Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Apple. Perusahaan tersebut dilaporkan telah menyetujui penyelesaian gugatan hukum dengan nilai mencapai 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun.
Kasus ini berkaitan dengan fitur kecerdasan buatan pada Siri yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi pengguna saat peluncuran iPhone terbaru.
Gugatan ini menjadi sorotan karena melibatkan lini perangkat populer seperti iPhone 16 dan iPhone 15 Pro, yang sebelumnya dipromosikan membawa teknologi AI canggih melalui Apple Intelligence.
Kronologi Kasus: Janji AI yang Belum Terpenuhi
Dilansir dari The Verge (06/05/26), permasalahan bermula saat Apple memperkenalkan fitur berbasis AI dalam ajang Worldwide Developers Conference 2024 atau WWDC 2024.
Dalam presentasi tersebut, Apple memamerkan berbagai kemampuan baru Siri yang lebih personal, kontekstual, dan pintar.
Namun saat iPhone 16 resmi dirilis, sejumlah fitur yang dijanjikan ternyata belum tersedia sepenuhnya. Apple tetap memasarkan perangkat tersebut dengan label “built for Apple Intelligence”, yang kemudian memicu ekspektasi tinggi dari konsumen.
Gugatan yang diajukan pada 2025 menyebut bahwa strategi pemasaran Apple menciptakan harapan yang “jelas dan masuk akal” bagi konsumen.
Sayangnya, realisasi fitur AI tersebut dianggap masih terbatas atau bahkan belum tersedia sama sekali pada saat peluncuran.
Skema Kompensasi untuk Pengguna
Dalam penyelesaian ini, Apple setuju menyediakan dana sebesar 250 juta dolar AS untuk pengguna yang terdampak, khususnya di Amerika Serikat. Konsumen yang memenuhi syarat dapat mengajukan klaim dan berpotensi menerima kompensasi sekitar:
- Minimum: 25 dolar AS per perangkat
- Maksimum: hingga 95 dolar AS per perangkat (tergantung jumlah klaim)
Program ini berlaku bagi pengguna yang membeli iPhone 16 series dan iPhone 15 Pro dalam periode 10 Juni 2024 hingga 29 Maret 2025.
Menanggapi kasus ini, pihak Apple melalui juru bicara mereka menyatakan bahwa penyelesaian dilakukan agar perusahaan bisa tetap fokus pada pengembangan produk.
Apple menyampaikan bahwa sejak peluncuran Apple Intelligence, mereka telah menghadirkan berbagai fitur baru seperti:
- Visual Intelligence
- Live Translation
- Writing Tools
- Genmoji
- Clean Up
Meski demikian, Apple juga mengakui bahwa beberapa fitur penting, termasuk versi Siri yang lebih personal, mengalami penundaan dan baru akan dirilis secara bertahap.
Dampak Besar bagi Industri AI Smartphone
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa persaingan di bidang AI smartphone semakin ketat. Ekspektasi konsumen terhadap fitur kecerdasan buatan kini tidak hanya sebatas inovasi, tetapi juga kesiapan saat peluncuran.
Apple sendiri disebut sedang mengejar ketertinggalan dalam kompetisi AI, terutama dibandingkan dengan pemain lain yang lebih agresif dalam menghadirkan fitur berbasis AI secara langsung ke pengguna.
Selain itu, lembaga seperti National Advertising Division bahkan sempat merekomendasikan agar Apple mengubah klaim “available now” pada halaman Apple Intelligence karena dianggap kurang akurat.
Kasus gugatan terhadap Apple ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa transparansi dalam pemasaran teknologi sangat penting, terutama di era AI yang berkembang pesat.
Scr/Mashable


















