Fadly Alberto, Dari Pembuat Sejarah di Piala Dunia U-17 hingga Dicoret Timnas Indonesia U-20

23.04.2026
Fadly Alberto, Dari Pembuat Sejarah di Piala Dunia U-17 hingga Dicoret Timnas Indonesia U-20
Fadly Alberto, Dari Pembuat Sejarah di Piala Dunia U-17 hingga Dicoret Timnas Indonesia U-20

Roda nasib berputar begitu cepat bagi Fadly Alberto Hengga. Penyerang sayap yang sempat dielu-elukan sebagai masa depan cerah sepak bola Tanah Air ini kini harus menelan pil pahit. Hanya berselang setahun setelah mencatatkan namanya di buku sejarah Piala Dunia U-17, pemain asal Bojonegoro ini resmi didepak dari skuad Timnas Indonesia U-20.

Keputusan tegas ini diambil menyusul tindakan indisipliner fatal yang dilakukan Alberto saat membela klubnya, Bhayangkara FC U-20, dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA). Sebuah aksi “tendangan kungfu” yang ia layangkan ke arah pemain lawan tidak hanya berujung kartu merah, tapi juga menutup pintu baginya untuk mengenakan jersi Garuda di dada.

Nama Fadly Alberto mulai meroket saat ia dipercaya pelatih Nova Arianto mengisi lini depan Indonesia di ajang Piala Dunia U-17 2025. Perjuangannya yang emosional—tumbuh dari keluarga sederhana di sebuah rumah petak di Bojonegoro—menjadi inspirasi jutaan pecinta sepak bola.

Puncaknya, Fadly Alberto berhasil mencetak gol krusial ke gawang Honduras yang memastikan Indonesia mendapatkan 3 poin perdana di level Piala Dunia U-17.

Kegemilangannya bersama Timnas Indonesia U-17 beberapa waktu lalu bahkan membuat Fadly Alberto sampai dipuji oleh FIFA jelang agenda Piala Dunia U-17 2025.

“Dia bukan hanya pemain muda yang memiliki potensi besar, tetapi juga simbol generasi muda Timnas Indonesia, generasi yang berani bermimpi dan siap mengukir sejarah baru sepak bola Indonesia di kancah internasional,” tulis FIFA.

Kelincahan, kecepatan, dan determinasi tinggi membuatnya digadang-gadang sebagai “The Next Big Thing” di sepak bola Indonesia. Saat itu, ia adalah simbol harapan bagi talenta Papua yang besar di tanah Jawa.

Namun, ekspektasi besar itu hancur dalam hitungan detik. Dalam laga sengit EPA U-20 melawan Dewa United, Alberto kehilangan kendali emosi. Sebuah pelanggaran keras yang tidak sportif ia lakukan, memicu amarah publik setelah videonya viral di media sosial.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) yang juga COO Bhayangkara FC, Sumardji, bertindak cepat. Tanpa kompromi, ia mengonfirmasi bahwa Alberto tidak lagi masuk dalam rencana Timnas U-20.

Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, sosok yang menemukan bakat Alberto, tak menyembunyikan kekecewaannya. Bagi Nova, teknik dan fisik bisa dilatih, namun karakter adalah fondasi utama seorang profesional.

“Apapun alasannya tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Fadly sebagai pemain tim nasional harusnya memberikan contoh (baik) kepada pemain lainnya,” ujar Nova.

Kini, Fadly Alberto berada di persimpangan jalan. Karier internasionalnya yang baru saja mekar harus terhenti akibat satu kecerobohan. Akankah sang “Wonderkid” mampu bangkit dari keterpurukan dan memperbaiki sikapnya, atau justru ia akan menambah daftar panjang talenta emas Indonesia yang layu sebelum berkembang?

Scr/Mashable





Don't Miss