Indosat Bagikan Dividen Rp3,5 Triliun ke Pemegang Saham

06.05.2026
Indosat Bagikan Dividen Rp3,5 Triliun ke Pemegang Saham
Indosat Bagikan Dividen Rp3,5 Triliun ke Pemegang Saham

Di tengah dinamika industri telekomunikasi dan tekanan ekonomi global sepanjang 2025, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menunjukkan performa yang tetap solid.

Hal ini tercermin dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang baru saja digelar, sekaligus menandai fase baru transformasi perusahaan menuju ekosistem berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Dengan mengusung strategi besar bertajuk AI North Star, Indosat kini semakin agresif dalam mengakselerasi penerapan AI di berbagai lini bisnis, sembari tetap memberikan nilai nyata kepada para pemegang saham melalui pembagian dividen yang signifikan.

Transformasi Indosat Menuju AI-Native Telco

Dalam beberapa tahun terakhir, Indosat tidak hanya fokus pada layanan konektivitas, tetapi juga bertransformasi menjadi perusahaan berbasis teknologi yang mengintegrasikan AI secara menyeluruh.

Transformasi ini menjadikan Indosat sebagai AI-native telco, di mana kecerdasan buatan diterapkan langsung dalam operasional inti perusahaan.

Mulai dari peningkatan pengalaman pelanggan melalui AI hyper-personalization, hingga efisiensi operasional dan optimalisasi belanja modal, seluruh strategi ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

President Director & CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan komitmen perusahaan dalam mempercepat transformasi ini.

“Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin. Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen”, ujar Vikram.

Kolaborasi Global dan Penguatan Ekosistem AI

Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Indosat juga memperluas perannya menjadi AI TechCo dengan menghadirkan berbagai solusi berbasis teknologi, seperti cloud computing, keamanan siber, hingga sovereign AI.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah kolaborasi dengan NVIDIA yang diumumkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026.

Dalam kemitraan ini, Indosat memanfaatkan teknologi Accelerated Computing dan model AI terbuka NVIDIA Nemotron untuk menghadirkan solusi AI berkelas dunia yang relevan dengan kebutuhan lokal Indonesia.

Dari kolaborasi tersebut, lahir inisiatif Sahabat-AI, sebuah platform kolaboratif yang membuka akses lebih luas terhadap teknologi kecerdasan buatan.

Platform ini dirancang untuk mendukung individu, developer, hingga pelaku usaha dalam mengembangkan solusi AI yang sesuai dengan konteks budaya dan bahasa Indonesia.

Untuk memastikan teknologi AI dapat diakses secara merata, Indosat juga mengembangkan AI Grid berbasis jaringan nasional dan infrastruktur pusat data. Pendekatan ini memungkinkan distribusi daya komputasi AI ke berbagai wilayah, termasuk di luar kota besar.

Perubahan Struktur Manajemen Perusahaan

Dalam RUPST tersebut, Indosat juga mengumumkan sejumlah perubahan penting dalam jajaran direksi dan komisaris.

Beberapa nama baru yang resmi bergabung antara lain Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota Direksi.

Selain itu, Seppalga Ahmad juga ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan. Kehadiran para pemimpin baru ini diharapkan dapat memperkuat eksekusi strategi perusahaan, khususnya dalam pengembangan teknologi AI dan transformasi digital.

Dividen Rp3,5 Triliun, Bukti Kinerja Solid

Tidak hanya fokus pada transformasi teknologi, Indosat juga menunjukkan komitmennya kepada pemegang saham melalui pembagian dividen.

Dalam RUPST, disepakati total dividen sebesar Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham.

Keputusan ini mencerminkan kinerja keuangan yang stabil serta kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara investasi jangka panjang dan pengembalian kepada investor.

Scr/Mashable




Don't Miss