Ada 18 Juta Serangan Siber di Asia Tenggara 2025, Indonesia Masuk Tiga Besar

16.04.2026
Ada 18 Juta Serangan Siber di Asia Tenggara 2025, Indonesia Masuk Tiga Besar
Ada 18 Juta Serangan Siber di Asia Tenggara 2025, Indonesia Masuk Tiga Besar

Kaspersky mencatat lebih dari 18 juta serangan web berbahaya yang menargetkan pengguna bisnis di Asia Tenggara sepanjang tahun 2025.

Temuan ini menegaskan bahwa ancaman siber berbasis web masih menjadi salah satu risiko terbesar bagi perusahaan di kawasan dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat.

Data terbaru menunjukkan total 18.015.162 deteksi serangan web di seluruh Asia Tenggara, mencakup berbagai bentuk ancaman seperti situs yang diretas, unduhan berbahaya, hingga eksploitasi celah keamanan sistem.

Indonesia Tiga Besar Target Serangan Siber

Dalam laporan tersebut, beberapa negara mencatat angka serangan yang cukup signifikan. Vietnam menjadi negara dengan jumlah serangan tertinggi, mencapai 8.437.695 deteksi. Disusul oleh Malaysia 3.361.453 serangan lalu Indonesia dengan 3.014.870 serangan.

Sementara itu, Singapore dan Thailand juga mencatat lebih dari satu juta serangan, masing-masing 1.371.435 dan 1.207.725 kasus. Adapun Philippines mencatat 621.984 serangan sepanjang tahun lalu.

Ancaman Siber Terus Berkembang

Menurut Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, meskipun secara jumlah terjadi penurunan, namun jenis ancaman justru semakin berkembang dan kompleks terutama di Vietnam dan Singapura.

Hal ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran dan investasi perusahaan terhadap keamanan siber. Semakin banyak organisasi yang memperkuat sistem pertahanan mereka, sehingga penyerang pun mengembangkan metode yang lebih canggih.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi digital kawasan juga menjadi faktor utama meningkatnya risiko. Berdasarkan data World Economic Forum, nilai ekonomi digital Asia Tenggara saat ini mencapai US$300 miliar dan diproyeksikan menembus US$1 triliun pada 2030.

Apa Itu Ancaman Web?

Ancaman web adalah segala bentuk serangan berbasis internet yang dapat membahayakan sistem komputer maupun data pengguna. Serangan ini tidak selalu terjadi secara langsung, tetapi hampir selalu melibatkan internet dalam prosesnya.

Dampak dari ancaman web bisa sangat serius, di antaranya:

  • Akses ilegal ke sistem perusahaan
  • Pencurian data sensitif seperti kredensial dan informasi pribadi
  • Gangguan layanan (denial of access)
  • Penggunaan sistem tanpa izin
  • Manipulasi data atau sistem

Seiring berkembangnya teknologi seperti Internet of Things (IoT), perangkat pintar, dan jaringan cepat, potensi serangan juga semakin luas bahkan sering kali melampaui kesadaran keamanan pengguna.

Untuk mengurangi risiko serangan berbasis web, Kaspersky merekomendasikan sejumlah langkah penting bagi perusahaan:

  1. Update sistem secara rutin
    Pastikan sistem operasi, browser, dan aplikasi selalu diperbarui untuk menutup celah keamanan.
  2. Gunakan password kuat dan 2FA
    Kombinasi kata sandi unik dan autentikasi dua faktor dapat mencegah akses ilegal.
  3. Implementasi solusi keamanan canggih
    Gunakan layanan seperti Kaspersky Managed Detection and Response (MDR) untuk pemantauan 24/7.
  4. Respons insiden yang cepat
    Manfaatkan layanan Incident Response untuk investigasi dan mitigasi serangan secara menyeluruh.
  5. Bangun sistem keamanan terintegrasi
    Solusi seperti Kaspersky Next XDR Expert dapat memberikan perlindungan menyeluruh dengan deteksi berbasis AI.

Dengan Indonesia masuk tiga besar negara dengan serangan terbanyak, perusahaan perlu meningkatkan sistem keamanan digital mereka.

Investasi pada teknologi keamanan siber kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama untuk menjaga keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.

Scr/Mashable




Don't Miss