Rencana Pembangunan Stadion Baru Newcastle United Terhambat oleh Ribuan Kelelawar

21.04.2026
Rencana Pembangunan Stadion Baru Newcastle United Terhambat oleh Ribuan Kelelawar
Rencana Pembangunan Stadion Baru Newcastle United Terhambat oleh Ribuan Kelelawar

Rencana Newcastle United untuk membangun stadion senilai 1 miliar poundsterling di Leazes Park secara tak terduga menghadapi hambatan besar karena munculnya koloni kelelawar.

Manajemen Newcastle United pernah sangat tertarik untuk membangun stadion baru di area sekitar Leazes Park, sebuah taman yang terletak tepat di sebelah St James Park saat ini. Lokasi ini dianggap ideal untuk memperluas ruang klub dan meningkatkan fasilitasnya.

Namun, sebuah laporan dari Daily Mail menunjukkan bahwa lokasi tersebut kini sedang ditinjau ulang karena adanya koloni kelelawar di Leazes Park .

Mengganggu atau membunuh kelelawar adalah tindak pidana di Inggris, sehingga masalah ini menjadi rumit. Newcastle harus menyewa perusahaan profesional untuk melakukan survei dan menemukan cara untuk memindahkan populasi kelelawar secara legal dan aman. CEO David Hopkinson berbagi pemikirannya tentang tantangan ini:

“Tugas saya adalah mengembangkan opsi yang benar-benar layak. Itulah mengapa proses ini memakan waktu lama. Mudah untuk mengatakan ‘bangun saja di sana.’ Tetapi apa yang perlu terjadi agar itu terjadi? Ini sangat melelahkan dan sangat mahal. Ada pertimbangan hukum, pemerintahan, warisan budaya, lingkungan, dan demografis. Anda tidak bisa begitu saja membangun di suatu tempat karena Anda menginginkannya .”

Delegasi dari Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF), pemilik Newcastle, diperkirakan akan bertemu dengan dewan klub akhir bulan ini untuk membahas rencana stadion. Ini akan menjadi momen penting dalam memutuskan apakah Newcastle akan melakukan relokasi total atau hanya merenovasi St James’ Park yang ada saat ini.

Selain Leazes Park, tempat alternatif lain di kota seperti Hunters Moor dan Nuns Moor Park juga sedang dipertimbangkan. Newcastle telah bermain di St James’ Park sejak 1892 dan stadion tersebut saat ini memiliki kapasitas 52.264 kursi. Biaya pembangunan stadion baru bisa melebihi £1 miliar dan akan membutuhkan investasi signifikan dari PIF serta investor dan pemberi pinjaman lainnya.

Pembangunan diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga tahun, dan secara bersamaan, Newcastle juga sedang bernegosiasi untuk membeli lahan guna membangun pusat pelatihan mutakhir senilai £200 juta di Woolsington.

Sempat Diselidiki UEFA

Penjualan stadion milik Newcastle telah memicu penyelidikan UEFA. Klub asal Timur Laut Inggris ini menghadapi sanksi berat dan risiko harus melepas pemain bintang untuk menyeimbangkan anggaran mereka.

Newcastle United menghadapi risiko sanksi finansial besar-besaran dari UEFA setelah menjual stadion St James’ Park kepada anak perusahaan dari pemilik yang sama. Meskipun langkah ini mungkin membantu The Magpies menyelesaikan masalah keuangan mereka di Premier League, hal ini secara serius melanggar peraturan ketat badan pengatur sepak bola Eropa.

Menurut laporan keuangan, Newcastle menjual hak sewa St James’ Park seharga £172 juta kepada PZ Newco Holdings Ltd, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF), yang merupakan pemilik mayoritas klub tersebut.

Kesepakatan ini menghasilkan keuntungan akuntansi sebesar £129 juta, membantu klub melaporkan laba sebelum pajak sebesar £34,7 juta pada tahun keuangan 2025. Ini adalah cara bagi klub untuk menghindari PSR (Profit and Sustainability Rules) Liga Premier.

Namun, The Times melaporkan bahwa UEFA tidak menerima “trik” akuntansi ini. Sebelumnya, Chelsea dan Aston Villa masing-masing didenda £27 juta dan £9,5 juta karena penyimpangan serupa dalam penjualan aset ke perusahaan afiliasi. Newcastle kini menghadapi potensi “hukuman besar” karena standar financial fair play UEFA yang lebih ketat dibandingkan dengan Premier League.

Kepala Bagian Keuangan Simon Capper mengakui bahwa penjualan stadion akan membantu klub merestrukturisasi asetnya sebagai persiapan untuk rencana rekonstruksi infrastruktur. Namun, ia juga menegaskan bahwa sebagian besar keuntungan dari kesepakatan tersebut tidak akan termasuk dalam anggaran transfer UEFA berdasarkan aturan SCR (Squad Cost Ratio) yang baru. Ini berarti Newcastle masih akan kesulitan untuk memperkuat skuad mereka meskipun secara teoritis memperoleh keuntungan.

Konsekuensi dari masalah hukum ini dapat memaksa klub asal Timur Laut Inggris tersebut untuk menjual pemain-pemain kunci guna menyeimbangkan anggaran mereka. Sandro Tonali saat ini menjadi incaran Manchester United dan bisa jadi pemain yang akan hengkang jika Newcastle dikenai sanksi oleh UEFA.

Scr/Mashable





Don't Miss