Harga Emas Berpotensi Menguat, Analis Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish

07.05.2026
Harga Emas Berpotensi Menguat, Analis Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish
Harga Emas Berpotensi Menguat, Analis Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa (5/5) diprediksi akan memasuki fase penguatan setelah sebelumnya sempat terjebak dalam tekanan jual yang cukup signifikan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mencermati adanya indikasi bahwa tren penurunan mulai mereda dan berpotensi memicu pergerakan naik dalam jangka pendek.

Secara teknikal, pergerakan XAU/USD pada grafik timeframe H4 menunjukkan ketahanan yang luar biasa di area support psikologis pada level 4.510. Keberhasilan harga bertahan di zona ini menjadi indikator vital bahwa dominasi penjual mulai memudar dan membuka jalan bagi pembeli untuk mengambil alih kendali pasar.

Peluang Koreksi Naik dan Target Resistance Terdekat

Situasi pasar saat ini membuka celah bagi emas untuk melakukan rebound dalam bentuk koreksi sementara atau yang sering disebut sebagai secondary trend. Dinamika ini dianggap sangat wajar oleh para pelaku pasar sebagai bentuk penyesuaian harga setelah terjadi penurunan yang cukup tajam sebelumnya.

Dalam proyeksi jangka pendek, komoditas logam mulia ini diperkirakan akan melesat menuju area resistance terdekat di kisaran 4.560 hingga 4.588. Namun, pergerakan ini diprediksi akan menghadapi tantangan di area indikator Moving Average 21 dan 34 yang bertindak sebagai penghambat dinamis bagi kenaikan harga.

Indikator Jenuh Jual Perkuat Potensi Rebound

Analisis lebih mendalam pada indikator stochastic menunjukkan bahwa harga emas saat ini sudah memasuki kondisi jenuh jual atau oversold. Kondisi teknikal ini sering kali menjadi sinyal kuat bagi para trader bahwa tekanan jual telah mencapai puncaknya dan pembalikan harga ke arah atas segera terjadi.

Meskipun potensi kenaikan semakin terbuka lebar, para investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang ada. Fase koreksi sering kali bersifat sementara, sehingga diperlukan momentum yang solid agar tren penguatan ini bisa bertahan lebih lama di pasar global.

Pelemahan Dolar AS Jadi Angin Segar Bagi Emas

Dari sisi fundamental, prospek cerah harga emas turut didorong oleh melandainya kekuatan dolar Amerika Serikat di pasar valuta asing. Pelemahan greenback ini secara otomatis membuat harga emas menjadi lebih kompetitif dan terjangkau bagi para pemegang mata uang lainnya di seluruh dunia.

Selain itu, stabilnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS memberikan sentimen positif tambahan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Ketika tekanan dari pasar obligasi berkurang, daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) biasanya akan kembali meningkat secara signifikan.

Strategi ‘Bargain Hunting’ dan Kebijakan The Fed

Pasar kini tengah mencermati kebijakan Federal Reserve yang mulai menunjukkan sikap lebih berhati-hati terkait arah suku bunga di masa depan. Ekspektasi bahwa tidak akan ada lonjakan suku bunga tambahan dalam waktu dekat membuat investor kembali melirik emas sebagai aset yang menjanjikan.

Momentum harga yang berada di area support kuat ini juga memicu aksi beli massal atau strategi bargain hunting dari para investor institusional. Aktivitas perburuan harga rendah ini diprediksi akan menjadi bahan bakar utama yang mendorong harga emas menuju target kenaikan di level 4.588 dalam waktu dekat.

Scr/Mashable




Don't Miss