepakat.
Namun, demi menjaga fokus pada target kompetisi di lapangan, manajemen Los Blancos dan agen sang pemain memilih “gencatan senjata”. Sayangnya, hingga saat ini, proses perpanjangan masa bakti tersebut masih jalan di tempat tanpa ada kemajuan berarti.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, bahkan mengakui dirinya belum bisa memberi jaminan apa pun terkait masa depan pemain internasional Brasil tersebut. Meski begitu, sang presiden berulang kali menegaskan komitmen klub untuk mempertahankan salah satu pesepak bola terbaik dunia itu.
Piala Dunia 2026 Jadi Kartu As
Situasi pelik ini membuat ajang Piala Dunia 2026 menjadi faktor penentu yang sangat krusial. Jika mampu tampil bersinar dan membawa Timnas Brasil melangkah jauh, Vinicius otomatis berada di atas angin. Ia punya posisi tawar yang kuat untuk menuntut kontrak bernilai fantastis, sekaligus memikat minat dari klub-klub raksasa Eropa lainnya.
Sebaliknya, jika performanya di Piala Dunia melempem, Real Madrid yang akan memegang kendali penuh di meja perundingan.
Tuntut Kesetaraan Gaji dengan Kylian Mbappe
Menurut laporan media-media Spanyol, batu sandungan terbesar dalam negosiasi ini adalah masalah finansial dan status di dalam tim. Vinicius menuntut apresiasi yang setara dengan statusnya sebagai bintang utama klub saat ini.
Isu sensitif ini mencuat terutama setelah kedatangan Kylian Mbappe ke Santiago Bernabeu. Bintang Prancis itu diketahui menerima pendapatan yang jauh lebih tinggi berkat bonus perekrutan (signing-on fee) yang nilainya selangit.
Saat negosiasi sempat buntu tahun lalu, Vinicius dikabarkan sempat meminta gaji fantastis mendekati angka 30 juta euro (sekitar Rp624 miliar) per musim. Walau demikian, penyerang berusia 25 tahun tersebut kabarnya sempat menurunkan tuntutan finansialnya demi mencapai titik temu dengan manajemen Madrid, sebelum akhirnya semua pembicaraan mendadak ditangguhkan.
Waktu Terus Berjalan, Madrid Terancam Rugi Bandar
Kini, waktu justru berpihak kepada Vinicius. Hanya dalam hitungan bulan, pemain bernomor punggung 7 itu akan memasuki periode akhir kontraknya, yang berarti ia bebas melakukan negosiasi pra-kontrak dengan klub lain secara legal.
Jika Real Madrid terus mengulur waktu dan lambat mengambil keputusan, raksasa Spanyol tersebut harus bersiap menerima kenyataan pahit: kehilangan aset berharga mereka, Vinicius Junior, secara cuma-cuma alias gratis.
Mbappe dan Vinicius Jr Picu Perpecahan
Hubungan yang dikabarkan merenggang antara Kylian Mbappe dan Vinicius Junior kini menempatkan Real Madrid dalam posisi sulit. Raksasa Spanyol tersebut mulai dihadapkan pada pilihan dilematis: mengorbankan salah satu superstar demi menyelamatkan keharmonisan ruang ganti.
Berdasarkan laporan eksklusif dari media Prancis, L’Equipe, sejumlah petinggi di Santiago Bernabeu mulai mempertimbangkan opsi ekstrem untuk menjual salah satu dari kedua bintang tersebut jika situasi internal tim tidak kunjung membaik dalam waktu dekat.
Saat Mbappe pertama kali mendarat di Madrid, publik meyakini bahwa ia dan Vinicius akan membentuk duet maut yang sanggup mendominasi panggung sepak bola Eropa selama bertahun-tahun. Namun, realitas di lapangan justru berbicara sebaliknya.
Meski memiliki lini serang paling mewah di dunia, Real Madrid justru tampil tidak konsisten dan berulang kali menelan kegagalan di berbagai kompetisi besar.
Masalah Los Blancos ternyata tidak hanya sebatas taktik di lapangan, melainkan juga atmosfer ruang ganti yang kian mengental dan menyesakkan. Mbappe disebut-sebut mulai menjaga jarak dengan beberapa rekan setimnya setelah sempat melayangkan kritik terbuka terkait sang pelatih, Alvaro Arbeloa.
Sebagian pemain menilai mantan penyerang PSG itu terlalu egois dan mementingkan diri sendiri. Situasi ini kontras dengan Vinicius yang tetap mendapat dukungan luas dari skuad Madrid berkat karakternya yang ekspresif dan kemampuannya menjaga kedekatan antar-pemain.
Sumber internal dari Prancis menyebutkan bahwa hubungan antara Mbappe dan Vinicius memang belum sampai pada tahap konflik terbuka di depan publik. Kendati demikian, ketegangan yang terus membara di bawah permukaan ini mulai membuat manajemen Madrid cemas.
Jika performa tim serta kerja sama keduanya di lapangan terus mengecewakan, opsi untuk mendepak salah satu bintang bisa benar-benar menjadi kenyataan di masa depan.
Meskipun isu perpecahan ini merebak, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dilaporkan belum memiliki niat sedikit pun untuk melepas salah satu dari mereka. Bagi Perez, baik Mbappe maupun Vinicius merupakan pilar utama sekaligus pusat dari proyek jangka panjang klub.
Tantangan terbesar bagi Real Madrid saat ini adalah menemukan sistem bermain yang seimbang, agar kedua megabintang tersebut bisa bersinar bersama di dalam sebuah tim yang kini mulai retak akibat tekanan besar untuk selalu meraih trofi.
Scr/Mashable















